Watch Your Pregnancy Weight!”

parent-guide.jpg

Meski sedang hamil itu bukan berarti Anda bebas makan sesuka hati. Jaga selalu pola makan untuk menjaga pertambahan berat badan agar tak menghadirkan risiko kesehatan lain.

Banyak yang beranggapan bahwa saat hamil makan harus lebih banyak dari porsi biasanya. Tak perlu menahan keinginan atau menjalani diet seperti sebelum hamil. Ibu hamil pun tak perlu menambah porsi makan demi menjamin kecukupan nutrisi bagi janin juga dirinya Bagi yang kekurangan berat badan mungkin itu bisa diberlakukan. Tapi, bagi yang tidak, makan dengan porsi terlalu besar justru berisiko mendatangkan masalah kelebihan berat badan. Dari sekedar overweight bukan tak mungkin muncul masalah baru. Masalah baru berarti ancaman bagi janin. Apa saja masalah yang muncul?  Berapa pertambahan berat badan yang seharusnya? Seperti apa pola makan yang tepat?

Kenaikan yang Normal

Adalah wajar jika berat  bdan bertambah saat Anda hamil. Sebab, selain karena adanya janin yang terus berkembang, berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh juga turut berpengaruh. Diantaranya adalah perubahan yang terjadi pada payudara, rahim yang membesar, pertambahan lemak, pertambahan volume darah, dan cairan yang tertahan selama masa kehamilan.

Lalu berapa kenaikan berat badan yang ideal? Menurut Dr.Deradjat M. Sastrawikarta, SpOG, dari Rumah Sakit Puri Cinere Jakarta, seharusnya hanya berkisar antara 11,5 – 12 kilogram. Tapi, jumlah kenaikan berat badan hingga 16 kilogram pun masih termasuk normal. Sedangkan untuk kehamilan kembar, yang bisa ditoleransi adalah rata-rata sekitar 18 kilogram. Laju pertambahannya sendiri biasanya paling banyak terjadi di trimester ketiga. Tapi, berat bisa saja bertambah lebih atau kurang dari angka tersebut. Pola makan yang kurang tepat misalnya, bisa saja menyebabkan pertambahan berat sangat sedikit. 

Nah, untuk Anda yang sebelumnya berbobot ideal, maka saat hamil pertambahan berat yang ideal adalah sekitar 15 kilogram saja. Tapi yang jelas, berapapun pertambahannya yang penting adalah menjaga kenaikan dengan bertahap, tidak dalam jumlah berlebihan. Bila berat badan bertambah secara bertahap, Anda akan lebih mudah menekan pertambahannya seminimum mungkin.

Awas Pre-Eklamsia!

Besar kecilnya bayi saat lahir tak ditentukan oleh seberapa banyak Anda makan. Melainkan seberapa baik plasenta yang menjadi saluran makanan berfungsi. Anda lah yang bertambah berat, bukan janin yang ada di dalam kandungan Anda. Jadi, tidak tepat bila Anda berpikir bahwa makan dengan porsi banyak pasti bisa membuat si janin menjadi besar.

Yang jelas, makan terlalu banyak bisa mengakibatkan pertambahan berat badan berlebihan.  Inilah yang perlu diwaspadai. Pertambahan berat badan yang berlebihan bisa mengindikasikan bahwa Anda menderita pre-eklamsia. Mengiringi pertambahan bobot itu, akan terjadi  juga lonjakan tajam tekanan darah. Overweight dengan pre-eklamsia dapat dirasakan lewat munculnya berbagai gejala. Misalnya membengkaknya tungkai, pergelangan kaki serta jari, sakit kepala, mual dan muntah, pandangan kabur dan nyeri di bagian perut. Kondisi seperti ini tentu mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan bayi lahir preamtur.

Overweight  juga dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri punggung serta varises. Karena itulah, ibu hamil perlu memantau terus pertambahan berat badannya. Sebisa mungkin, aturlah pola makan dengan baik agar berat badan tidak melonjak tajam. Bagi ibu hamil yang berbakat gemuk pengaturan pola makan secara detil perlu dilakukan. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak dan tinggi kalori dalam jumlah berlebihan. n PG

==========================================================================

Pola Makan Sehat

  1. Perbanyak asupan protein, asam folat, dan zat besi, serta kalori. Anda bisa mendapatkannya dari sayuran berdaun hijau, buah-buahan, serta ikan, telur, susu, keju, tempe, tahu, dan sebagainya.
  2. Pilihlah sumber karbohidrat dari jenis yang kompleks seperti roti gandum, beras merah, kentang panggang dengan kulit, atau pisang.
  3. Tak perlu diet ketat, yang penting hindari makan dalam porsi berlebihan.
  4. Makan sedikit tapi sering. Ini akan membantu mengurangi mual. Jadi, cobalah untuk makan setiap empat jam sekali dalam porsi kecil.

Powered by ScribeFire.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: