Mitos Seputar Makanan

parent-guide.jpg

Selain sibuk mengurus soal tubuh dan emosi yang berubah, ibu hamil juga masih dipusingkan dengan mitos seputar makanan. Bagaimana sesungguhnya fakta mitos makanan itu?

Bagi calon ibu, kehamilan kadang malah membingungkan. Karena di sana banyak sekali terjadi perubahan. Mulai dari perubahan komposisi hormonal, perubahan emosi hingga perubahan fisik. Selain ketiga perubahan itu, ibu hamil juga terkadang mengalami masalah makan. Bukan sekedar tak berselera, tapi karena adanya mitos-mitos seputar makanan. ’Jangan makan itu, karena nanti begitu’. Begitulah.

Padahal memperhatikan jadwal dan jenis makananan (nutrisi) yang diasup sangat penting. Karena sekarang ada tubuh lain di dalam rahim, yakni janin. Kondisi ini menuntut para ibu untuk menerapkan pola makan sehat.

Yang Penting, Seimbangkan Asupan

Selama kehamilan, metabolisme energi meningkat akibat perubahan sistem tubuh Anda dan pertumbuhan janin. Karenanya mengalokasikan waktu untuk memenuhi pola makan sehat tak bisa ditawar lagi. Sebab pertumbuhan dan perkembangan janin bergantung pada sumberdaya dari sang ibu. Janin membutuhkan zat gizi yang seimbang untuk pertumbuhannya. Untuk kebutuhannya, Anda perlu menambah 200-300 kalori lagi dari kebutuhan kalori normal Anda (sebelum hamil) yang sekitar 2.000-2.200 kalori itu. Untuk menambah jumlah kalori itu Anda tak perlu berpikir bahwa Anda mesti menambah jumlah makanan.

Mempertimbangkan apa yang Anda makan jauh lebih penting daripada memikirkan jumlahnya. Namun terkadang Anda mungkin juga dibingungkan dengan mitos-mitos seputar makanan untuk ibu hamil. Mitos-mitos itu mau tak mau ’menghambat’ keinginan Anda menjaga nutrisi. Yang ada Anda malah jadi sangat pilih-pilih dalam makan. Apa saja sih mitos seputar makanan ibu hamil itu? Berikut mitos dan uraian fakta sebenarnya :

  1.  Harus makan rendah karbohidrat dan tinggi protein.
    Fakta : Makanan harus dikonsumsi secara seimbang. Kecuali jika saat pemeriksaan ada kecenderungan bayi terlihat besar sehingga dikuatirkan agan mengganggu persalinan maka mengurangi karbohidrat perlu. Pun jika ada penyakit tertentu seperti hipertensi atau pre-eklampsi saat kehamilan, maka asupan makanan perlu diatur. Sepanjang kehamilan dan bayi tak bermasalah tak ada aturan untuk mengikuti mitos itu.
  2. Kebanyakan garam sebabkan tubuh membengkak dan hipertensi.
    Fakta : Garam adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Terjadinya beberapa pembengkekakan pada anggota tbuh selama kehamilan adalah wajar adanya. Namun, jika pembengkakan terjadi terus-menerus, ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter.Sementara hipertensi pada kehamilan disebabkan oleh variasi perubahan fisiologis pada tubuh. Cara mengatasinya berbeda dengan hipertensi pada perempuan tidak hamil. Namun, jika merasa makanan yang diasup terlalu banyak garam ada baiknya dikurangi. Toh masakan yang terlalu keasinan juga tak enak bukan?
  3. Harus banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks (asam folat).
    Fakta : Asam folat memang penting untuk pertumbuhan susunan saraf. Namun, jika ibu hamil sudah menerapkan pola makan yang baik maka tak perlu lagi menambahnya dengan meminum suplemen vitamin. Asam folat banyak terkandung pada makanan laut. Tapi, jika ibu tidak suka makanan laut, sumbernya dapat diambil dari makanan berbahan kacang-kacangan, buah, juga sayuran hijau. Jadi intinya, tidak harus.
  4. Pilih susu berlemak (whole milk) daripada susu rendah lemak (skim milk)
    Fakta : Susu rendah lemak mengandung nutrisi yang sama dengan susu berlemak. Keduanya sama-sama memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang rendah. Satu-satunya perbedaaan, susu rendah lemak mengandung lebih banyak kalsium. Susu—apapun itu jenisnya–bagi ibu hamil baik dikonsumsi untuk menambah suplai kalsium. Tapi tidak aturan yang menyebut ibu hamil harus minum susu. Buat ibu hamil yang tak suka susu masih bisa memperoleh sumber kalsium dari sumber makanan lain.
  5. Jika makan sedikit, bayi akan mengambil cadangan lemak ibu hamil
    Fakta : Bayi tidak tumbuh karena lemak. Lemak berasal dari glukosa sebagai sumber energi bagi tubuh. Glukosa tak dapat diubah menjadi protein untuk membantu pertumbuhan bayi. Tak ada istilah lemak ibu diambil bayi. Yang jelas karena janin adalah ’parasit’ maka ia akan mendapat suplai makanan dari apa yang dimakan ibu. Karenanya yang terpenting bagi ibu adalah makan makanan yang penuh gizi. 
  6. Kafein harus dihindari oleh ibu hamil.
    Fakta : Buat siapapun, tak terkecuali ibu hamil, sering mengkonsumsi kafein tnetu berefk buruk. Masih ada banyak cara dan pilihan untuk membuat tubuh Anda terasa segar.
  7. Hindari mengkonsumsi keju.
    Fakta : Tidak benar. Karena keju adalah produk susu yang juga penting bagi ibu hamil.
  8. Batasi konsumsi ikan.
    Fakta : Ikan adalah sumber protein hewani terbaik, untuk melengkapi gizi seimbang yang dikonsumsi ibu hamil. Pilihlah ikan yang bersih, yang terhindar dari pencemaran. Konsumsi ikan dengan cara memasak yang benar. Memasaknya setengah matang berisiko mendatangkan infeksi virus pada janin.
  9. Batasi konsumsi vitamin A.
    Fakta : Ada benarnya. Vitamin A, D, E, dan K tidak larut dalam air, sehingga jika ada kelebihan tidak cepat keluar dari tubuh. Ini dapat merugikan bayi. Berbeda dengan vitamin B dan C, jika berlebihan di dalam tubuh, akan keluar secara alamiah.
  10. Minum air kelapa hijau menyuburkan rambut bayi.Fakta : Tak ada hubungannya dengan rambut bayi. Air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit. Baik orang hamil maupun tidak, boleh minum air kelapa hijau supaya tetap bugar. n PG

Powered by ScribeFire.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: