Makanan untuk Ibu Menyusui

parent-guide.jpg

Ibu menyusui tidak harus mengkonsumsi/menghindarkan makanan/minuman tertentu demi kualitas atau jumlah air susunya.

Selama Anda menyusui, pernahkah Anda berpikir bahwa Anda harus makan makanan (atau minum minuman) tertentu agar air susu Anda banyak atau berkualitas? Atau sebaliknya, berpikir bahwa Anda harus menghindarkan makanan/minuman tertentu untuk tujuan yang sama? Jika ya, Anda mungkin memerlukan informasi-informasi berikut ini:

  1. Alam sangat pemaaf. Demikian menurut Kelly Bonyata, IBCLC, konselor laktasi dari Florida, Amerika Serikat, dan pemilik situs informasi menyusui kellymom.com. Air susu ibu, imbuh Bonyata, dirancang untuk mencukupi kebutuhan dan melindungi bayi (khususnya selama 6 bulan pertama hidupnya) bahkan di tengah penderitaan dan kelaparan. Penelitian menunjukkan, mutu makanan ibu hanya sedikit pengaruhnya terhadap ASI. Banyak/sedikit produksi ASI ditentukan oleh seberapa sering ibu menyusui bayinya. Jadi, tidak benar bahwa supaya ASI cukup banyak diproduksi (atau supaya ASI berkualitas), ibu perlu minum susu tiap sebelum dan sesudah menyusui (apalagi jika jenis susunya ditentukan, misalnya susu khusus ibu menyusui), perlu bangun tengah malam untuk makan kacang-kacangan, perlu membuat banyak hidangan dengan bahan dasar daun katuk, dan sebagainya. “Membuat ibu menyusui berpikir bahwa mereka harus makan makanan ‘sempurna’ untuk menghidupi bayi mereka adalah hambatan yang tidak perlu untuk menyusui,” tegas Bonyata.
  2. Diet yang buruk lebih mempengaruhi ibu ketimbang bayi. Ini memang contoh ekstrem dan sama sekali tidak dianjurkan untuk dilakukan ibu menyusui. Ibu menyusui yang hanya makan junk food pun air susunya tetap akan mencukupi kebutuhan bayinya. Si ibulah yang akan terganggu kesehatannya, bukan produksi ASI-nya. Ibu menyusui perlu memiliki kebiasaan makan yang sehat, karena itu akan membuat ibu lebih sehat dan merasa lebih nyaman – bukan dalam rangka menghasilkan ASI berkualitas atau menjaga pasokan ASI.  
  3. Tak ada makanan khusus yang harus dimakan/dihindarkan oleh hampir semua perempuan selama menyusui. Demikian pernyataan Australian Breastfeeding Association (ABA). ABA juga menyatakan bahwa ibu menyusui perlu didorong untuk makan makanan seimbang dari kelima kelompok makanan, dan minum untuk memuaskan dahaganya. Tapi mereka sama sekali tidak menyebut-nyebut bahwa hal itu dilakukan demi kelancaran produksi atau kualitas air susu ibu. 

Nah, semoga Anda tidak terlalu kepikiran lagi soal makanan selama menyusui si kecil. Makan saja jika Anda lapar, dan minumlah jika haus! PG  
 
Sedikit Perkecualian…
Ibu menyusui perlu:

  • Menghitung asupan kalori dengan cermat, jika punya masalah dalam menjaga berat badan yang sehat (terlalu gemuk/kurus).
  • Minum cairan banyak-banyak, jika dehidrasi berat.
  • Mengkonsumsi suplemen vitamin/mineral, jika tidak cukup makan makanan seimbang.
  • Membatasi minuman berkafein (atau alkohol), jika ia tergolong penggemar berat atau pecandu.
  • Membatasi atau menghindarkan sama sekali makanan pencetus alergi, jika memiliki keluarga dengan riwayat alergi makanan.
  • Menghindarkan makanan tertentu, jika bayinya (yang masih menyusu eksklusif) menunjukkan reaksi tertentu setelah ibu mengkonsumsi makanan tersebut.

Powered by ScribeFire.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: