Makan Apa Sekarang?

parent-guide.jpg

Kapan sebaiknya kita mengenalkan makanan padat kepada bayi, dan berapa banyak?

Ada yang berpendapat usia 4 bulan adalah saat tepat untuk mengenalkan makanan padat kepada bayi. Pertimbangannya, di usia itu bayi biasanya sudah bisa menahan kepalanya untuk tetap tegak walau badannya miring. Tapi sebenarnya, usia 6 bulanlah waktu yang paling tepat.
 
Di usia 6 bulan, bayi tak sekedar bisa menahan kepala tetap tegak saat badannya dimiringkan, namun sudah bisa mengatur sikap kepala dengan baik jika didudukkan. Pencernaannya juga sudah lebih matang untuk menerima asupan selain ASI. Selain itu, dengan memulai pemberian makanan padat di usia 6 bulan, bayi berkesempatan memperoleh ASI Eksklusif (ASI saja tanpa tambahan makanan/minuman apapun) sesuai rekomendasi terbaru UNICEF dan World Health Assembly (WHA), yaitu 6 bulan penuh.
 
Begitu kita mulai memberi makanan padat, harap selalu diingat bahwa sampai usia 2 tahun makanan padat hanyalah pendamping ASI (atau susu formula – jika terpaksa). Bukan pengganti. Artinya, ASI (atau susu lainnya) tidak boleh dihilangkan sama sekali dari menu keseharian bayi.

==========================================================================
 Sekarang, mari kita mulai memberi makan si kecil!

Usia 6 bulan

Di usia ini, bayi bisa mulai dikenalkan makanan semicair dulu, yakni bubur encer dari susu dan sereal beras. Beras dianggap paling kecil risiko alerginya dan zat besinya mudah diserap bayi. Karena masih perkenalan, porsinya sedikit saja. Misalnya satu sendok sereal beras dicampur 1 sendok makan ASI (atau susu formula). Secara berangsur, porsi dan kekentalannya bisa ditambah. Berikan bubur susu-beras 1-2 kali sehari. 

  • Mulailah pengenalan makanan semicair di pagi hari. Suasana hati bayi bayi biasanya masih bagus (tubuhnya segar, belum capek atau mengantuk) begitu juga suasana hati kita, sehingga suasana makan bisa lebih santai dan menyenangkan.
  • Untuk mendeteksi kemungkinan alergi, berikan jenis sereal yang sama selama beberapa hari. Jika aman, barulah mencoba jenis sereal lainnya, misalnya gandum. Jangan tambahkan gula pada bubur susu, agar bayi tidak mengembangkan preferensi terhadap rasa manis.    

Usia 6-8 bulan

Bersamaan dengan pengenalan bubur beras, bayi bisa mulai dikenalkan buah dan sayuran. Pertimbangannya adalah mulai memerlukan makanan ringan di antara makan besar (pagi-siang- sore/malam), dan makanan ringan berupa buah/sayur cukup mengenyangkan tapi mudah dicerna, serta kaya vitamin, mineral dan serat. Untuk permulaan, berikan 2-3 sendok teh pisang atau pepaya (keduanya tidak bersifat masam dan teksturnya lunak – risiko tersedak lebih kecil), atau jus wortel (diblender), dengan frekuensi 2 kali sehari. Porsinya bisa ditambah secara berangsur.  

  • Dahulukan mengenalkan sayur ketimbang buah. Pertimbangannya, rasa buah lebih enak (manis) ketimbang sayuran. Jika bayi sudah lebih dulu mencicipi buah, dikuatirkan ia mengembangkan preferensi terhadap rasa manis ketimbang terhadap sayuran yang cenderung langu.  

Usia 8-12 bulan

Sekarang bayi sudah bisa dikenalkan makanan semipadat atau makanan lunak. Kita bisa memberinya makanan pokok yang dibuat tim (mulai dulu dengan tim saring) atau dilumatkan. Misalnya tim nasi, kentang tumbuk, getuk ubi, dan sebagainya. Selain itu, karena kebutuhan zat besi makin meningkat, ke dalam makanan pokok bayi perlu ditambahkan makanan yang berasal dari hewan (misalnya daging sapi, ikan tuna, daging ayam, telur). Mulailah dengan jumlah sedikit, sampai akhirnya porsinya bisa mencapai 1-2 sendok makan makanan pokok, plus 2 sendok makan daging/ikan/telur per hari. 

  • Jangan terlalu banyak memberikan jenis makanan dalam satu waktu, agar bayi tidak kebingungan. Dua atau tiga jenis sudah cukup, misalnya tim nasi-bayam-hati ayam.
  • Untuk mengenalkan jenis makanan baru, berikan bersama makanan kesukaan bayi. Misalnya, jika ikan tuna adalah makanan favorit bayi, kenalkan brokoli bersama ikan tuna. Jangan bersama hati ayam.

Usia 9-12 bulan

Tak lama setelah bayi mengenal makanan semipadat, kita perlu mengenalkan makanan padat. Kita juga perlu lebih menyemangati bayi untuk makan sendiri (baca: memegang dan memasukkan makanan ke mulutnya sendiri), karena saat ini mereka sudah bisa duduk bebas selama beberapa menit. Sediakan finger foods (semua makanan padat yang disajikan dengan ukuran sama atau lebih kecil dari jari, sehingga mudah dipegang dan disuapkan bayi ke mulutnya sendiri). Misalnya, potongan sayuran/buah, kentang goreng, nugget ayam, aneka pasta, dll. Porsinya 1-2 buah (setara dengan 1-2 sendok makan) tiap kali makan, sebagai tambahan atas menu lainnya.     

  • Pastikan ukuran finger foods tidak lebih lebar dari jari bayi.
  • Jangan mengandalkan kecukupan nutrisi bayi pada finger foods. Begitu bayi selesai dengan finger food-nya, lanjutkan dengan menyuapkan makanan ke mulutnya, sesuai porsi yang dibutuhkan bayi.
     
    Happy baby feeding! n PG

Powered by ScribeFire.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: