Bolehkah Mengkonsumsi Banyak Vitamin?

parent-guide.jpg

Ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Selain memperhatikan perubahan tubuh, asupan nutrisi juga harus diperhatikan dengan baik.

Saat Anda dinyatakan hamil, pada saat itu sebenarnya telah terjadi berbagai perubahan dalam tubuh. Perubahan ini langsung terjadi, kira-kira 24 jam setelah adanya konsepsi (peleburan sel telur dan sperma). Pada saat itulah pembelahan sel dimulai dan janin mulai berkembang. Di saat yang sama, hormon kehamilan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) mulai mengambil alih dan memfungsikan hormon progesterone dan estrogen. Proses inilah yang membuat  Anda tak lagi mendapatkan menstruasi.

Hormon ini pula yang membuat ibu hamil merasakan mual-mual di pagi hari (morning sickness). Kondisi ini kerap membuat nafsu makan ibu hamil menurun, yang akibatnya juga mempengaruhi berat badan. Bukan tak mungkin hal itu pun mempengaruhi perkembangan sel telur (janin). Jadi, kini perkembangannya sangat tergantung sepenuhnya pada Anda. Yang jelas baik Anda maupun janin membutuhkan asupan nutrisi yang baik. Tapi boolehkah mengkonsumsi banyak vitamin?
 
Asam Folat yang Utama

Karena ibu hamil membutuhkan nutrisi untuk dirinya sendiri maupun janin, karenanya ibu perlu makan lebih banyak dan sarat gizi. Tak ada pantangan bagi ibu hamil. Makanlah makanan secara bervariasi agar terpenuhi segala kebutuhan akan zat gizi dari karbohidrat, lemak, protein, berbagai vitamin dan mineral. Namun menurut dr. Indra Anwar Sp.OG dari RS Bunda, Jakarta, calon ibu yang berencana hamil sebenarnya sudah harus mulai mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Dari semua nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, yang terpenting adalah asam folat.

“Bahkan tiga bulan sebelum hamil, kebutuhan asam folat dalam tubuh sudah harus terpenuhi karena sangat penting bagi perkembangan otak bayi,” tegas dr. Indra. Asam folat yang lebih banyak terdapat pada kacang-kacangan ini, sangat penting karena mencegah terjadinya Cacat Pembuluh Saraf  atau Neural Tubes Defects (NTD) atau kelainan susunan saraf pusat janin. “Ini yang belum banyak dipahami masyarakat,” imbuh dokter yang juga ahli fertilitas ini.

Mengapa harus sebelumnya? Sebab saat kehamilan terjadi asam folat lah yang banyak dibutuhkan oleh janin. Pengkonsonsiam asam folat yang dilakukan setelah hamil, dapat dikatakan terlambat. “ Setidaknya di awal-awal kehamilan kebutuhan asam folat sudah harus tercukupi”. Selain asam folat, kebutuhan lainnya yang harus dicukupi adalah zat besi dan vitamin B 12. Kebutuhan zat besi dan vitamin B 12 juga harus diperhatikan, karena di Indonesia masih amat banyak ibu hamil yang mengalami anemia.

Suplemen, Perlukah?

Soal kecukupan nutrisi, menurut Indra hal ini bisa tercukupi bila ibu hamil selalu memperhatikan asupan makanannya secara seimbang. Jadi, sebenarnya kebutuhan yang diperlukan oleh ibu maupun janinnya, sudah terpenuhi dengan makanan sehari-hari. “Hanya kadang kebutuhan itu menjadi berkurang, bila makanan itu tak diolah dengan sempurna,” tukas Indra. Tapi jangan buru-buru mengatasinya dengan menggunakan suplemen.  

Seorang ibu yang mengalami kekurangan nutrisi tertentu, biasanya akan memperlihatkan gejala tertentu. Tapi sebaiknya pastikan terlebih dahulu dengan melakukan pemeriksaan. Bila gejalanya cukup, maka penggunaan suplemen baru dianjurkan oleh dokter. “Oleh karena itu jangan lupa untuk terus memeriksakan kehamilan setiap bulannya, karena lewat pemeriksaan itulah kehamilan dapat dijaga.”

Makanan tambahan hanya perlu dikonsumsi oleh ibu hamil yang menganut pola ‘vegetarian murni’, yaitu yang hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Vegetarian jenis ini lazim disebut vegan. Tipe vegan ini dikuatirkan kekurangan asam folat dalam tubuhnya. Soalnya, asam folat banyak ditemukan pada hati, entah hati ayam, sapi, kambing atau hwan lainnya. Sementara sayur dan buah hanya sedikit mengandung asam folat. Jadi, boleh mengkonsumsi banyak vitamin asalkan itu berasal dari makanan alamiah. n PG

==========================================================================

Zat Gizi Penting Ibu Hamil

  1. Asam Folat
    Asam folat termasuk kelompok vitamin B yang bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi resiko NTD. Disarankan dikonsumsi semenjak masa persiapan atau sebelum kehamilan karena pembentukan susunan saraf pusat akan dimulai di awal kehamilan. Jumlah asam folat yang dibutuhkan selama kehamilan sekitar 600 mikrogram per hari. Asam folat bisa didapatkan dari brokoli, gandum, kacang-kacangan, jeruk, stroberi, dan bayam.
  2. Kalsium
    Kebutuhan ini sangat diperlukan, terutama saat kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga. Di masa ini janin mulai tumbuh pesat, terutama pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhannya sekitar 1.200 mg per hari (yaitu 2 gelas susu atau 125 gram keju). Kalsium juga terdapat pada telur, susu, ikan teri, ikan salmon, sardin, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang tanah) dan wijen.
  3. Zat Besi
    Zat sangat penting untuk terpenuhi selama masa kehamilan berlangsung, tapi kebutuhannya berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan janin. Memasuki trisemester kedua kehamilan, kebutuhan zat besi mencapai 35 mg per hari/BB (sama dengan segenggam kacang hijau dan setengah genggam daun ubi). Pada trisemester ketiga, kebutuhannya naik menjadi 39 mg per hari/BB (1 potong tempe). Bahan makanan lain yang kaya zat besi, antara lain: daging, hati, telur, sereal, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

Powered by ScribeFire.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: