Kiat Mempertahankan Menyusui

parent-guide.jpg

Banyak ibu tidak berhasil menyusui sampai batas yang dianjurkan. Apa kiat untuk mempertahankan kegiatan menyusui?

Menyusui dianggap paling baik jika dilakukan sampai bayi berusia 2 tahun. Lebih dari itu, tentu saja tidak dilarang. Namun untuk batas minimal, ibu diharapkan menyusui eksklusif selama enam bulan. Semua itu demi banyak sekali manfaat untuk bayi, dan ibu.
 
Manfaat pemberian ASI – apalagi langsung dari payudara, lewat kegiatan menyusui – seperti diungkap pakar menyusui dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, CIMI, dalam bukunya Mengenal ASI Eksklusif, antara lain: meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan, mengurangi risiko terkena kencing manis, kanker dan penyakit jantung, menunjang perkembangan motorik dan kepribadian. Menyusui juga bermanfaat untuk ibu, antara lain mengurangi perdarahan setelah melahirkan dan kemungkinan terkena kanker payudara serta indung telur, serta mengecilkan rahim.
 
Kenyatannya? Banyak ibu tak berhasil menyusu sampai batas yang dianjurkan di atas. Berikut ini beberapa alasan yang sering membuat ibu berhenti menyusui, disertai kiat untuk bertahan menghadapinya:

  1. ASI tidak cukup. Inilah alasan yang paling banyak membuat ibu berhenti menyusui dan beralih ke makanan pengganti ASI. Untuk mempertahankan kegiatan menyusui, ibu harus yakin bahwa Tuhan telah menciptakan tubuhnya untuk mampu memproduksi air susu sesuai kebutuhan bayinya – bahkan sekalipun ibu melahirkan bayi kembar. Selanjutnya, ibu hanya perlu belajar menyusui dengan teknik yang benar dan menyusui sesuai keinginan bayi (tidak dijadwal), agar tubuhnya bisa memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi.
  2. Ibu harus kembali bekerja. Alasan ini sering sekali membuat ibu-ibu pekerja berhenti menyusui dan beralih ke susu formula. Untuk mempertahankan kegiatan menyusui, ibu hanya perlu memerah ASI di tempat kerja (untuk diberikan kepada bayi keesokan harinya, sekaligus membantu mempertahankan produksi ASI) dan me menyusui sesering mungkin saat berada di rumah, terutama di malam hari.
  3. Susu formula tampak lebih unggul. Alasan ini kadang membuat ibu tidak percaya diri jika ‘hanya memberi ASI’. Promosi susu formula yang gencar membuat ibu percaya bahwa susu formula lebih cepat membuat bayi gemuk, lebih mencerdaskan, lebih higienis, lebih praktis, lebih canggih dan, yang paling parah, lebih ‘bergengsi’ ketimbang ASI. Untuk mempertahankan kegiatan menyusui rasa tidak percaya diri semacam ini, ibu harus yakin bahwa ASI – buatan Tuhan – adalah yang terbaik untuk bayi. Bahkan anggapan susu formula ‘lebih praktis’ pun sangat tidak tepat mengingat untuk mendapatkan susu formula siap minum ibu harus menyediakan air matang hangat, mensterilkan botol, menakar susu, dsb. Bahkan jika kelak tersedia susu formula cair siap minum, ibu masih harus tetap menghangatkannya.
  4. Takut bayi jadi manja. Banyak ibu kuatir bayi menjadi manja karena terlalu sering dipeluk dan dibelai saat disusui, sehingga memilih berhenti menyusui. Untuk mempertahankan menyusui, ibu harus yakin  bahwa kekuatiran ini tidak benar. Tidak ada istilah manja untuk bayi, karena diperhatikan, didekap, dibelai dan dipenuhi semua kebutuhannya adalah sebagian dari ‘syarat wajib’ agar bayi bisa tumbuh normal. Psikolog Laurence Steinberg, Ph.D dari Temple University, Amerika Serikat dalam bukunya ‘10 Prinsip Dasar Pengasuhan yang Prima’ mengatakan, anak menjadi manja biasanya karena pemberian berbagai hal dari orang dewasa sebagai pengganti cinta – misalnya kemewahan, pengharapan yang rendah, atau kepemilikan materi.

 
Nah, semoga saja pertahanan kita untuk terus menyusui kini semakin kuat! PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: