Si Burung Hantu Kecil

parent-guide.jpg
Kebiasaan bayi terjaga semalaman dan tidur sepanjang hari membuat kita terganggu. Bagaimana menyiasatinya?

Umumnya orangtua mafhum jika bayi lebih banyak tidur dibanding anak yang lebih besar atau orang dewasa. Namun toh sebagian orangtua berharap bayi mereka akan lebih banyak tidur di malam hari. Di siang hari, bayi diharapkan terjaga beberapa jam untuk mengisi perut dan beraktivitas – lalu tidur secukupnya saja. 
 
Sayangnya beberapa bayi justru melakukan yang sebaliknya: siang mereka tidur melulu, malam hari mereka awas dan aktif bagai ‘burung hantu’…  
 
Dua Penyebab Umum

Jika si kecil saat ini pola tidur/bangunnya terbalik, berikut ini dua penyebab yang paling umum:

  1. Melanjutkan pola di dalam kandungan. 
    Menurut Dr. Alan Greene, penulis buku From First Kick to First Steps, selama masa akhir kehamilan, tiap bayi mengembangkan irama tidur dan bangun masing-masing. Ada janin yang aktif bergerak ketika ibunya sibuk beraktivitas di siang hari, dan jadi tenang ketika ibunya beristirahat di malam hari. Tapi ada juga yang sebaliknya. Saat ibunya sibuk beraktivitas di siang hari, si janin cenderung tenang bagai digoyang-goyang dalam buaian. Di malam hari, ketika aktivitas ibunya jauh berkurang, janin malah aktif berputar, menonjok dan menendang.
     
    “Apa pun pola (irama tidur/bangun) bayi sebelum lahir, mungkin saja ia akan melanjutkannya dalam periode tertentu tak lama setelah lahir,” papar Dr. Greene. Jadi, bayi-bayi yang saat ini senang melek malam mungkin dulunya adalah janin-janin yang cenderung aktif di malam hari.   
  2. Kurang stimulasi dan/atau malam terlalu banyak stimulasi.
    Bayi adalah makhluk yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jika di siang hari lingkungan kurang menyediakan stimulasi – terutama untuk matanya – maka bayi akan banyak tidur. Akibatnya, di malam hari ia akan memiliki tenaga ekstra untuk terjaga – apalagi jika lingkungan memberi banyak stimulasi. Ambil contoh si kecil Faazaa. Ayahnya yang selalu pulang kerja larut malam biasa membangunkan dan mengajaknya bermain. Akibatnya Faaza terbiasa ‘bergadang’  dan lebih banyak tidur di siang hari.

Yang Bisa Kita Lakukan
Dr. Greene termasuk pakar yang percaya bahwa, sekali pun orangtua tidak mengambil tindakan apa-apa, pola tidur/bangun bayi yang ‘terbalik-balik’ ini akan berubah sendiri. Heather Welford, penulis buku Helping Your Baby or Child to Sleep Better mengungkapkan, salah satu fakta kunci soal tidur bayi adalah ‘tidak ada gunanya mencoba menetapkan rutinitas tidur dalam bulan-bulan pertama hidup bayi’. “Penuhi saja kebutuhan bayi Anda, secara berangsur mereka akan menyadari perbedaan antara malam dan siang,” kata Welford.
 
Tapi jika pola tidur/bangun bayi yang ‘membolak-balik’ siang dengan malam itu dirasa mengganggu (sebab ada juga orangtua yang menikmati segala kerepotan mengurus bayi tengah malam, kan?), keduanya membenarkan upaya-upaya orangtua untuk mengambil tindakan. Welford bahkan mengatakan, sejak usia bayi 3 bulan orangtua perlu memikirkan lebih cermat cara-cara membangun rutinitas tidur yang baik.
 
Dr. Greene sendiri yakin, ada cara-cara efektif untuk mempercepat ‘proses normalisasi’ pola tidur/bangun bayi-bayi yang ‘aktif di malam hari, tenang di siang hari’. “Beberapa jenis rangsangan lingkungan dapat mengubah irama internal (tubuh) bayi.” 
 
Berikut ini yang bisa kita lakukan, mengacu saran-saran Dr. Greene:

  1. Mengatur kontak mata. Kontak mata ternyata merupakan kegiatan yang paling ampuh untuk membuat bayi terjaga. Saat bayi mengunci tatapan matanya dengan kita, detak jantungnya tambah cepat dan tekanan darahnya naik sedikit, sehingga ia makin bangun.  
    Jika kita ingin bayi lebih aktif di siang hari, sering-seringlah melakukan kontak mata dengannya dalam berbagai kesempatan: mandi, menggantikan baju atau popok, menyusui, memberi makan, bermain, dan sebagainya. Sebaliknya, begitu hari mulai gelap minimalkanlah kontak mata agar bayi lebih tenang. Bahkan ketika menyusui atau memberi makan, cobalah untuk tidak melakukan kontak mata.
  2. Mengatur pencahayaan. Bayi ternyata juga cenderung lebih siaga jika terpapar cahaya terang. Di siang hari, tempatkan atau bawalah bayi ke ruang yang benderang oleh pencahayaan alami sinar matahari, atau pencahayaan buatan. Sebaliknya di malam hari, redupkan semua pencahayaan, terutama di kamar bayi.  
  3. Mengatur suara percakapan sehari-hari. Diam-diam, bayi ternyata ingin tahu apa yang sedang dibicarakan orang, sehingga ia cenderung lebih siaga jika ada orang bicara di dekatnya. Bila kita tidak ingin si kecil tidur terus sepanjang hari, usahakanlah senantiasa ada orang yang bicara dengan nada percakapan normal di dekat bayi sepanjang hari. Sebaliknya di malam hari, kurangilah atau hentikan percakapan semacam itu di dekat bayi. Bersuaralah sekedar untuk bersenandung atau menyanyikan lagu nina bobok. 
  4. Mengatur ‘waktu bermain dengan kaki bayi’. Kaki bayi yang mungil biasanya selalu jadi sasaran pelampiasan rasa gemas – kita ingin menggelitik, menepuk-nepuk, memegang-megang, menciumi bahkan menggigitinya – kapan saja. Padahal bagi bayi, rasangan pada bagian kaki cenderung membuatnya lebih siaga. Jadi, sering-seringlah bermain-main dengan kaki bayi – hanya di siang hari. Tapi di malam hari, tahan rasa gemas agar kita tidak menstimulasi kakinya.

Semua cara-cara di atas, menurut Dr. Greene, adalah upaya kita untuk membantu tubuh bayi mempelajari irama baru: bahwa siang hari adalah waktunya bersenang-senang, bermain dan berinteraksi, sementara malam hari adalah waktunya berbaring-baring dan tidur. Semoga si kecil tak lagi ribut ‘ber-uhu-uhu’ di malam hari. PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: