Malam-malam Begini Masih Minta Susu?

parent-guide.jpg

Si kecil sudah mulai makan makanan padat. Tapi masih saja ia bolak-balik minta susu di malam hari, seperti bayi di bawah umur 3 bulan!

Bayi berkali-kali terbangun di malam hari minta menyusu atau susu botol? Ah, itu sih biasa. Hampir semua bayi melakukannya di minggu-minggu pertama hidupnya. Dan hampir semua orangtua, walau dengan terkantuk-kantuk, akan senang hati mengabulkannya.
 
Tapi, bagaimana kalau bayi ‘besar’ yang sudah makan makanan padat, masih bangun malam-malam minta susu? Hmmm, para orangtua mungkin mulai mengeluh. “Aduh naak…, malam-malam begini masih minta susu?”
 

‘Sleep Association’

Menurut dokter spesialis anak dr. Utami Roesli, SpA., MBA, di usia 7 bulan bayi sebenarnya hanya membutuhkan 400 ml susu (dengan menyusu atau minum susu botol) dalam 24 jam. Jumlah ini dibagi dalam dua kali minum susu, yaitu pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan malam sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Dengan asumsi, di luar itu bayi mendapat makan besar 3 kali sehari dan camilan 2 kali sehari (pagi dan sore). Oleh karena itu, jika bayi ‘besar’ (usia 7 bulan ke atas) kita masih terbangun beberapa kali di malam hari untuk menyusu atau minum susu botol, maka langkah pertama kita adalah mengecek: bagaimana makannya seharian tadi?
 
Jika makannya baik-baik saja, kemungkinan si kecil telah menjadikan kegiatan menyusu atau minum susu botol sebagai ‘sleep association’. Menurut parenting educator Elizabeth Pantley dalam bukunya The No-Cry Sleep Solution: Gentle Ways to Help Your Baby Sleep Through the Night, menjadikan sesuatu – benda atau kegiatan – sebagai ‘sleep association’ berarti mengasosiasikan atau menghubungkan ‘sesuatu’ tadi dengan tidur, dan percaya bahwa ‘sesuatu’ itu dibutuhkan untuk tertidur.
 
Pantley menyebutkan, bayi yang terbangun tiap 1-2 jam untuk minum susu telah belajar mengasosiasikan minum susu (mengisap puting ibunya atau mengisap botol) dengan tidur. Menjadikan kegiatan menyusu atau ngedot sebagai sleep associaton, di mata presiden Better Beginnings, Inc. – sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sumberdaya keluarga – ini, adalah perilaku normal. “Bahkan mungkin hal itu merupakan sleep association yang paling positif, alami dan menyenangkan yang bisa bayi miliki.”
 

  • Tiga Kiat  

Bagi orangtua yang tak memiliki kesibukan lain selain mengurus bayi, atau bagi mereka yang telah memutuskan untuk mencurahkan waktu bagi bayinya, terbangun berkali-kali di malam buta untuk menyusui atau membuatkan susu mungkin bukan masalah. Malah, bisa jadi hal itu merupakan pengalaman menyenangkan dan membanggakan, sehingga mereka tidak keberatan menjalaninya sampai bayi mereka akhirnya mampu mengatasi sendiri ‘kebutuhan minum susu malam-malam’-nya. Tapi bagaimana dengan orangtua yang sibuk?  
 
Bagi orangtua yang sibuk dan merasa terganggu oleh kebiasaan bayi terbangun untuk minum susu tengah malam, berikut ini tiga kiat dari Pantley untuk membantu bayi secara bertahap belajar tidur kembali tanpa ‘alat bantu tidur’ apapun, termasuk payudara ibunya atau botol susu: 
 

  • Hentikan dengan lemah lembut. Cara ini dapat membantu bayi belajar tidur lagi tanpa menyusu atau mengisap botol. Langkah-langkahnya:
  1.  Ketika bayi terbangun, susui atau masukkan botol susu ke mulutnya.
  2. Tunggu dan biarkan bayi mengisap beberapa menit, sampai isapan melambat dan bayi kelihatan rileks dan mengantuk. 
  3. Begitu bayi kelihatan rileks, renggangkan isapan dengan jari, lepaskan puting/dot dari mulutnya. Jika bayi berusaha mempertahankan puting/dot di mulutnya, tekan dengan lembut dagunya (persis di bawah bibir) sambil mengoyang-goyang tubuhnya.
  4. Jika bayi tetap menolak dan terus mempertahankan puting/dot, jangan dipaksa. Ulangi saja proses ini dari awal, sampai bayi benar-benar tertidur. Sebelum mengulang proses, tunggu 10-15 detik (tiap bayi berbeda). Amati juga isapan bayi. Jika isapannya kuat atau bayi menelan susu secara teratur, tungggu beberapa menit sampai isapannya melambat dan bayi agak rileks.
  5. Proses ini mungkin perlu diulang 2-5 kali (atau mungkin lebih) sampai akhirnya bayi bisa tertidur lagi tanpa minum susu.
  6. Saat terpenting menerapkan metode ini adalah sebelum bayi tidur malam pertama kali, sebab seringkali cara bayi tertidur akan mempengaruhi sisa kesadarannya sepanjang malam.
  • Jangan menyusui bayi tidur. Bayi bisa bersuara di dalam tidurnya – mengerang, mendengkur, menyedot hidung, merengek bahkan menangis. Jadi, jangan buru-buru memberinya susu kalau ia bersuara. Berhenti dulu sejenak dan dengarkan baik-baik. Pastikan apakah suara itu berasal dari bayi yang masih tidur atau bayi yang terjaga. Jika ternyata masih tidur, kita tidak usah repot-repot menyusui atau membuatkannya susu, bukan? Kalau pun bayi terbangun, pastikan dulu apakah ia bersuara karena ingin disusui atau tidak. Jangan-jangan ia hanya ingin mengoceh sendiri (ada bayi yang punya kebiasaan bangun malam untuk mengoceh atau bermain sendiri).   
  • Ubahlah kebiasaan kita. Seringkali, kitalah yang menciptakan kebiasaan/ rutinitas sebelum tidur untuk bayi, di mana menyusu/minum susu botol sebagai ‘puncak’nya. ‘Puncak’ rutinitas ini mungkin perlu diubah atau diganti dengan kegiatan lain yang tidak memerlukan keterlibatan orang lain secara penuh. Misalnya, memutarkan musik pengantar tidur, atau membiarkan bayi melakukan ‘permainan tenang’ di boksnya, atau apa saja. 

Semoga saja setelah ini tidur malam kita lebih nyenyak, ya… PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: