MAKIN MANDIRI DARI BULAN KE BULAN

nakita.gif

Bayi bisa menolong diri sendiri! Enggak percaya? Silakan buktikan!


Dasar bagi kemandirian anak adalah kemampuan menolong diri sendiri. Hebatnya, kemampuan ini ternyata sudah muncul di usia bayi. Tepatnya di usia 4 bulan. Nah, berikut ini adalah kemandirian yang harus dicapai bayi berdasarkan usianya.

* Usia 4 bulan

Di usia ini, motorik halus dan kasar mulai berkembang, sehingga bayi mampu memegang benda-benda yang ada di dekatnya. Pada usia ini kemampuan menolong diri sendiri yang seharusnya sudah dimiliki adalah memegang biskuit lalu memasukkannya ke mulut. Namun, jika Anda tengah menerapkan program ASI eksklusif sampai si bayi berusia 6 bulan, berikan saja mainan gigit-gigitan.

* Usia 6 bulan

Pada masa ini, bayi sudah mampu berguling dan merangkak, maka bayi semestinya sudah mampu meraih sendiri benda-benda yang ada di sekitarnya. Karenanya, pada usia 6 bulan ini, bayi diharapkan sudah mampu meraih sendiri biskuit bila diletakkan di dekatnya, kemudian memegangnya dan memasukkannya ke mulut. Demikian pula saat biskuit itu jatuh dari genggamannya, si bayi diharapkan sudah mampu menolong diri sendiri dengan meraih sendiri biskuit yang terjatuh, menggenggamnya dan memakannya sendiri.

Kemampuan menolong diri sendiri yang hendaknya juga sudah dimiliki bayi pada usia 6 bulan adalah menggeser tubuh atau mukanya bila tertutupi sesuatu, misalnya tertutupi kain selimutnya atau bantal kecil. Bukankah memasuki usia 6 bulan, umumnya bayi sudah berguling-guling dan merangkak? Karenanya, bisa saja saat berguling wajahnya tertutupi bantal kecil atau selimutnya. Nah, berhubung si bayi sudah memiliki kemampuan meraih dan memegang, diharapkan ia pun dapat meraih dan menyingkirkan selimut atau bantal kecil yang menutupi wajahnya.

* Usia 7-12 bulan

Pada rentang usia ini, kemampuan menolong diri sendiri yang harus dicapai oleh bayi antara lain adalah:

Memegang cangkir, gelas atau botol dot (susu) dengan kedua tangan tanpa dibantu oleh siapa pun.

Merentangkan atau mengacungkan tangan ketika menunjuk, meminta sesuatu, dan dipakaikan baju. Juga mengangkat kaki ketika dipakaikan celana.

Memegang sendok sendiri dan mulai makan sendiri tanpa dibantu. Ini biasanya mulai berlangsung di akhir usia bayi.

Menggunakan dua tangan bersamaan untuk kegiatan berbeda.

Melepaskan topi atau kaus kaki sendiri dengan cara ditarik.

Memakai sepatu sendiri meski belum lancar.

Mampu turun sendiri dari tempat tidur yang rendah.

Tentu saja, agar tahapan kemandirian ini bisa dicapai sesuai waktunya, kemampuan menolong diri sendiri harus dirangsang atau dilatih. Kuncinya, jangan terburu-buru memberikan pertolongan bila terlihat si bayi tak mampu melakukan sesuatu. Terutama untuk bayi berusia 7-12 bulan. Berikan kesempatan padanya untuk berulang kali mencoba. Bila terlihat sudah kewalahan, barulah berikan pertolongan, sehingga si bayi terbiasa untuk tak mudah putus asa.

KIAT MELATIH

Latihan hendaknya disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang bayi.

USIA 4-6 BULAN

Menyuapkan biskuit ke mulutnya sendiri.

* Ambil sebuah biskuit khusus bayi dan taruh dalam genggaman anak. Biarkan anak makan biskuit itu sendiri, tanpa dibantu.

* Taruhlah sekeping biskuit/sepotong buah di dekat si anak (di piring di atas meja atau tikar. Biarkan bayi mengambil biskuit/buah tersebut dan memasukkan ke mulut.

Menggeser tubuh dari terpaan selimut atau bantal kecil.

Ambil selembar kain selimut bayi yang tipis atau bantal bayi yang tipis dan ringan. Letakkan mainan warna-warni yang menarik perhatiannya di sudut tempat diletakkannya bantal dan selimut tadi. Pancing bayi agar merangkak mendekati mainan tersebut. Biarkan si bayi menabrak selimut dan bantal tersebut. Ia akan kaget jika wajahnya tertutupi selimut atau bantal. Jangan dibantu, biarkan ia menggunakan tangannya untuk membebaskan diri.

USIA 7-12 BULAN

Memegang botol, cangkir, atau gelas sendiri.

Berikan botol susu atau gelas khusus ke tangan bayi. Biarkan ia memegang sendiri, tak perlu dibantu. Lambat laun, bayi akan terbiasa untuk memegang botol atau gelasnya sendiri.

Makan dan minum sendiri sambil duduk.

Dudukkan bayi di tempat yang bersih dimana ia harus makan. Sediakan biskuit/roti/buah yang dipotong kecil-kecil atau bubur bayi berikut peralatan makannya. Ajari bayi memegang sendok kemudian mengambil makanan dan menyuapkan ke dalam mulutnya. Selanjutnya, biarkan bayi melakukan sendiri sehingga ia menyadari rambu-rambu kapan harus menyendok dan memasukkan ke mulut. Tentunya setelah makanan yang ada di mulutnya habis.

Menggunakan dua tangan bersamaan.

Berikan di tangan kanannya biskuit atau makanan lainnya yang dapat dipegang. Kemudian, di tangan kirinya berikan sendok atau mainan yang tak membahayakan. Sambil makan biskuit, mintalah bayi untuk menggerakkan tangan kirinya atau memukul-mukulkan sendoknya ke lantai.

Merentangkan tangan dan mengangkat kaki.

Saat akan memakaikan baju pada bayi, katakan padanya, “Ayo sekarang kamu akan pakai baju, coba angkat tanganmu supaya Ibu dapat memakaikan bajumu. Sekarang tangan lainnya. Hupp, pintar.” Gunakan cara yang sama untuk memakaikan celananya.

Turun sendiri dari tempat tidur rendah atau sofa.

Contohkan bayi bagaimana menggeser tubuhnya ke pinggir tempat tidur. Kemudian, dalam posisi tengkurap mintalah bayi untuk menurunkan kakinya yang kanan ke bawah. Selanjutnya, kaki kirinya sambil tangannya tetap berpegangan di tempat tidur.

Kemampuan melepaskan topi, kaus kaki, sepatu sendiri.

Setelah jalan-jalan, lepaskan topi atau kaus kaki si kecil sambil memperlihatkan caranya. Sesudah itu, cobalah pasang kembali topinya, si kecil pasti akan menariknya karena merasa gerah sehabis jalan-jalan. Tanpa diajarkan, bayi juga akan mencoba menarik-narik kaus kaki hingga akhirnya berhasil. Jika sambil bermain bersama, bayi akan lebih bergairah. Khusus sepatu, sebagai langkah awal pilihkan yang dilengkapi perekat (velcro) agar mudah.

 

Konsultan Ahli:

Dini Santiko Budi-Kurniawan, S.Psi.,

dari Biro Konsultasi Philemena, Bekasi

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: