KIAT MERAWAT BAYI SUPERMUNGIL

nakita.gif

Semakin rendah berat badan bayi semakin khusus penanganannya.


Beberapa bulan lalu pernah dilansir berita tentang bayi dengan berat badan kurang dari 1000 gram yang ditolak beberapa rumah sakit karena kemiskinan orangtuanya. Bayi supermungil yang dikategorikan sebagai bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLR) atau extremely low birth weight tentu saja tidak cukup dirawat di rumah sakit sederhana tanpa inkubator apalagi ventilator. Kondisi ini tentu mengancam jiwa sang bayi.

Benak orangtua lantas bertanya-tanya, apakah yang dimaksud dengan berat badan lahir rendah (BBLR)? Apa pula penyebabnya? Apa risiko yang mengancam jika tidak ditangani optimal dengan fasilitas khusus? Bagai-mana perawatan, dan masih banyak lagi.

KATEGORI BBLR

Normalnya, berat badan bayi saat lahir minimal 2.500 gram. Jika kurang dari itu bisa dikategorikan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR sendiri dibagi lagi menjadi tiga. Jika beratnya kurang dari 1.000 gram dikategorikan extremely low birth weight, 1.000-1.499 (very low birth weight), dan 1.500 – 2.499 (low birth weight) atau BBLR.

Kebanyakan kasus bayi dengan BBLR disebabkan kelahiran belum cukup bulan. Seperti diketahui, saat di kandungan janin terus tumbuh dan berkembang hingga siap dilahirkan di usia kehamilan 9 bulan. Lantaran itulah jika bayi sudah keburu lahirpadahal usia kandungan belum mencapai 9 bulan sangat mungkin berat badannya masih kurang.

Ada beberapa alasan mengapa bayi dilahirkan lebih dini. Di dalam dunia medis, jika ibu dan janin terancam nyawanya, maka yang menjadi prioritas untuk diselamatkan adalah si ibu. Tindakan semacam ini biasanya dilakukan pada ibu hamil yang menderita hipertensi, perdarahan, plasenta previa, solusio plasenta, kontraksi berlebihan, dan lain-lain. Alasan lain, bisa juga karena nyawa bayi terancam, misal, aliran darah plasenta dari ibu ke janin terganggu, sehingga janin berisiko mati di dalam kandungan. Bayi pun mesti dilahirkan segera.

Meski begitu, tidak sedikit bayi yang cukup bulan atau bahkan bayi dismatur (dilahirkan saat usia kandungan lebih dari 9 bulan) menderita BBLR. Asupan nutrisi dari ibu ke janin yang kurang baik dalam segi kualitas maupun kuantitas merupakan salah satu penyebabnya. Bisa juga karena peredaran darah ibu hamil yang terganggu, sehingga distribusi makanan dari ibu ke janin lewat plasenta tidak berfungsi maksimal. Kondisi ini biasanya dipicu oleh tekanan darah tinggi, preeklamsia, diabetes, dan lain-lain. Keadaan plasenta yang tidak baik, seperti plasenta previa, juga dapat membuat asupan nutrisi ke janin terhambat.

Kemungkinan lain adalah kehamilan kembar. Jadi meski kuantitas dan kualitas nutrisi ibu hamil baik tapi karena janinnya lebih dari satu maka para janin pun harus “berebutan” dalam memperoleh makanan. Alhasil, perkembangan masing-masing calon bayi pun jadi tidak optimal. Tak heran, sebagian besar bayi kembar, terutama yang lebih dari dua, umumnya mengalami BBLR.

RISIKO BBLR

Prinsipnya, semakin kecil berat badan bayi semakin besar ancaman kesehatannya serta semakin kompleks dan khusus juga penanganannya. Kemungkinan hidup dan kualitas hidupnya juga semakin rendah. Artinya, bayi mungkin saja hidup tetapi mengalami cacat fisik atau mental.

Bayi BBLR prematur di bawah 1500 gram, contohnya dapat mengalami berbagai risiko, seperti di bawah ini:

* Gangguan napas akibat paru-paru yang belum matang.

* Jaringan otak yang belum sempurna membuat bayi prematur dengan BBLR dapat kekurangan oksigen dan berisiko mengalami perdarahan di otak.

* Sirkulasi darah umumnya bermasalah karena belum menutupnya duktus arteriosus (saluran penghubung aorta dan arteri paru-paru kiri) dikarenakan otot yang lemah atau hormon yang mengatur penutupan duktus arteriosus kurang. Akibatnya bayi bisa mengalami gagal jantung.

* Kekebalan tubuh bayi prematur yang sangat rendah pun membuatnya rentan terkena infeksi.

* Menderita hipotermia (suhu badan yang sangat rendah) karena pengaturan suhu di tubuhnya belum sempurna. Bayi bisa mengalami kedinginan dan apnea (henti napas sementara). Maka itu, bayi dengan BBLR perlu dirawat dalam inkubator.

* Mengalami gangguan saluran cerna yang ditandai dengan perut kembung, muntah berwarna kehijauan, buang air besar berdarah.

* Kadar bilirubin tinggi yang menyebabkannya menderita kuning. Ini berkaitan dengan fungsi hatinya yang belum optimal.

* Kemampuan mengisap dan menelan yang belum sempurna. Lantaran itu, asupan akan diberikan lewat sedotan atau pipet. Semakin muda dan kecil berat bayi maka pemberian nutrisinya semakin sulit.

Sementara itu, risiko kesehatan bayi cukup bulan dan dismatur yang mengalami BBLR, biasanya tidak sebesar bayi prematur. Fungsi organ-organ vitalnyaseperti otak dan paru-parubiasanya sudah berjalan baik. Gangguan umum yang dialami mereka adalah gangguan pencernaan dan ikterus/kuning yang hanya memerlukan perawatan jangka pendek. Beberapa bayi dismatur mesti menjalani perawatan di rumah sakit, jika ada indikasi membahayakan kesehatan seperti ketidakmatangan organ yang disinggung di atas, meski tidak sedikit pula yang dibolehkan pulang.

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Secara prinsip, semua rumah sakit di tanah air sudah bisa merawat bayi dengan BBLR kecuali yang disertai ketidakmatangan organ-organ vital seperti paru-paru dan jantung yang hanya dapat ditangani oleh rumah sakit dengan fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ruang NICU adalah ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital. NICU sendiri merupakan sarana yang terdapat pada level perawatan 3.

Untuk diketahui, level perawatan pasien di rumah sakit dibagi tiga bagian. Level 1 merupakan perawatan biasa; pasien dirawat di ruang atau kamar biasa dan tidak memerlukan alat atau fasilitas khusus. Pada level 2, ruang perawatan memerlukan monitor dan inkubator. Sedangkan di level 3, selain monitor dan inkubator, ruangan juga mesti difasilitasi ventilator. Monitor berfungsi untuk mengontrol detak jantung dan otak. Sedangkan ventilator untuk membantu sistem pernapasan. Bayi BBLR umumnya dirawat di level 2 dan 3. Dokter anak khususnya bagian perinatologi sangat berperan dalam perawatan dan pengobatan kasus-kasus seperti ini.

Soal lamanya waktu perawatan pasien bayi dengan BBLR tentu tergantung kasus. Namun biasanya mereka diperbolehkan pulang jika sudah mendekati tanggal kelahiran idealnya. Contoh bayi yang dilahirkan 6 minggu lebih dini dari seharusnya, biasanya mesti menjalani perawatan di rumah sakit kurang lebih 4 minggu, atau lebih cepat dua minggu dari kelahiran idealnya. Pertimbangan lainnya, bayi akan dipulangkan jika kondisi tubuhnya sudah stabil, organ-organ vitalnya sudah berfungsi baik, dan berbagai risiko yang mengancam sudah bisa dihindari. Salah satu indikatornya adalah kemampuan bayi untuk mengisap atau buang air besar dan kecil sudah baik.

Oleh sebab itu pemulangan paksa pasien bayi dengan BBLR oleh orangtua/keluarga sangat tidak disarankan karena ia dapat mengalami berbagai risiko kesehatan, seperti infeksi, gagal napas, gagal jantung, dan sebagainya.

PERAWATAN DI RUMAH

Nah, setelah bayi dizinkan keluar dari rumah sakit, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan orangtua pada minggu-minggu pertama bayi di rumah, di antaranya:

1. PERHATIKAN SUHU KAMAR

Meski tidak memerlukan lagi inkubator, usahakan kamar tidurnya tetap hangat agar bayi tetap nyaman. Jangan terlalu panas tapi juga tidak dingin. Ini karena pengaturan suhu tubuhnya belum berfungsi optimal. Segera kenali jika ditemukan tanda-tanda si kecil kepanasan maupun kedinginan, dengan meraba lengan, tengkuk, kaki, dan bagian tubuh lain.

2. JAUHKAN DARI SUARA BISING DAN CAHAYA SILAU

Lihatlah perkembangan indra penglihatan dan pendengarannya. Hindari suara bising seperti menyetel musik terlalu keras, juga hindari cahaya silau yang bisa merusak kedua indra tersebut. Cahaya redup sangat penting untuk bayi saat dirawat di rumah.

3. HINDARI INFEKSI

Jaga agar semua peralatan dan perlengkapannya tetap steril. Jika sudah menggunakan botol, usahakan selalu mensterilkan botol dengan cara memanaskan selama 15 menit dalam air/uap mendidih sebelum digunakan. Lakukan sekurang-kurangnya hingga bayi berumur 6 bulan. Hal yang sama berlaku untuk peralatan makan. Tempat tidur, bermain juga harus terjaga kebersihannya. Hindari kontak dengan orang dewasa sakit.

4. NUTRISI MESTI CUKUP

Khususnya nutrisi. Lakukan pemberian sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering. Ini karena volume lambung bayi masih kecil. ASI adalah makanan terbaik bayi, termasuk bayi prematur karena mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya. Jika ada gangguan menyusui, seperti ada kelainan pada payudara, ibu bisa menggantinya dengan susu formula yang dikhususkan bagi bayi prematur. Pemberian suplemen dan multivitamin perlu dikonsultasikan dengan ahli, seperti juga pemberian makanan padat dan jadwal imunisasi.

5. JANGAN OVERPROTEKTIF

Hindari memperlakukan si kecil sebagai anak istimewa, Karena bisa menyebabkan kemandiriannya terganggu. Berikan stimulasi seperti kepada anak-anak lainnya, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi cerdas dan tangguh.


Konsultan ahli:

dr. Rudy Firmansyah B. Rifai, Sp.A.,

dari RSAB Harapan Kita, Jakarta

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: