AGAR TETAP LEKAT DENGAN SI BAYI

nakita.gif

Yakinlah Ibu punya banyak kelebihan dibanding pengasuh pengganti.


Sejak dalam perjalanan dari tempat kerja menuju rumah, Anda sudah membayangkan betapa senangnya bermain bersama si buah hati. Namun apa yang terjadi? Ketika Anda hendak meraih si kecil dari gendongan pengasuhnya, si kecil malah meronta-ronta dan menangis tak mau lepas dari si pengasuh. Duh, hancurnya hati ini! Betapa Anda cemburu dan iri pada si pengasuh. Lebih dari itu, tentu Anda tak ingin posisi sebagai ibu digantikan oleh si pengasuh. “Kan, aku yang mengandung dan melahirkannya!”

Walau begitu, Anda tak perlu uring-uringan bila si kecil lebih memilih pengasuhnya. Langkah tepat yang perlu ilakukan adalah menunjukkan pada si kecil bahwa Anda adalah ibunya yang lebih lembut dan pintar.

AMBIL HATI

Sebetulnya, gampang kok, mengambil hati si kecil agar ia selalu lekat dengan ibu ketimbang pengasuhnya. Ini dia caranya:

* Alihkan perhatiannya dari si pengasuh, bisa dengan mendongengkan kisah yang menarik atau menyanyikan lagu yang merdu. Setelah si kecil mulai tertarik, barulah Anda mengambil-alih dan mengajaknya bermain. Dalam batinnya akan muncul keyakinan, ternyata bermain dengan ibu memang lebih menyenangkan.

* Lakukan tugas mengurus si kecil setelah kita berada di rumah sepulang dari kantor atau beraktivitas di luar, antara lain menggantikan popok/celana sehabis pipis, menyuapi makan, membacakan buku cerita, bermain, dan menidurkan. Selain agar tetap dekat dengan anak, kita pun memberi kesempatan kepada si pengasuh untuk berisitirahat setelah sedikitnya 10 jam mengurusi keperluan si kecil. Semestinya, tugas ini juga dilakukan pada hari-hari libur bersama-sama dengan ayah.

* Tidurlah seranjang dengan bayi agar ketika ia bangun, wajah ibu dan ayahlah yang pertama kali terlihat. Kebersamaan ini menimbulkan rasa aman dan akhirnya kelekatan. Bayi pun masih kerap terbangun di malam hari untuk menyusu dari ibunya. Inilah momen yang juga membangun kelekatan ibu dan bayi. Tak perlu risau dengan kuantitas waktu, karena bila dihitung-hitung pun jumlah waktu ibu dan si pengasuh bersama si kecil sama banyaknya kok.

* Selama bersama si kecil, peluk dan ciumlah ia. Ajak bicara, menyanyi, atau mendengarkan dongeng. Lakukan semua itu dengan penuh perasaan. Tanamkan pada si kecil, “Ini lo ibumu. Ibu bisa bernyanyi lebih merdu, memeluk lebih hangat, dan mendongeng lebih seru dibanding si Mbak.”

* Seratus meter sebelum tiba di rumah, lakukan meditasi ringan, buang segala kekesalan atau problema di kantor. Tanamkan niat, ini adalah waktuku bersenang-senang dengan buah hatiku. Buang semua permasalahan di kantor. Niatkan diri untuk bermain dan bersenang-senang bersama si bayi. “Aku harus ceria, karena aku akan bertemu dengan anakku.” Setibanya di rumah, setelah menyapa si kecil dan bermain sebentar, pamitlah padanya dan sempatkan mandi agar tubuh segar kembali sehingga Anda lebih siap bercengkerama dengannya.

MANFAAT PLUS

Saat bersama si kecil, ibu juga dapat memanfaatkannya untuk mengajarkan kemandirian. Contoh, bila bersama pengasuhnya, si kecil selalu disuapi dan dila-yani. Nah, saat bersama ibunya, cobalah meminta si kecil untuk melakukan sendiri kegiatan makannya. Ini dapat dilakukan bila bayi sudah berusia 9 bulan ke atas.

Selain itu, kesempatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki atau mengubah perilaku salah si kecil yang disebabkan pola asuh kurang tepat dari si pengasuh. Tanamkan pula kesadaran bahwa bersama ibu, kamu lebih aman dan lebih senang. Dengan begitu, saat ditinggal untuk berangkat kerja pun, si kecil menyadari bahwa nanti ibunya akan kem-bali dan bermain bersamanya lagi. Bayi pun tidak akan merajuk saat ibunya pamit untuk pergi.

TANGGAPI DONG

Sebetulnya, kemungkinan bayi menolak “berdekat-dekat” dengan ibunya tak lain karena tanpa disadari ibu kerap menolak si kecil. Contoh, setiap malam bayi merengek menyambut ibu yang baru datang. Namun, ibu tidak langsung menanggapinya dan malah menolak dengan mengalihkan, “Nanti dulu ya Ibu masih capek nih. Mau mandi dan istirahat dulu. Kamu sama Mbak, ya, baru nanti sama Ibu.”

Inilah pentingnya mengontrol emosi. Selelah apa pun kita, anak harus ditangani dan diberi perhatian. Jika ia merengek minta perhatian, tidak tepat kalau Anda malah memarahinya, mencubit, atau mendiamkannya. Berbagi tugas mengasuh anak dengan suami juga merupakan cara yang baik untuk menjaga kestabilan emosi ibu.

DAMPAK BAYI-ORANGTUA TAK DEKAT

* Tidak muncul rasa percaya pada orang lain. Akibatnya, si anak kelak punya sifat penakut dan tidak percaya diri.

* Kemampuan kognitif dan bahasanya kurang berkembang karena mungkin stimulus yang diberikan oleh pengasuh tidak maksimal. Orangtua tentunya memiliki pengetahuan yang lebih luas daripada pengasuhnya.

* Kelak, muncul perilaku tidak aman yang dapat ditunjukkan dengan sikap pencemas, mengemut jari, mengigit kuku, sulit bersosialisasi, cengeng, atau agresif. Perilaku ini muncul karena si kecil tidak memperoleh rasa aman dari ibunya. Atau, bisa jadi si pengasuh lebih banyak menakuti-nakutinya.


Konsultan Ahli:

Rahmi Dahnan, Psi.,

dari Biro Konsultasi Buah Hati, Jakarta

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: