Ibu Sibuk, ASI Tetap Melimpah.

parent-guide.jpg
Berita gembira bagi ibu menyusui yang punya segudang kesibukan: produksi ASI bisa tetap melimpah jika konsisten menjalankan aturan mainnya.

“Inginnya sih menyusui eksklusif 6 bulan, terus menyusui sampai 2 tahun. Tapi… saya sibuk sekali. Ibu yang sibuk biasanya kan ASI-nya sedikit, atau malah tidak keluar… “
 
Kita – ibu-ibu supersibuk yang tengah hamil dan berencana menyusui eksklusif plus menyusui sampai 2 tahun, atau yang saat ini baru saja melahirkan – mungkin agak akrab dengan excuse statement seperti ini. Tapi, jika kita sungguh-sungguh ingin menyusui, cobalah ikuti ‘aturan main’ berikut ini secara konsisten. 

  1. Pelihara terus keyakinan bahwa kita mampu memberi ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, jika kita memang mau. You are what you think! Kalau kita percaya dan yakin mampu menghasilkan banyak ASI, maka dengan izin Yang Maha Kuasa, kita pasti mampu. Banyak ibu sibuk yang telah membuktikannya.  
  2. Jangan mulai memberi makanan “minuman lain sebelum benar-benar perlu, dan jangan mengenalkan botol “empeng. Kerap terjadi, jauh hari sebelum masa istirahat melahirkan habis, bayi sudah diberi makanan “minuman lain, atau dikenalkan botol “empeng sebagai ‘latihan’. Padahal bayi (bahkan yang amat kecil) dapat minum dari cangkir. Dan mengajarkan bayi dan pengasuhnya memakai cangkir, hanya perlu waktu 1 minggu sebelum kita kembali ke kesibukan kita.
  3. Terus menyusui di malam hari, pagi-pagi sebelum meninggalkan bayi, dan kapan saja kita ada bersama bayi. Menyusui malam hari amat diajurkan karena tiga hal. Pertama, di malam hari tubuh ibu lebih banyak menghasilkan prolaktin (hormon pemicu produksi ASI). Kedua, prolaktin membuat tubuh ibu rileks, kadang mengantuk, sehingga biasanya ibu bisa istirahat dengan baik walau harus bolak-balik menyusui. Ketiga, hormon-hormon lain yang berhubungan dengan prolaktin akan menekan ovulasi, sehingga membantu ibu menunda kehamilan baru.
  4. Belajar memerah ASI segera setelah melahirkan. Ini agar kita piawai dan lebih mudah melakukannya di tengah kesibukan kita kelak. Hasil perahan bisa ditabung di freezer untuk dipakai latihan minum dari cangkir, untuk persediaan saat kita sudah kembali bekerja, untuk diberikan pada bayi lain, atau apa saja terserah kita.
  5. Jika tidak punya persediaan ASI perah, perah ASI sebanyak kita mampu sebelum meninggalkan rumah, agar pengasuh bisa memberikan dengan cangkir pada bayi. Bangunlah setengah jam lebih pagi. Bila sedang terburu-buru, mungkin kita tidak bisa memerah ASI cukup banyak. Satu cangkir isi 200 ml cukup untuk minum 3 kali sehari @ 60-70 ml. Setengah cangkir (atau kurang) cukup untuk 1 kali minum. Berapa pun yang dapat kita perah, syukurilah! Berpikir positif penting untuk mempertahankan percaya diri, dan percaya diri penting untuk kelangsungan produksi ASI.
  6. Susui bayi setelah memerah ASI (di rumah). Menyusui lebih efektif untuk mengosongkan payudara, dibanding memerah. Pengosongan payudara penting sekali, karena tubuh akan memproduksi ASI sesuai pengosongan payudara (pengeluaran ASI dari payudara).
  7. Saat tidak bersama bayi, perah ASI 2-3 jam sekali (atau ketika payudara terasa ‘penuh’) selama 10-15 menit untuk masing-masing payudara. Jangan lupa, proses pengosongan amat mempengaruhi kapasitas produksi ASI kita.   

Semoga keyakinan dan kesungguhan kita berusaha berbuah manis! Selamat menyusui, selamat bersibuk-ria! PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: