Hii…Di Dalam Ada Dua Bayi!

parent-guide.jpg

Mendapatkan dua orang anak sekaligus memang menyenangkan. Tetapi, Anda juga harus mewaspadai risiko selama mengandungnya.

Fenomena kelahiran kembar adalah fenomena paling menakjubkan. Bagaimana tidak, dari satu tubuh (ibu) dapat lahir dua manusia, bahkan tiga, empat atau enam sekaligus! Bila orang lain saja merasa takjub, Anda bisa membayangkan si orangtuanya sendiri. Kehamilan kembar memang sudah menjadi bagian dari sejarah peradaban manusia. Kasusnya pun kini semakin meningkat saat ini, tanpa pernah ada riset yang dapat menunjukkan sebab peningkatan itu.

Tanda Hamil Kembar

Biasanya, hanya satu sel sperma yang bisa membuahi sel telur. Nah, kehamilan kembar bisa terjadi bila sel telur yang telah dibuahi membelah diri menjadi dua. Kemudian, kedua sel ini berkembang dan tumbuh menjadi janin kembar di dalam satu rahim. Proses kehamilan ini disebut kehamilan monozigot. Anak kembar yang berasal dari proses ini memiliki wajah yang sangat sulit dibedakan (identik).

Ada juga anak kembar yang wajahnya sangat berbeda. Tetapi seperti kakak-beradik yang wajahnya mirip, mereka pun bisa berwajah mirip. Jenis kelaminnya bisa perempuan, laki-laki, bahkan kombinasi keduanya. Mereka tumbuh dari dua sel telur yang berbeda. Proses ini disebut kehamilan dizigot atau fraternal. Janin dari pembuahan ini berkembang dengan plasenta dan kantung ketuban yang berbeda.

Jika Anda penasaran apakah mengalami hamil kembar atau tidak, ada berapa ‘tanda’ yang dapat meyakinkan Anda. Anda boleh yakin bila :

  1. 1. Muncul ‘Feeling’
    Anda mungkin akan punya ‘feeling’ atau insting bahwa dalam rahim Anda ada lebih dari satu janin. Jangan menyepelekan insting ini. Beberapa ibu hamil yang mengandung anak kembar mengungkapkan bahwa mereka merasakan adanya janin kembar sejak dinyatakan hamil.
  2. Sering Mual / Morning Sickness
    Jika jumlah janin lebih dari satu, tingkat hCG (human chrionic gonadotropin) atau ‘hormon kehamilan’ biasanya lebih tinggi. Anda pun cenderung lebih sering mengalami morning sickness bahkan all-day sickness.
  3. Gejala Kehamilan Meningkat.
    Kehamilan kembar menyebabkan peningkatan sirkulasi hormon di dalam sistem tubuh. Karenanya, payudara terasa sangat lunak, frekuensi berkemih lebih sering, rasa lapar sepanjang hari, dan sangat lelah. Semakin bertambah usia kehamilan, bernafas semakin sulit, bengkak di tangan dan kaki, dan pertambahan berat badan, pembesaran perut, pergerakan janin yang berlebihan.
  4. Berat Badan Meningkat Pesat
    Bila kenaikan berat badan di trimester pertama di atas rata-rata, itu menunjukkan adanya dua janin atau lebih di rahim Anda. Tak perlu cemas dengan kondisi ini asal pola makan tetap baik. Jurnal Obstetri dan Ginekologi Amerika malah menekankan pentingnya pertambahan bobot ini pada kehamilan kembar. Sebab, kenaikan bobot di awal trimester kedua memiliki pengaruh yang sangat besar pada berat lahir.
  5. Ukuran Perut Lebih Besar
    Ukuran perut Anda akan tampak lebih besar dibandingkan usia kehamilan. Di usia kehamilan 8 pekan, ukuran rahim akan tampak seperti 10-12pekan. Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan ultrasonografi.
  6. Alpha Fetoprotein (AFP) Meningkat.
    Ini adalah protein yang diproduksi oleh bayi dan ditemukan di dalam darah ibu. Lebih dari separuh kehamilan kembar bisa dideteksi dengan tes AFP. Tetapi, tingginya kadar AFP juga bisa mengindikasikan cacat tuba saraf (neural tube defect).
  7. Terdengar Dua Detak Jantung.
    Saat tes Doppler, sekitar pekan ke-12, ditemukan dua detak jantung yang berbeda. Pada usia 28 pekan, saat dilakukan pemeriksaan perut akan terlihat dua kepala janin dan jumlah anggota tubuh lain yang lebih banyak.
  8. USG Positif.
    Bila Anda yakin mengandung janin kembar, USG bisa dilakukan lebih awal. Enam pekan setelah haid terakhir, hasil USG akan memperlihatkan dua kantung kehamilan, dua embrio, dan dua denyut jantung.

Lebih Berisiko

Mengandung janin kembar memang menyenangkan, bahkan menjadi masa yang membahagiakan bagi beberapa pasangan suami istri. Tetapi, kehamilan kembar juga memiliki risiko lebih banyak mendatangkan masalah :

  • Kelahiran Prematur. Sekitar separuh kehamilan kembar berakhir dengan kelahiran  prematur. Semakin banyak janin yang dikandung, semakin tinggi risiko lahir prematur.
  • Kehamilan disertai tekanan darah tinggi. Kondisi ini biasanya muncul lebih awal, bahkan lebih parah dibandingkan pada kehamilan tunggal. Selain itu, risiko placenta abruption (plasenta lepas terlalu dini) pun lebih besar.
  • Anemia. Risiko anemia dua kali lipat dibandingkan kehamilan tunggal.
  • Cacat lahir. Peluang cacat bawaan — seperti cacat tuba saraf, jantung, gastrointestinal — meningkat dua kali lipat pada bayi kembar.
  • Keguguran. Risiko keguguran pada trimester pertama lebih besar pada kehamilan ganda. Kadang-kadang, bisa diiringi atau tidak, oleh perdarahan.

Karena risiko yang dihadapi lebih besar, Anda harus mempersiapkan diri dengan sangat baik. Tapi jangan terlalu cemas menghadapinya. Yang penting, Anda merawat kehamilan dengan baik dan memastikan asupan gizinya terpenuhi dengan baik pula. I PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: