Bila Muntah Tak Kunjung Berhenti…..

parent-guide.jpg

Bayi Anda belum selesai makan tetapi tiba-tiba saja, makanan yang tadi ditelannya termuntahkan. Kenapa ya?

Mayang (29 tahun) sangat menguatirkan kondisi Mulan (6 minggu), anak pertamanya. Bagaimana tidak? Setelah makan, si kecil selalu saja mengeluarkan atau memuntahkan susu yang baru saja diminumnya. Tak hanya dari mulut, susu juga keluar dari kedua lubang hidung Mulan yang mungil. Berbahayakah kondisi ini bagi kesehatan Mulan?

Muntah yang dialami, apakah itu pada bayi yang mendapatkan air susu ibu atau susu formula, sebenarnya umum disebut ‘gumoh’. Perilaku yang kerap ditunjukkan oleh lebih dari setengah bayi berusia kurang dari enam bulan ini sering membuat orangtua bingung.

Muntah versus Gumoh

 “Gumoh terjadi jika sebagian isi lambung keluar melalui mulut secara pasif dan tidak disertai kontraksi otot perut. Biasanya itu karena kebanyakan makan atau kegagalan bayi mengeluarkan udara yang tertelan,” jelas Dr. Sri Sulastri Katarnida, Sp.A, spesialis anak dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gumoh biasanya terjadi sesaat setelah bayi  makan, dimulai pada pecan-pekan pertama kehidupannya.

Gumoh pun lebih disebabkan oleh belum matangnya otot-otot yang menghubungkan tenggorokan dengan mulut. Saat makan, udara ikut masuk ke dalam lambung bersama
dengan makanan. Ketika udara terdorong keluar, cairan atau makanan pun ikut keluar. Itulah sebabnya, isi lambung gampang kembali ke mulut.

Tapi, dengan semakin matang dan kuatnya otot-otot gumoh akan hilang. Umumnya, setelah bayi mulai duduk dan berdiri, frekuensi gumoh atau muntah mulai berkurang karena cairan lebih mudah turun ke lambung. Jadi, Anda tak perlu cemas menghadapi perilaku bayi sebab ini adalah gejala alami dan biasa terjadi pada bayi.

Muntah

Berbeda dengan gumoh, muntah adalah pengeluaran isi lambung melalui mulut dengan kekuatan secara aktif. Muntah terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot perut yang sangat kuat. Cairan muntah yang keluar biasanya lebih banyak dibandingkan gumoh, lebih dari 10 cc.

Tak hanya dari mulut, muntah juga bisa keluar dari hidung. Anda tak perlu mencemaskan kondisi ini,  karena mulut, tenggorokan, dan hidung memiliki saluran yang sama. Tapi tetaplah waspada, “Muntah lewat hidung bisa menimbulkan aspirasi isi muntahan ke dalam saluran pernafasan (paru-paru), dan menyebabkan jalan nafas tersumbat,” imbuh Sri. Bila cairan masuk ke paru-paru, akan mengakibatkan infeksi (pneumonia) di paru-paru. Akibat yang paling buruk, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Waspadai Jika

Muntah yang terus menerus dan tak membaik walaupun telah diobati harus diwaspadai. Sebab muntah bisa berlanjut dengan dehidrasi (kekurangan cairan). Si kecil menjadi lemas, bibir dan lidahnya kering, terlihat haus, jarang berkemih, dan panas. Berikut bentuk muntah yang perlu diwaspadai:

  • Muntah berwarna hijau. Ini menandakan adanya kelainan pada saluran pencernaan, yaitu di bawah usus duabelas jari. Warna hijau berasal dari cairan empedu.
  • Muntah disertai darah. Hal ini menandakan terjadi luka di tenggorokan akibat bayi sering muntah jika hanya berupa bercak darah. Tetapi jika darah cukup banyak, kemungkinan ada pembuluh darah yang pecah.
  • Muntah akibat keracunan. Bayi mengalami muntah dan diikuti diare. Ini bisa terjadi bila pengasuh kurang menjaga kebersihan saat membuatkan minum untuk bayi
    atau botol belum steril. Selain menyebabkan keracunan, keadaan ini bisa memicu infeksi saluran pencernaan.
  • Muntah keluar seperti air mancur. Hal ini menunjukkan adanya kelainan pada susunan saraf pusat di otak bayi. Kondisi ini biasanya terjadi setelah bayi terjatuh.

Muntah bisa dihentikan tetapi tergantung penyebabnya. Bila disebabkan oleh kelainan usus, muntah akan hilang setelah dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan penyebab kelainan tersebut. Bila penyebabnya infeksi, muntah baru berhenti setelah infeksi diobati.

Agar kulit bayi tidak terlalu lama kontak dengan bekas muntah, segera bersihkan tubuh bayi. Gunakan lap basah atau kering. Tindakan ini untuk mencegah iritasi atau kulit memerah.I PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: