KAPAN REFLEKS MENGISAP MUNCUL?

nakita.gif

Sejak berusia 13-15 minggu, janin sudah punya refleks mengisap.

Melalui USG munculnya refleks mengisap pada janin terlihat dari kemampuannya mengenyot jempol. Kemampuan mengisap ini akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia.

Nah, setelah dilahirkan, kemampuan mengisap bayi akan lebih kuat daripada sebelumnya diikuti refleks menelan. Terbukti, tanpa diajari ia bisa mengisap payudara ibu dan menelan ASI. Padahal mekanisme mengisap ASI membutuhkan daya yang besar dengan melibatkan gerakan menyedot sekaligus memerah.

Refleks mengisap ini muncul kala bayi merasa lapar. Bayi langsung menunjukkan reaksi ingin mengisap ketika ada sesuatu di dekat mulutnya. Coba saja sentuhkan salah satu jemari kita di bibirnya. Ia pasti akan mengarahkan mulutnya untuk mengisap jemari kita. Refleks ini tergolong refleks primitif yang membuat bayi mampu bertahan hidup.

Seiring dengan pertambahan usianya, bayi perlu mendapat makanan pendamping ASI di usia 6 bulan. Selain karena kebutuhannya akan zat gizi meningkat dan tak lagi tercukupi hanya dari ASI, secara bertahap bayi juga perlu dilatih untuk mengunyah dan menelan makanan. Dari makanan cair beralih ke semipadat hingga akhirnya kelak saat berusia setahun makanannya sama dengan menu keluarga.

Pelatihan ini akan membuat bayi kelak benar-benar siap mengonsumsi makanannya.

GANGGUAN ISAP DAN TELAN

Sayangnya, tidak semua bayi memiliki kemampuan mengisap yang baik. Banyak di antaranya yang mengalami kesulitan sehingga tak mampu mengisap ASI atau menelan makanan lainnya dengan sempurna. Bayi pun butuh cara khusus supaya minuman maupun makanan bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Mengapa dapat terjadi gangguan demikian?

LAHIR PREMATUR

Bayi yang lahir prematur atau bayi yang lahir dengan BB rendah (kurang dari 2.500 gram) kemungkinan belum bisa mengisap dan menelan dengan baik karena koordinasi otot-ototnya belum sempurna. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab gangguan koordinasi otot mulut dan kerongkongan. Akibatnya, sangat sulit mencegah kasus ini.

Yang bisa dilakukan hanyalah sebatas menjalani pola hidup sehat lewat asupan makanan bergizi ibu hamil, dan kontrol ke dokter kandungan secara teratur. Ibu yang memiliki penyakit khusus, diabetes misalnya, berkonsultasilah ke ahlinya.

FUNGSI SARAF PUSAT TERGANGGU

Umumnya, gangguan mengisap ini disebabkan terganggunya pembentukan saraf pusat sehingga refleks menelan dan mengisap bayi pun jadi tidak baik. Koordinasi otot mulut yang tidak baik mengakibatkan refleks menelan yang seharusnya otomatis teratur jadi terganggu. Akhirnya, air liur yang seharusnya bisa masuk ke kerongkongan dan lambung malah keluar lewat mulut.

KELAINAN BAWAAN

Kesulitan mengisap dan menelan juga dapat disebabkan oleh kelainan bawaan yang sudah diderita bayi begitu ia dilahirkan (bibir sumbing dan langit-langit belah, kerongkongan tidak terbentuk sempurna atau bahkan tersumbat). Gangguan genetik ini menyebabkan air liur bayi yang diproduksi secara teratur dan seharusnya ditelan masuk lewat kerongkongan malah keluar lewat mulut. Akibatnya, bayi terus-menerus ngeces. Bila terjadi demikian maka harus segera diperbaiki karena selain makanan dan minuman sulit masuk ke pencernaan, bisa saja bayi tersedak.

Jika organ mulut bayi yang sudah lahir harus dikoreksi, tindakan operasi merupakan jalan yang paling dianjurkan. Dokter akan mengoreksi kelainan-kelainan tersebut sehingga bayi dapat memenuhi kebutuhan makan dan minumnya dengan baik.

KELAINAN JANTUNG

Jika tidak ditemukan sumbatan maupun gangguan koordinasi otot kerongkongan, tetapi bayi kesulitan mengisap ASI, mungkin saja penyebabnya kelainan jantung. Apa saja ciri kelainan ini?

* Letih mengisap

Mengisap membuat bayi cepat letih. Baru sebentar mengisap, sekitar 2-3 menit, ia sudah berhenti menyusu dan terlihat kelelahan. Padahal bayi normal mampu menyusu ASI selama 5-10 menit tanpa beristirahat.

* Muncul kebiruan

Warna kebiruan akan muncul di beberapa tempat, seperti bibir dan ujung-ujung jari. Warna kebiruan ini akan tampak makin jelas bila ia sedang menangis.

* Detak jantung lebih keras

Cobalah rasakan detak jantung bayi. Gangguan jantung juga bisa dideteksi lewat detak jantung yang terasa berdebar-debar dan lebih cepat. Jika anak diketahui punya kelainan jantung, selain perlu mengikuti petunjuk pengobatan dari dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain, tingkat aktivitas sehari-hari. Anak dengan kelainan jantung yang agak berat tak boleh beraktivitas sampai lelah. Ini penting agar jantungnya tidak dipaksa bekerja berat.

Narasumber:

dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A (K)

dari RSUPN Cipto Mangunkusumo

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: