KAPAN BAYI KUNING PERLU TERAPI?

nakita.gif


C
ari tahu kadar bilirubinnya.


Semua bayi baru lahir ternyata akan mengalami kuning, tetapi tak semuanya perlu diterapi. Bila kadar zat kuning atau bilirubinnya masih normal (di bawah 12 mg/dl) dan kejadiannya di hari ke-2 hingga ke-4 sesudah hari kelahirannya (atau tidak lebih dari 2 minggu) maka bayi tak perlu dirawat di rumah sakit. Ia “hanya” mengalami apa yang disebut ikterus neonatus fisiologi atau kuning karena fungsi organ hatinya yang belum matang. Sebagian besar bayi memiliki organ hati yang belum matang dan kuningnya akan sembuh sendiri pada hari ke-7 seiring dengan kematangan organ hati. Bayi dengan kondisi seperti ini cukup diterapi di rumah dengan dijemur di bawah sinar matahari pagi (antara pukul 06.00 sampai 08.00) selama lebih kurang 30 menit.

Beda halnya jika bayi mengalami ikterus neonatus patologis atau tingginya kadar bilirubin akibat penyakit atau infeksi misalnya virus hepatitis, toksoplasma, sifilis, malaria, kelainan di saluran empedu, atau ketidakcocokan golongan darah (rhesus) dengan ibu. Tandanya, kadar bilirubin tetap tinggi walau bayi sudah berusia di atas 14 hari serta muncul demam dan/atau berat badan yang tidak bertambah. Kondisi seperti ini tentu perlu perawatan intensif di rumah sakit.

APA ITU BILIRUBIN

Bilirubin merupakan hasil pemecahan hemoglobin yang terkandung di dalam sel darah merah. Pada keadaan normal, sel darah merah (eritrosit) memiliki umur tertentu dan sel yang telah tua akan mengalami pemecahan sehingga hemoglobin yang terkandung di dalamnya keluar dan terurai menjadi zat yang disebut heme dan globin. Heme akan diubah menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirek).

Bilirubin indirek ini dalam kadar tinggi bersifat racun, sukar larut dalam air tetapi larut dalam lemak, sulit dibuang serta mudah melewati plasenta maupun membran pelindung otak. Lantaran itu organ hati harus memproses bilirubin indirek ini menjadi bilirubin direk yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar dan bercampur dengan feses atau kotoran. Jelas bukan, tinggi rendahnya kadar bilirubin tergantung pada kemampuan hati dalam memproses dan mengeluarkan zat tersebut.

LAIN DOKTER LAIN PENANGANAN

Kapan terapi diperlukan? Jangan bingung kalau jawabannya tidak seragam. Lain dokter bisa jadi lain patokannya. Begitu pula rumah sakit yang satu dengan lainnya. Ada dokter yang “melepas” bayi pulang padahal kadar zat kuningnya masih 13,5 mg/dl. Ada pula yang langsung menahan bayi di rumah sakit meski bilirubinnya baru 11 mg/dl untuk diterapi blue light (terapi sinar biru di rumah sakit yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin).

Semua ini tergantung pada sistem yang dianut masing masing dokter dan rumah sakit. Pengalaman dokter pun berperan besar dalam memastikan kapan si bayi harus diterapi dan kapan boleh pulang. Asal tahu saja, peningkatan bilirubin ke batas abnormal sering kali tidak terdeteksi. Itulah mengapa ada dokter yang sangat berhati-hati dan tidak memperkenankan bayi pulang jika hasil pemeriksaan bilirubinnya (masih) di atas 10. Alasannya, di atas angka tersebut kondisi bayi belum dapat dikatakan benar-benar aman.

GEJALA KUNING

Terkadang kadar zat kuning pada bayi meningkat tiba-tiba. Ini tentu perlu diwaspadai. Bilirubin merupakan produk yang bersifat racun bagi tubuh jika jumlahnya berlebihan. Cara mendeteksi hiperbilirubin yang paling akurat tentu saja dengan tes darah di laboratarium. Namun beberapa gejala dapat menunjukkan bahwa bayi mengarah pada kondisi tersebut:

* Bagian putih bola mata bayi terlihat kuning.

* Bila kulitnya ditekan beberapa detik akan terlihat warna kekuning-kuningan (kuning pada bayi sulit tampak hanya dengan penerangan lampu tapi mudah dilihat dengan cahaya matahari).

* Malas menyusu/tidur terus-menerus. Bila gejala tersebut muncul, tindakan yang perlu dilakukan:

* Jangan memberi sembarang obat-obatan kepada bayi.

* Jangan biarkan bayi “puasa” terlalu lama. Berikan ASI sesering mungkin atau tiap 2 jam sekali.

* Mengira-ngira penyebabnya. Jika usia si kecil masih di bawah 2 minggu kemungkinan ia hanya mengalami ikterus neonatus fisiologis yang akan hilang sendiri. Namun bila usianya sudah lebih dari itu bisa jadi ia mengalami ikterus neonatus patologis yang harus diteliti oleh dokter lebih lanjut.

* Ikterus neonatus fisiologis meski wajar tetap perlu diwaspadai. Pada beberapa kasus, kadar bilirubinnya dapat melebihi batas. Bila seluruh tubuhnya tampak kuning dan kemampuan bayi untuk minum susu berkurang, bawalah ia segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

POTENSI HIPERBILIRUBIN

Ada pada bayi yang:

* Lahir dari ibu yang pernah melahirkan bayi kuning sebelumnya.

* Lahir dari ibu yang menderita anemia (kadar Hb kurang).

* Golongan darahnya tidak sama dengan golongan darah ibu (contoh, ibu bergolongan darah O, bayi golongan darah A atau B) atau adanya ketidakcocokan rhesus (ibu memiliki rhesus negatif sementara bayi memiliki rhesus positif).

* Kurang minum di detik-detik dan hari-hari pertama kehidupannya.

* Lahir dengan bantual alat vakum

* Berasal dari golongan ras tertentu. Bayi dari ras Mediterania di Asia timur memiliki kecenderungan mengalami hiperbilirubin.

WASPADA JIKA…

* Bila kuning timbul dan terlihat pada usia 24 jam pertama setelah bayi lahir.

* Kuning yang berkepanjangan (lebih dari 8 hari untuk bayi yang cukup bulan atau lebih dari 14 hari untuk bayi prematur).

* Bayi kuning tapi fesesnya tidak kuning melainkan agak dempul.

Jika terdapat gejala seperti ini, segera laporkan ke dokter.

TABEL TERAPI

Berikut tabel yang menggambarkan kapan bayi perlu menjalani fototerapi dan penanganan medis lainnya, sesuai anjuran The American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 1994.

* BAYI LAHIR CUKUP BULAN (38-42 minggu)


Usia bayi (jam) Pertimbangkan terapi sinar Terapi sinar Transfusi tukar bila terapi sinar intensif gagal Transfusi tukar dan terapi sinar intensif
  Kadar bilirubin Indirek serum mg/dl  
<24        
25-48 >9 >12 > 20 >25
49-72 >12 >15 >25 >30
>72 >15 >17 >25 >30

* BAYI LAHIR KURANG BULAN PERLU FOTOTERAPI JIKA:


Usia (jam) Berat lahir < 1500 g Kadar bilirubin BL 1500-2000 g Kadar bilirubin BL > 2000 g Kadar bilirubin
<24 >4 >4 >5
25-48 >5 >7 >8
49-72 >7 >8 >10
>72 >8 >9 >12

Konsultan ahli:

dr. I.G. Ayu Partiwi Surjadi, Sp.A., MARS,

dari RS Bunda, Jakarta




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: