JIKA GIGI TUMBUH SEJAK LAHIR

nakita.gif

Kendati usia 6-7 bulan dianggap sebagai patokan normal dimulainya pertumbuhan gigi susu, tidak semua bayi mengalami hal yang sama. Ada beberapa yang gigi pertamanya tumbuh lebih awal, bahkan ada yang sejak lahir sudah tumbuh gigi! Yang seperti ini disebut gigi natal, sedangkan bila muncul di bulan pertama disebut gigi neonatal. Meski tidak membahayakan, gigi natal dan neonatal menunjukkan adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi. Akan tetapi kendati disebut kelainan, kondisi ini pun biasanya tidak disertai gejala sama sekali. Bayi terlihat tenang-tenang saja, tidak rewel, tak demam ataupun diare.

Sebaliknya, ada beberapa bayi yang baru tumbuh gigi beberapa bulan kemudian dari usia yang dijadikan patokan umum. Biasanya “penyimpangan” ini terjadi karena faktor genetik. Misalnya, ibu atau ayahnya punya riwayat keterlambatan dalam pertumbuhan giginya. Hal serupa bisa juga terjadi pada bayi yang malas mengisap karena gerakan otot-otot mulut saat mengisap sebetulnya dapat merangsang pertumbuhan gigi. Begitu juga jika anak sering sakit lantaran asupan gizinya jadi berkurang.

Sebetulnya, tak perlu terlalu dipermasalahkan bila gigi tumbuh lebih cepat atau sedikit terlambat dari usia yang dijadikan patokan. Asalkan pertumbuhan gigi berikutnya normal, dalam arti gigi tumbuh teratur sesuai tempatnya. Perawatan yang diperlukan oleh gigi ini adalah perawatan biasa, yakni membersihkannya sehari dua kali dan kontrol ke dokter seperti yang disarankan.

Pada bayi yang pertumbuhan giginya terbilang lambat pun sebaiknya tetap beri makanan semipadat dan padat sesuai tahapan usianya. Toh dia masih bisa mengunyah dengan gusinya untuk merangsang pertumbuhan giginya. Namun bila ada kelainan, seperti tidak ada benih gigi dalam gusinya, maka bayi harus secara intensif dikonsultasikan ke dokter gigi anak. Begitu pula bayi yang mengalami pertumbuhan gigi tidak teratur.

PEMERIKSAAN RUTIN

Setelah tumbuh gigi, sebaiknya periksakan gigi bayi 2-3 kali dalam setahun ke dokter gigi anak. Kecuali pada bayi yang pola pertumbuhan giginya tidak normal dan higienisnya kurang terjaga, malah sangat dianjurkan untuk memeriksakannya setiap 3 bulan sekali.

Mengingat pada bayi belum banyak terjadi kerusakan, tentu saja bentuk pemeriksaan ini berbeda dengan pemeriksaan pada orang dewasa. Kalau pada orang dewasa biasanya disertai tindakan penambalan lubang gigi, pembersihan karang gigi, perawatan saraf gigi dan sebagainya, pemeriksaan pada bayi biasanya hanya sebatas pengumpulan data mengenai riwayat medis sejak masa prenatal (sebelum lahir), perinatal (baru lahir), dan pascanatal (setelah lahir). Pasalnya, pembentukan gigi susu sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya di usia kehamilan 6 minggu sudah terbentuk benih-benih gigi. Asupan gizi seimbang yang bisa didapat dari aneka sumber makanan seperti susu, daging, ikan, sayur dan buah akan sangat membantu. Kemudian teruskan kebiasaan baik mengonsumsi makanan bergizi ini setelah si bayi lahir.

Berbagai keterangan tentang hal-hal yang berisiko bakal merusak gigi bayi juga akan digali. Mengingat si kecil belum memungkinkan untuk duduk sendiri, saat pemeriksaan mau tidak mau orangtua harus memangkunya agar pemeriksaan berjalan lancar.

 

Konsultan ahli:

Drg. Taty Z. Zulkarnain, Sp.KGA,

dari SMF Gigi dan Mulut FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: