HANGATNYA GENGGAMANMU

nakita.gif

Rangsang yang tepat terhadap motorik halus bayi terbukti dapat memacunya tumbuh lebih cerdas.


Motorik halus meliputi gerakan-gerakan halus dari seluruh anggota tubuh, seperti gerakan jari-jemari dan gerakan bola mata. Kemampuan motorik halus tentu saja pegang peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi. Contohnya, kemampuan bayi usia 3-5 bulan untuk meraih dan mengambil benda yang berada dalam jangkauannya.

Kemampuan ini lebih lanjut akan menjadi sarana bagi bayi untuk bereksplorasi sekaligus mengembangkan kreativitasnya. Ketika bayi berhasil meraih sesuatu, dia akan mendapat pengalaman baru mengenai berbagai bentuk benda dan kasar atau halus permukaannya. Pengalaman ini akan memperkaya pengetahuan mengenai lingkungan yang tentu saja menambah tingkat kecerdasannya.

PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS

* Mengikuti gerakan objek ke arah tengah kedua matanya.

Aktivitas ini mulai bisa dilakukan bayi usia 1 minggu. Akan tetapi, mengingat kemampuan penglihatannya belum berkembang, bayi hanya mampu menangkap warna primer (merah, biru, kuning, hitam) atau objek yang bercahaya. Kemampuan ini lazimnya harus dapat dilakukan bayi pada kisaran usia 1-2 bulan.

Bentuk stimulasi:

Gerakkan secara perlahan objek terang dari arah pinggir mata ke arah tengah (puncak hidung). Perhatikan apakah bayi mampu mengikuti objek tersebut sampai ke garis tengah mata atau tidak. Bila ya, berarti motorik halusnya berfungsi dengan baik. Tetapi bila tidak, cobalah lebih giat untuk merangsangnya kembali.

* Mengikuti gerakan objek yang melintasi titik tengah kedua matanya

Kemampuan ini lazimnya mulai dilakukan bayi usia 3 minggu sampai 2 bulanan. Penglihatan bayi mampu mengikuti objek terang yang bergerak dari pinggir mata ke arah tengah kedua matanya, bahkan hingga melewati batas tengah tadi.

Bentuk stimulasi:

Gerakkan secara perlahan objek terang dari sudut pandangan hingga melewati garis tengah. Diharapkan mata bayi akan mengikuti gerakan benda tersebut.

* Mengikuti gerakan objek 180 derajat

Kemampuan gerakan mata bayi usia 1 bulan 3 minggu sampai sekitar 4 bulan sudah lebih baik lagi. Di usia ini bayi dapat mengikuti gerakan objek sejauh 180 derajat.

Bentuk stimulasi:

Gerakkan objek berwarna terang dari sudut mata sebelah kiri hingga ke sebelah kanan. Perhatikan dengan saksama apakah bayi dapat mengikuti gerakan objek tersebut atau tidak. Jangan malas untuk menstimulasinya. Tapi ingat, gerakannya jangan terlalu cepat ataupun kelewat lambat.

* Kedua tangan bersentuhan

Gerakan ini dapat dilakukan bayi yang berada dalam kisaran usia 1,5­3 bulan. Kemampuan ini dimulai dengan kesukaan bayi mengamati dan memainkan tangannya. Aktivitas ini lambat laun akan membuat bayi mampu menyentuhkan tangannya satu sama lain.

Bentuk stimulasi:

Gantungkan mainan di atas tempat tidurnya. Posisikan jangan terlalu tinggi/jauh supaya dia mau berusaha meraihnya. Pilihlah mainan yang tidak berputar karena di usia ini koordinasi matanya belum baik dan mata bayi tidak terfokus pada satu objek. Usahanya untuk meraih mainan tersebut lambat laun akan membuatnya mampu mempertemukan kedua tangannya.

* Menggenggam

Bayi dapat menggenggam benda, misalnya mainan yang berbunyi (kerincingan) sekitar usia 1 bulan 3 minggu sampai 3 bulan 1 minggu.

Bentuk stimulasi:

Berikan mainan kerincingan yang memiliki pegangan. Biarkan ia leluasa untuk memegang dengan caranya sendiri.

* Meraih benda

Meraih benda yang ada di dekatnya dapat dilakukan bayi di usia 3 bulan 3 minggu sampai usia 5 bulanan. Ini tak lain karena bayi sudah mampu menggerakkan tangannya, meski masih relatif terbatas.

Bentuk stimulasi:

Letakkan objek/mainan di dekatnya. Tentu saja pilih mainan yang lembut dan aman buat bayi, misalnya kerincingan yang nontoksik dan tidak memiliki ujung-ujung runcing/tajam. Biarkan bayi berusaha “keras” untuk meraihnya. Lupakan sejenak untuk segera membantunya. Karena bila kita langsung memberinya ke dalam genggaman bayi, ia jadi malas berusaha.

* Mencari benda yang dijatuhkan

Di usia 4 bulan 1 minggu sampai menjelang 6 bulan, gerakan mata bayi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan matanya ia sudah menunjukkan upaya mencari benda yang dijatuhkan. Contohnya ketika ada yang menjatuhkan gulungan kertas berwarna cerah di depan bayi, ia akan segera berusaha mencari ke arah jatuhnya gulungan kertas tadi. Kemampuan ini menunjukkan bayi sudah dapat mengoordinasikan penglihatannya terhadap benda yang berpindah.

Bentuk stimulasi:

Buatlah gulungan kertas atau gumpalan kain perca berwarna merah dengan diameter 4-5 cm. Kemudian letakkan gulungan tersebut di atas kepala anak lalu gelindingkan. Lihatlah, ia akan berusaha memandangi benda-benda tersebut saat berada di atas kepalanya dan akan mencarinya saat benda tersebut berpindah tempat ketika digelindingkan. Kita juga dapat menggunakan benda lain, seperti bola karet atau mainan yang aman untuk bayi.

* Mengambil benda kecil

Mengambil benda kecil seperti kacang atau kismis sudah dapat dilakukan bayi usia 4 bulan 3 minggu sampai 6 bulanan.

Bentuk stimulasi:

Berikan makanan kecil. Dudukkan bayi (topanglah bila ia belum bisa duduk sendiri) dan taruh kismis di depannya. Lihat, ia akan mengambil butirannya dengan menggunakan kelima jarinya. Tapi ingat, jangan memberikan manik-manik atau apa saja yang berisiko tertelan dan membuatnya tersedak. Begitu juga pada bayi yang sedang mendapat ASI eksklusif, sebaiknya kismis tadi jangan sampai termakan. Kemampuan mengambil benda kecil di usia ini kelak akan berkembang menjadi kemampuan menjumput di usia 9 bulanan.

* Memindahkan kubus ke tangan lain

Bayi usia 5 bulan 1 minggu sampai sekitar 8 bulan biasanya sudah bisa memindahkan kubus dari satu tangan ke tangan lain.

Bentuk stimulasi:

Berikan mainan berupa kubus yang terbuat dari kain perca, karet maupun plastik. Biarkan ia memainkannya dan memindah-mindahkannya.

* Mengambil sesuatu menggunakan 2 tangan

Koordinasi antara mata dan tangan bayi usia 5 bulan 3 minggu sampai 9 bulan 3 minggu sudah semakin berkembang. Si kecil sudah bisa mengambil dua benda sekaligus menggunakan kedua tangannya.

Bentuk stimulasi:

Letakkan beberapa kubus di dekatnya. Ia tak hanya meraih satu mainan kubus saja, melainkan kedua-duanya. Lakukan berulang agar ia semakin terampil melakukannya.

* Menjimpit menggunakan ibu jari dan telunjuk

Coba perhatikan, ketika berusia sekitar 7,5 hingga 10,5 bulan, bayi sudah bisa menjimpit benda-benda kecil yang ada di dekatnya menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Bentuk stimulasi:

Rangsanglah kemampuan ini dengan meletakkan benda-benda kecil di dekatnya. Supaya aman sebaiknya gunakan makanan-makanan kecil seperti potongan biskuit bayi agar bila termakan tidak membahayakan. Kalaupun ingin menggunakan benda semisal manik-manik, pilihlah yang ukurannya tidak terlalu kecil. Selain itu selalu dampingi saat melakukan aktivitas ini agar kegiatannya terus terpantau dengan baik tanpa menimbulkan bahaya.

* Membenturkan benda

Di usia 6 bulan 3 minggu hingga 11 bulanan bayi tak lagi memegang dan memindah-mindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain.

Bentuk stimulasi:

Berikan 1 atau 2 kubus kain sekaligus. Biarkan ia asyik memegang-megang kemudian membentur-benturkannya.

* Meletakkan kubus di wadah

Kemampuan motorik halus anak usia 10-14 bulan sudah menunjukkan peningkatan pesat. Di kisaran usia ini anak sudah dapat meletakkan/memasukkan kubus ke dalam wadah. Umumnya dia menggunakan 2 atau 3 jarinya untuk memegang kubus-kubus tersebut.

Bentuk stimulasi:

Berikan kubus atau mainan apa pun bersamaan dengan wadahnya. Biarkan ia memegang-megang kubus tersebut lalu mencoba memasukkannya ke dalam wadah. Biasanya bayi begitu asyik dan senang sekali melakukan aktivitas ini. Ia akan mengeluarkan kemudian memasukkannya kembali berulang kali.

* Corat-coret

Aksi corat-coret biasanya dilakukan anak usia 12-16,5 bulan. Kalau ia belum bisa memegang alat tulis dengan baik, tak usah kelewat dipermasalahkan atau memaksanya memegang pensil warna sesuai standar orang dewasa.

Bentuk stimulasi:

Sediakan alat tulis dan kertas. Beri kesempatan seluasnya pada anak untuk mencorat-coret sesukanya. Pilih alat tulis warna warni yang tidak berujung lancip. Pastikan ada orang dewasa yang mendampinginya saat melakukan aktivitas ini agar anak tidak memasukkan alat tulis ke mulutnya. Di usia ini anak memasuki fase oral dimana ia amat gemar memasukkan benda apa saja ke dalam mulutnya. Bila kita memberikan stimulasi dengan baik kelak kemampuan motorik halusnya akan terasah dan membuatnya lebih terampil menulis dengan hasil tulisan yang lebih indah/enak dilihat.

* Mengambil dan menunjukkan kismis

Aktivitas ini dapat dilakukan anak usia 12,5 hingga 19,5 bulan. Misalnya ia membalikkan botol berisi kismis dan menumpahkan isinya. Tanpa diminta ia akan memungutinya kembali dan menunjukkan kismis tersebut pada kita. Namun sebelum anak mampu melakukannya, dia membutuhkan contoh.

Bentuk stimulasi:

Tunjukkan cara melakukannya. Misalnya dengan memasukkan kismis ke dalam botol plastik kemudian balikkan botol tersebut sambil menunjukkannya pada anak. Selanjutnya, minta anak melakukan hal serupa. Sebaiknya pilih botol yang lubangnya tak terlalu kecil maupun kelewat besar. Bila terlalu kecil, benda yang ada di dalamnya pasti sulit keluar. Sedangkan kalau terlalu besar, anak malah akan memasukkan seluruh tangannya ke dalam botol.


Narasumber:

dr. Rini Sekartini, Sp.A

dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: