HAL-HAL YANG MERUSAK GIGI

nakita.gif

* Malas merawat gigi dan mulut

Seharusnya, sejak dini lidah dan gusi bayi dibersihkan dengan kasa yang dibasahi air matang dan dililitkan ke telunjuk ibu. Lakukan perlahan setiap kali usai menyusu. Bercak putih di lidah bayi kadang bukan merupakan sisa ASI atau susu, melainkan jamur. Membedakannya, bercak putih akibat jamur tidak akan hilang dengan air, harus dengan obat tertentu, salah satunya gentian violet. Mengenai penggunaan obat yang tepat, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Di usia 6-12 bulan perawatan gigi geligi bayi yang mulai tumbuh relatif sama dengan langkah-langkah sebelumnya. Permukaan gigi maupun gusinya perlu dibersihkan menggunakan kasa steril. Selanjutnya, ketika gigi susunya bertambah banyak, sikat gigi khusus bayi bisa dijadikan pilihan. Sikat gigi ini bentuknya mungil dan berbulu lembut. Sedangkan mengenai jadwal penyikatan, yang pasti lakukan setelah makan pagi dan sebelum tidur.

* Minum susu sambil tidur

Tidak sedikit orangtua yang justru terbiasa memberi susu saat bayi berangkat tidur. Alasannya, antara lain supaya bayi cepat tidur, bisa tidur lebih lama dan pulas. Malah ada juga yang khawatir bayinya bakal kekurangan gizi jika selama tidur tidak dijejali susu! Pertimbangan agar si kecil lebih cepat tidur dan bisa tidur pulas dapat dibenarkan. Namun, kalau sampai kekurangan gizi tentu saja merupakan kehawatiran berlebih. Toh, tidur tanpa menyusu tidak akan membuat bayi kekurangan gizi asalkan selama terjaga ia mendapat kecukupan nutrisi.

Pemberian susu dalam botol di jam-jam tidur justru berpotensi merusak gigi yang dikenal dengan istilah nursing bottle caries. Soalnya, minum susu menggunakan botol membuat sisa-sisa susu tergenang dalam rongga mulut. Genangan inilah yang memungkinkan kandungan gula dalam susu melekat pada gigi dan mempercepat terjadinya pembentukan plak yang menjadi tempat nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak. Selain itu, gula akan difermentasi oleh enzim untuk diubah menjadi asam dan asam inilah yang akan melarutkan mineral kalsium dari lapisan email.

Memang sih di usia bayi kerusakan semacam ini tidak jelas terlihat. Umumnya hanya merupakan tanda awal dari kualitas gigi yang sudah berkurang atau deminerilisasi alias menurunnya mineral kalsium dari struktur email. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan warna gigi yang putih buram pada tepi mahkota gigi dekat gusi, daerah kontak dengan gigi lain, maupun di dataran kunyah. Bila didiamkan terus, lama-kelamaan giginya akan mengalami karies atau gigi berlubang yang mungkin terjadi di usia setahun lebih. Jadi, hentikan segera kebiasaan minum susu saat jam tidur. Mungkin bayi akan rewel selama beberapa hari tetapi setelah itu ia akan terbiasa dan tidur tanpa terputus. Bila sulit, mulailah dengan mengurangi frekuensi pemberiannya dan beri ia minum air putih untuk “membilas” setiap kali sehabis minum susu agar mulutnya agak bersih dari yang manis-manis.

* Ngemut makanan

Mengemut makanan kerap disebabkan oleh pola pemberian makan yang salah sehingga menyisakan kebiasaan makan yang buruk. Di antaranya terlambat memberi makanan semipadat dan makanan padat. Bayi jadi terbiasa makan makanan halus yang tinggal ditelan tanpa harus bersusah payah mengunyah. Padahal kebiasaan ini selain membuat waktu makan jadi lebih lama juga dapat merusak gigi. Sangat lamanya makanan berada di dalam mulut memperbesar kesempatannya menempel di sela-sela gigi sekaligus tidak memungkinkan gigi dalam kondisi bersih.

Mengoreksinya, cobalah evaluasi pemberian makan pada bayi. Contoh, baru memberinya makan sekian jam sekali saat ia betul-betul lapar sehingga makanan lekas ditelan dan tidak diemut. Selain itu variasikan menu dan tampilan makanan agar menarik dan menggugah selera guna menghindari kebosanan bayi.

* Cedera

Faktor lain penyebab gigi rusak adalah cedera akibat terjatuh, semisal jatuh dari tempat tidur atau tersungkur saat belajar jalan. Karena bisa berakibat fatal, sedapat mungkin minimalkan kemungkinan bayi jatuh. Misalnya menggunakan boks bayi yang memiliki kisi-kisi cukup rapat lengkap dengan bumper dan pastikan ada orang dewasa yang senantiasa mengawasinya setiap saat kala bayi ingin bereksplorasi. Kalaupun cedera tak bisa dihindari, segera konsultasikan ke dokter gigi anak guna penanganan lebih lanjut.

Irfan Hasuki




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: