Trimester Ketiga: Tak Perlu Cemas, Lebih Baik Antisipasi

parent-guide.jpg

Kehamilan memasuki trimester ke tiga. Bersiaplah menghadapi perubahan pada tubuh hingga mental. Tak perlu cemas jika Anda tahu perubahan apa yang terjadi.

Beberapa bulan terakhir kehamilan bisa jadi menimbulkan keluhan baik fisik maupun mental. Janin yang semakin berkembang dan sudah mulai menempati posisi yang tepat membuat Anda makin terasa tidak nyaman. Ada perasaan tak menentu menunggu kelahiran si buah hati. Ya, gejala-gejala persalinan sepertinya justru datang dan pergi.

Tapi, apapun, nikmati kehamilan Anda. Dan itu akan mudah Anda rasakan kala Anda memahami perubahan demi perubahan yang terjadi pada trimester akhir kehamilan. Trimester ketiga berlangsung sejak minggu ke 28 hingga persalinan. Nah, berikut perubahan-perubahan yang biasa dijumpai pada fase ini:

• Hemorroids dan spider veins.
Bertambah bulan, ukuran janin semakin besar. Ia membutuhkan oksigen dan nutrisi lebih banyak. Untuk memenuhinya, produksi darah Anda makin bertambah. Jantung pun bekerja 20 kali lebih cepat dibandingkan sebelum kehamilan. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pembuluh balik dari tungkai dan pergelangan kaki ke arah jantung. Perubahan ini menimbulkan garis-garis biru dan kemerahan di bawah permukaan kulit (varicose vein). Pembuluh darah di daerah anus (hemorroids) pun tak luput terkena dampaknya hingga membuat Anda sulit buang air besar.

Pada bagian wajah, leher, dada, atau lengan atas muncul bercak kemerahan dan garis-garis yang membentuk jaringan. Kondisi ini disebut spider veins. Dan jangan kaget bila wajah Anda sedikit membengkak di pagi hari. Ini adalah akibat peningkatan volume darah dan cairan di wajah Anda.

• Kesulitan bernafas.
Keluhan inilah yang sering dialami ibu hamil pada trimester ketiga. Rahim yang semakin berkembang menyebabkan daerah diafragma – otot yang bergerak naik-turun saat bernafas — semakin tertekan. Hal ini tentu saja menyemputkan ruangan paru-paru untuk mengembang. 

Anda tak perlu cemas. Anggap saja kondisi ini sebagai latihan alami agar pernafasan Anda lebih dalam. Setiap kali bernafas, udara yang masuk ke dalam paru-paru semakin banyak dibandingkan sebelum kehamilan. Hormon progesteron lah  yang mempengaruhi kinerja pusat pernafasan di otak sehingga Anda memiliki pernafasan yang lebih baik untuk menghadapi persalinan.

Baru saat bayi menempati posisi lahir, Anda bisa bernafas lebih mudah. Perubahan ini disebut lightening yang terjadi beberapa minggu sebelum kelahiran. Kondisi ini biasanya dialami wanita yang baru pertama kali melahirkan. Beberapa ibu hamil bisa jadi tidak menyadari adanya lightening. Bahkan sebagian tidak mengalaminya hingga saat kelahiran.

• Kontraksi Braxton-Hiks
Selama trimester kedua dan ketiga, Anda mungkin pernah merasakan perut menegang dan menjadi keras saat disentuh, lalu rileks kembali. Itulah kontraksi, tetapi bukan kontraksi yang sesungguhnya. Ketegangan otot rahim ini disebut kontraksi braxton-hiks yang biasanya timbul sejak usia kehamilan 20 minggu. Meskipun normal, kontraksi ini sering membuat ibu hamil menghentikan aktivitasnya.

Menjelang persalinan, kontraksi mulai membentuk pola, yaitu semakin lama, kuat, dan interval makin dekat. Jika pola kontraksi Anda seperti itu, segera hubungi dokter atau bidan, terutama jika kontraksinya menyakitkan atau terjadi lebih dari lima kali dalam satu jam. Kontraksi yang membuat nyeri dan teratur mungkin menandakan kelahiran prematur.

• Payudara semakin berkembang.
Pada trimester ini, jaringan payudara bertambah sekitar 500-1.500 gram dari total penambahan berat badan selama kehamilan. Pertambahan berat ini karena adanya pembesaran kelenjar susu dan peningkatan aliran darah. Semakin mendekati waktu persalinan, payudara mungkin mengeluarkan kolostrum – air susu yang diproduksi pertama kali-, berwarna kekuning-kuningan yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi di beberapa hari pertama kehidupannya.

• Frekuensi Berkemih Meningkat
Kira-kira dua minggu sebelum kelahiran bayi, janin bergerak ke rongga panggul. Tekanan pada rongga diafragma pun berkurang sehingga Anda lebih mudah bernafas dan makan. Tetapi, kandung kemih semakin tertekan dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kadang-kadang, tekanan berlebihan ini pun membuat ibu hamil mengeluarkan air seni tanpa disadari, terutama saat tertawa, batuk atau bersin.

Risiko infeksi saluran kemih masih mengancam pada trimester ini. Jika frekuensi berkemih lebih sering dibandingkan biasanya dan merasa perih saat buang air kecil, segera kunjungi petugas kesehatan. Perhatian medis semakin dibutuhkan jika Anda juga mengalami demam, nyeri perut, atau sakit punggung. Infeksi saluran kemih sebaiknya tidak diacuhkan sebab bisa merusak ginjal dan memicu terjadinya kelahiran prematur.

• Sakit di daerah vagina
Sebagai persiapan persalinan, leher rahim semakin pendek dan perlahan-lahan mulai membuka atau menipis. Awalnya bagian dalam vagina mungkin terasa nyeri dan perih. Anda tidak perlu kuatir, tetapi sebaiknya tetap waspada sebab kondisi ini berbeda dari nyeri perut. Jika nyeri perut bagian bawah semakin parah dan disertai demam, panas-dingin, diare atau perdarahan, segera hubungi dokter.

• Kelelahan
Kelelahan akan makin terasa. Pada trimester pertama kelelahan disebabkan oleh kecepatan pertumbuhan janin dan peningkatan produksi hormon progesteron. Sedangkan pada trimester ketiga, kelelahan timbul akibat semakin besarnya janin yang dibawa tubuh ditambah kesulitan tidur yang makin sering Anda alami.

• Nyeri Pinggang dan Panggul.
Keluhan ini menandakan rongga panggul sedang disiapkan untuk persalinan. Hormon kehamilan melemaskan ligamen, sambungan antar tulang di daerah panggul, dan melunakkan tulang panggul sehingga kelahiran berjalan mulus.

• Sakit Punggung
Pembesaran uterus menimbulkan sakit punggung bagian bawah. Hal ini karena rahim menekan dua saraf sciatic, yang berada di punggung bagian bawah hingga kaki. Tekanan ini menyebabkan scatica. Anda pun merasa kesemutan atau gatal di sekitar pantat, pinggul, atau paha. Ketika bayi mengubah posisi mendekati waktu kelahiran, nyeri panggul semakin berkurang.

Pengalaman kehamilan setiap wanita berbeda-beda. Keluhan yang dialami pun tidak sama. Namun, jika Anda menguatirkan perubahan yang terjadi, berkonsultasilah dengan dokter atau bidan. Mereka akan mengidentifikasi dan menjelaskan perubahan yang Anda alami. PG

Tanda-Tanda Persalinan :

  • Kontraksi muncul secara teratur dan meningkat dengan interval yang semakin pendek dan intensitasnya makin kuat.
  • Sakit punggung bagian bawah tidak kunjung usai. Anda mungkin merasakan gejala seperti hendak datang bulan dan kram.
  • Air ketuban pecah (jumlahnya bisa besar atau tetesan terus-menerus) dan terjadi kontraksi.
  • Keluar lendir berdarah (kecoklatan atau berbercak darah). Lendir ini yang menutup leher rahim. Persalinan bisa terjadi kapan saja, atau beberapa hari kemudian.
  • Leher rahim membuka, semakin tipis dan lunak (effacement). Ketika pemeriksaan leher rahim, dokter bisa menjelaskan jika proses ini tengah berlangsung.



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: