Sporty Baby, Healthy Baby

parent-guide.jpg
Senam bayi tak hanya membuat si kecil bugar, ada segudang manfaat lainnya yang dapat membantu tumbuh-kembang si kecil optimal.

Pengalaman yang diterima anak di awal kehidupannya menentukan perkembangan kepribadian anak. Pengalaman itu salah satunya didapat melalui ikatan batin antara orangtua dan anak. Ikatan batin ini bak ‘jaring pengaman’ bagi perkembangan anak. Jaring pengaman itu menumbuhkan rasa percaya anak pada lingkungan—yang memenuhi kebutuhan dan keinginan—di sekelilingnya. Nah, salah satu cara mempererat ikatan batin (bonding) sejak dini adalah dengan dengan melakukan senam bayi. Siapa bilang bayi baru lahir tak membutuhkan olahraga? Senam bayi adalah bentuk olahraga yang dapat dilakukan si kecil sejak dini.

 

Kaya Manfaat

 

Senam bayi sebenarnya gabungan gerakan-gerakan anggota tubuh yang dikombinasikan kedalam bentuk permainan. Latihan ini juga merupakan stimulasi untuk mengoptimalkan kemampuan motorik anak. Senam bayi merangsang pertumbuhan, perkembangan serta kemampuan pergerakan—kekuatan, keseimbangan dan koordinasi otot–bayi secara optimal. Kemampuan motorik yang terlatih baik tentu akan memperlancar peredaran darah.

 

Di sisi lain, senam bayi juga memungkinkan Anda memonitor dan mendeteksi sejak dini kemungkinan adanya penyimbangan perkembangan bayi. Dengan deteksi dini ini, Anda berarti telah menjaga pertumbuhan bayi agar berkembang optimal. Bayi pun akan mendapat manfaat lebih banyak lagi jika senam ini dilakukan dua kali dalam sehari selama 10 menit.

 

Setelah Berusia 3 Bulan

 

Kapan senam bayi dapat dilakukan? Gunakanlah patokan sesuai dengan petunjuk tumbuh-kembang anak yang ada dalam buku-buku atau KMS. Senam yang dipaksakan, tidak sesuai dengan kemampuan bayi, dikuatirkan akan menggangu perkembangan dan pertumbuhan otot bayi. Karena itu, senam bayi hanya boleh dilakukan setelah bayi berusia 3 bulan.

 

Tetapi tak semua bayi boleh bersenam. Senam bayi hanya boleh dilakukan pada bayi yang sehat. Artinya, sehat secara medis,  tidak sakit diare atau demam misalnya. Tidak juga untuk bayi berkebutuhan khusus atau mengalami penyimpangan dalam tumbuh-kembangnya. Namun pada bayi dengan keterlambatan perkembangan yang tidak terlalu parah, senam dapat dilakukan demi mengejar keterlambatan itu.

 

Praktik senam bayi dikelompokkan secara sederhana sesuai berkembangnya kemampuan telungkup dan telentang bayi. Karenanya senam bayi ini terdiri dari ‘senam telungkup’ (dalam posisi telungkup) dan ‘senam telentang’ (dalam posisi telentang). Senam dalam posisi telungkup dapat dilakukan oleh kelompok usia rentang 3-12 bulan. Sementara senam dalam posisi telentang dilakukan oleh bayi berusia 3-4 bulan dan 6-7 bulan.

 

Bagaimana melakukan senam bayi? Berikut panduannya :

 

Posisi Telungkup :

 

1. Memalingkan Kepala ke Kanan dan ke Kiri

 

·        Tengkurapkan bayi, letakkan kedua tangan ke atas. Tekan kepala dan pantat bayi pelan. Sambil menekan pantat, latih bayi untuk memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri. Bila bayi kesakitan untuk menoleh ke satu arah, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis.

 

2. Permainan Wajah

·        Angkat lengan bayi pada bagian siku ke atas. Latih bayi untuk membuka genggaman dan meraba wajahnya. Julurkan kedua tangan bayi ke depan agar lebih merangsang bayi untuk membuka.

 

3. Latihan Khusus Membuka Ibu Jari

·        Pegang lengan bayi pada siku. Luruskan lengan ke depan sambil diputar – kedua bagian dalam telapak tangan saling berhadapan– sehingga ibu jari bisa ditarik dan lepas dari genggaman.

 

4. Menegakkan Tubuh

·        Tahan pantat dan tungkai bayi di atas alas. Julurkan kedua tangan bayi ke depan. Angkat kedua lengan dan dada bayi. Jaringan otot tengkuk dan batang tubuh terentang lurus. Gerakan ini untuk merangsang bayi agar mengangkat kepala lebih tinggi sehingga memperkuat otot punggung.

 

5. Kaki Terarah

·        Tekuk tungkai kaki ke atas, telapak kaki saling bersentuhan. Lalu pertemukan kedua sisi luar telapak kaki bayi. Latihan ini menunjang pembentukan lekukan telapak kaki dan mencegah kaki ceper (flat foot).

 

Senam di Atas Pangkuan :

1. Permainan Tangan Ibu dan Tangan Bayi

·        Letakkan bayi di atas pangkuan. Ajari bayi untuk membuka tangan dan saling menggosokkan telapak tangan.

 

2. Permainan Sentuhan Tangan Bayi dan Wajah Ibu

·        Bawa kedua tangan bayi ke arah wajah ibu, ajari untuk meraba wajah ibu. Kedua tangannya akan membuka saat meraba.

 

3. Permainan Tangan-Wajah Bayi

·        Pegang salah satu lengan bayi pada bagian siku. Angkat lengan ke atas dan bawa ke wajah bayi. Tangan bayi akan membuka. Setelah melakukan gerakan dengan satu lengan, lanjutkan gerakan yang sama dengan kedua lengan.

 

4. Latihan Kaki

·        Tekuk kedua kaki bayi di depan tubuh. Temukan kedua sisi luar telapak kaki. Putar telapak kaki ke arah wajah bayi. Usahakan bayi melihat kakinya sendiri.

 

Posisi Telentang :

Pastikan badan dan kepala bayi menempel di atas alas dan posisinya simetris pada saat berbaring telentang.

 

1. Permainan Tangan-Tangan

·        Julurkan kedua tangan bayi ke depan. Pertemukan kedua tangan agar genggamannya membuka. Jika ia menekan kepala ke belakang, ini bukan pertanda baik.

 

2. Permainan Tangan-Wajah

·        Julurkan kedua tangan bayi ke depan. Bawa satu tangan bayi ke kepala dan wajah untuk mengenali anggota badannya. Lakukan gerakan yang sama untuk tangan yang lain. Lakukan gerakan yang sama dengan kedua tangan secara bersamaan.

·        Latihan 1 dan 2 merupakan dasar yang baik untuk melatih keterampilan tangan bayi.

 

3. Permainan Kaki-Mulut

·        Pertemukan lengan bawah dan kaki agar saling menempel – siku dan lutut bersentuhan. Usahakan agar tangan bayi memegang kaki. Lalu bawa ke mulut. Lakukan gerakan yang sama untuk lengan yang lainnya.

·        Tingkatkan gerakan dengan menggunakan kedua kaki bersamaan. Secara bergantian, bawa kaki kanan dan kiri ke mulut.

·        Lalu, lakukan gerakan yang sama sambil sedikit mengangkat kepala bayi. Latihan ini untuk menguatkan otot perut sehingga menunjang sistim pencernaan berkembang lebih optimal.

 

4. Permainan Kaki

·        Masih dalam posisi telentang. Pertemukan kedua tumit dan sisi luar telapak kaki bayi. Usahakan anak melihat telapak kakinya.

 

Do’s & Don’t

 

·        Lakukan saat bayi sehat.

·        Jangan lakukan senam saat perut lapar atau perut penuh.

·        Lepaskan pakaian bayi saat bersenam.

·        Lakukan senam di ruang yang cukup hangat.

·        Lakukan gerakan senam sesuai dengan kemampuan bayi secara bertahap dan meningkat.

·        Sebaiknya lakukan pijat bayi, sebagai pemanasan, sebelum bersenam.

 




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: