Sendawa MEMBAWA NIKMAT

nakita.gif

gar efektif, pelajari cara tepat menyendawakan bayi.


Bayi rewel atau muntah seusai menyusu? Jangan cemas dulu, itu bisa pertanda udara di perut si kecil perlu dikeluarkan. Caranya ya lewat sendawa. Mengapa? Sendawa merupakan upaya alami untuk mengosongkan lambung dari udara berlebihan. Udara ini umumnya turut tertelan masuk bersamaan dengan ASI kala menyusu. Makin banyak udara yang masuk makin kembunglah perut bayi. Si kecil pun jadi rewel, bahkan muntah karena udara dan makanan sudah banyak bercampur di dalam lambung.

Itulah perlunya menyendawakan si kecil seusai menyusu. Bahkan untuk bayi yang pencernaannya kurang bagus, sendawakan kembali seusai 10-20 menit atau setengah jam kemudian. Umumnya menyendawakan bayi perlu dilakukan hingga usia 9 bulan. Di atas 9 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa bersendawa

sendiri. Posisi badannya sudah banyak bergerak dan berubah. Hal lain yang perlu diperhatikan, lakukan teknik menyusui dengan benar. Sebab, posisi menyusui yang kurang tepat akan membuat volume udara bertambah banyak.

Jika bayi tidak sendawa, maka bayi merasa tidak nyaman dan menyebabkannya rewel. Bukan tak mungkin bayi akan sering menangis. Selain itu, tidak bersendawa juga bisa membuat bayi muntah. Celakanya, muntahan bayi bisa memasuki hidung dan paru-paru. Akibatnya, bayi bisa tersedak. Jika ini terjadi, tak menutup kemungkinan bayi bisa mengalami radang paru-paru. Tandanya antara lain sesak napas, tubuh biru-biru, batuk-batuk, dan bisa disertai panas kalau ada kuman yang ikut masuk.

Muntah juga menyebabkan asupan ASI ke dalam lambung keluar kembali. Tidak hanya itu. Lambung yang penuh udara akan menurunkan nafsu makan. Setelah disendawakan tapi bayi masih sering mengalami muntah, maka perlu diperiksa dokter, karena dikhawatirkan adanya penyempitan pintu lambung.

POSISI SENDAWA

Bila dilakukan dengan posisi yang tepat, setelah tiga menit, umumnya bayi bersendawa. Masing-masing bayi memiliki posisi favorit bersendawa. Karena itu, kenali posisi favorit bayi Anda. Dengan demikian, bayi cepat bersendawa dan merasa nyaman. Itulah mengapa, sendawa merupakan kenikmatan terbesar bagi si kecil. Bayi senang, ibu pun tenang. Nah, berikut 3 posisi sendawa:

1. Menaruh di Pundak

Inilah posisi favorit dan mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Agar berhasil sebaiknya:

a. Usahakan tubuh bayi dalam posisi tegak lurus. Dagu menyandar ke bahu, bahu lurus ke bawah, lalu leher disangga tangan.

b. Posisi dagu diusahakan lebih tinggi dari bahu. Mulut dan hidung tidak tertutup. Jika posisi ini diabaikan, sangat mungkin bayi sulit sendawa, bahkan bisa menyebabkannya muntah.

c. Tepuklah di bagian punggung secara perlahan tapi kuat. Jangan terlalu lemah tapi tidak usah terlalu keras. Jangan menepuk di atas pantat atau di pundaknya karena percuma. Tepuklah di bagian tengah, di bawah iga kiri.

d. Goyangkan tubuh bayi, bukan kakinya saat menyendawakan. Mirip menggoyangkan botol. Menggoyangkan sembarangan bisa membuat bayi sulit sendawa.

e. Pegang selalu leher bayi. Jika tidak, bayi bisa mengalami risiko cidera.

2. Posisi Setengah Duduk di Pangkuan

Kelemahan posisi ini, bayi umumnya agak lama bersendawa karena posisinya tidak tegak. Melakukannya pun tidak mudah. Posisi bayi setengah duduk. Dada dan kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambungnya. Si kecil pun akan sendawa. Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, karena menyebabkannya muntah.

3. Posisi Telungkup

Telungkupkan bayi di pangkuan. Tepuk-tepuklah bagian punggungnya. Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perutnya. Cara ini bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih relaks.

Saeful Imam. Foto: Ferdi/nakita

Narasumber:

dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A.,

dari RSAB Harapan Kita Jakarta




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: