Pro-Kontra HiB dan MMR

parent-guide.jpg

Anak saya berusia 6 bulan. Panjang badannya 67 cm dengan berat badan 8,8 kg. Sejak melahirkan, saya banyak mendapat e-mail yang berisi anjuran untuk berhati-hati dalam memberikan imunisasi kepada anak. Bahkan ada yang melarang untuk memberikan imunisasi HiB dan MMR. Pada usia 5 bulan, anak saya dijadwalkan untuk imunisasi HiB pertama. Karena masih ragu dan saat itu kondisi si kecil kurang sehat, saya menundanya.. Setelah 6 bulan dan mendapatkan penjelasan dari dokter, imunisasi itu saya berikan. Namun teman-teman saya banyak yang menyayangkan tindakan tersebut. Menurut mereka, pemberian imunisasi dikuatirkan akan menghambat perkembangan anak. Mereka pun menunda untuk memberikannya setelah anak berusia 1 tahun. Apakah benar ada dampak negatif dari imunisasi HiB dan MMR? Benarkah vaksin tersebut mengandung thimerosal yang dapat menyebabkan autis? Mengapa begitu banyak pro-kontra terhadap imunisasi ini?

Siska, Jakarta

Bagi bayi usia di bawah 1 tahun, sebaiknya imunisasi yang diwajibkan maupun dianjurkan, diberikan sesuai jadwal. Dalam hal ini termasuk suntikan HiB yang biasanya diberikan sesudah usia 2 bulan. Di negara yang telah berkembang, imunisasi menurunkan kejadian sindrom H influenzae tipe B invasif sampai lebih dari 95%, termasuk pneumonia (radang paru). Mengenai berita atau e-mail yang mengatakan adanya beberapa vaksin — dengan bahan thimerosal – yang dapat menyebabkan kelainan perilaku anak (seperti autis) di kemudian hari, itu tidak benar. Sampai saat ini, kelainan autis sendiri di sentra pendidikan kedokteran di negara maju sekalipun, belum diketahui dengan jelas apa penyebab utamanya.

Perlu diketahui, isu tersebut sebenarnya sudah mulai beredar di internet sekitar 5 tahun lalu. Kabar burung itu akan berulang dan berantai tanpa henti sehingga banyak orang yang saat ini baru mengetahuinya. Padahal, opini aslinya sudah berubah. Demikian juga mengenai imunisasi MMR, yang ramai dibicarakan di media yang sama.
Namun perlu diketahui, sebaiknya memang imunisasi MMR tak diberikan pada anak yang cenderung punya bakat atau gejala kelainan perilaku autis. Namun bagi anak yang tak mempunyai gejala ke arah itu, imunisasi ini dianjurkan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh dokternya masing-masing. MMR tidak dianjurkan untuk anak yang masih dalam jangka waktu 3 bulan pasca-pemberian immunoglobulin (zat kekebalan) ataupun mendapat transfusi darah lengkap. *




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: