Perawatan Pasca Persalinan

parent-guide.jpg

Sesudah melahirkan, Anda harus mengembalikan kondisi tubuh seperti sediakala. Bagaimana caranya?

Proses persalinan setiap ibu hamil berbeda-beda. Ada yang bersalin secara normal — baik tanpa atau dengan tindakan — atau melalui operasi cesar. Apapun proses bersalinnya, ibu yang baru melahirkan biasanya mengalami beberapa masalah fisik. Berikut masalah-masalah fisik yang sering dijumpai pada ibu yang baru saja melahirkan dan cara mengatasinya.

Episiotomi atau Robekan Vagina
Anda sudah mendorong bayi cukup lama, tetapi ia tak kunjung keluar. Untuk mengatasi keadaan ini, dokter atau bidan biasanya harus “memperlebar” jalan lahir. Caranya dengan “merobek” daerah perineum (daerah antara vagina dan anus). Sekalipun cara ini tidak selalu dilakukan, robekan masih mungkin terjadi – biasanya saat kepala dan bahu bayi melaluinya. Robekan tersebut tentunya harus dikembalikan seperti semula dengan melakukan “penjahitan” atau episiotomi. Kondisi ini biasanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar vagina.

Perawatan: Pada minggu pertama, bersihkan daerah sekitar vagina dengan mengggunakan botol semprot yang berisi air hangat. Tepuk-tepuk dengan kain bersih, jangan digosok, untuk mengeringkan. Untuk mengurangi rasa nyeri, duduklah di atas kantung yang berisi es selama beberapa menit.

Waspadai: Rasa tak nyaman seharusnya berkurang setiap hari. Jika perineum semakin nyeri atau mengalami perdarahan, segera hubungi dokter. Anda sebaiknya mengamati kondisi vagina untuk memastikan tidak timbul bau busuk, kemerahan, jahitan lepas, atau perih saat berkemih. Hal tersebut menandakan adanya infeksi.

Perdarahan Hebat
Pasca persalinan, Anda akan mengalami perdarahan. Kondisi ini terjadi akibat rahim berkontraksi agar ukurannya kembali normal. Namun perdarahan yang terjadi seharusnya sama seperti saat Anda mengalami haid. Timbulnya perdarahan hebat dipicu adanya sisa-sisa plasenta yang masih tertinggal di dalam rahim. Tak hanya itu, aktivitas berlebihan juga bisa menyebabkan perdarahan hebat.

Perawatan: Jika Anda berbaring dan perdarahan mereda, berarti aktivitas Anda terlalu berat. Lakukan istirahat. Tetapi perdarahan tidak berkurang sekalipun Anda telah istirahat dan dokter mengindikasikan ada plasenta yang masih tertinggal di dalam rahim. Dalam kondisi ini, dokter biasanya akan menyarankan kuret untuk membersihkan rahim.

  • Waspadai : Jika Anda menghabiskan lebih dari satu pembalut setiap jam dan keluar gumpalan sebesar sawo, Anda membutuhkan perawatan medis.

Organ Panggul atau Kandung Kemih Lemah
Berat badan bayi atau dorongan yang kuat saat melahirkan menyebabkan otot dasar panggul, yang menyokong organ internal, melemah. Jika Anda mengalami kondisi ini, bisa menimbulkan perubahan letak kandung kemih, rahim atau usus besar — atau ketiganya. Salah satu gejala utama yang muncul adalah proses berkemih yang tertahan. Gelaja lainnya berupa timbulnya benjolan di vagina atau fecal bowel leakage.

Perawatan: Jika Anda mengalami kondisi tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan, yang akan merujuk Anda ke ahli urogynecologist. Kebanyakan dokter menyarankan Anda untuk menunggu hingga enam bulan untuk memulai perawatan (termasuk terapi fisik, stimulasi elektrik, atau terapi obat atau hormon). Namun, adanya penurunan fungsi organ ini membutuhkan perawatan sesegera mungkin. Perawatan alternatif pertama untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan melakukan senam Kegel.

Waspadai: Jika Anda merasa ada benjolan di daerah vagina atau kesulitan buang air kecil atau berkemih, segera konsultasikan ke dokter.

Hemorrhoids
Tekanan akibat sembelit atau proses mendorong saat persalinan bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus dan dubur (hemorroids). Risiko mengalami hemorroids meningkat jika Anda mengalami sembelit selama kehamilan, meskipun kondisi ini bisa dialami setiap ibu hamil. Bagaimana mengetahui adanya hemorroids? Kebanyakan wanita merasakan ketidaknyamanan di sekitar dubur. Hemorroids kadang-kadang bisa dilihat – seperti sebutir biji kacang yang melekat pada pantat.

Perawatan: Dokter biasanya akan memberikan obat untuk melunakkan feses. Sedangkan obat-obatan yang mengandung hydrocortisone digunakan untuk mengurangi pembengkakan. Untuk mengurangi sembelit, dokter biasanya menyarankan pengurangan konsumsi suplemen zat besi. Langkah terbaik adalah menjaga agar daerah dubur tetap bersih dan kering.

  • Waspadai: Jika rasa sakit dan nyeri semakin bertambah atau pembuluh darah berwarna ungu atau membesar segera periksakan ke dokter. Hal ini mungkin mengindikasikan adanya gumpalan. PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: