Never Shake A Baby!

parent-guide.jpg

Jangan pernah menimang bayi dengan keras atau kencang meski dengan alasan gemas. Tahan emosi Anda karena bisa membuat masa depan si kecil terancam. Mengapa?

Menimang merupakan kebiasaan orang tua pada bayi yang belum bisa berjalan. Namun tahukah Anda ternyata timangan yang terlalu kencang bisa menyebabkan kematian. Kasus berikut merupakan salah satu contohnya. Beberapa tahun yang lalu, Amerika gempar dengan pemberitaan sepasang orangtua yang dituntut akibat kematian bayinya yang berusia delapan bulan, Matthew Eapen. Apa yang membuat berita ini begitu menghebohkan? Setelah diselidiki ternyata kematian itu disebabkan oleh shaken baby syndrome (SBS).

* Otak rusak

Entah alasan apa yang membuat pasangan itu berperilaku demikian. Mungkin karena bayi sering berperilaku tak terduga seperti menangis tak henti atau selalu rewel. Perilaku inilah yang sering membuat orangtua atau pengasuh kehilangan kesabaran, marah atau frustasi. Akibatnya, kondisi ini memicu terjadinya shaken baby syndrome (SBS). Tak hanya itu yang sering jadi penyebab. Anda mungkin tak menyadari beberapa jenis permainan (lihat Boks) pun bisa menjadi pemicu SBS.

Susan Palmer, Ph.D., Project Director Department of Research and Program Services, menyebutkan shaken baby syndrome disebabkan oleh cara menimang yang terlalu keras pada bayi. Kepala bayi terguncang ke depan dan ke belakang — biasanya berlangsung selama kurang lebih 5-20 detik. Meskipun hanya beberapa detik, mengguncang bayi bisa merusak kehidupan masa depannya. Tindakan ini, lanjut Susan, menyebabkan perdarahan dalam kepala dan meningkatkan tekanan pada otak. Akibatnya, otak rusak dan bayi terluka. Apalagi jika saat menimang emosi Anda tak terkontrol maka kekuatannya meningkat 5 hingga 10 kali lipat daripada bayi jatuh atau terpeleset.

Mengingat bahayanya perilaku seperti ini bahkan American Academy of Pediatrics menggolongkan tindakan ini sebagai bentuk child abuse (penyiksaan). Tentu saja dikategorikan penyiksaan karena otot-otot leher yang masih lemah tak dapat menahan bobot kepala bayi yang lebih berat jika dibandingkan dengan seluruh tubuhnya. Itulah sebabnya, bagian kepala dan leher gampang menderita trauma karena otot belum berkembang sempurna. Begitu pula dengan jaringan otak yang sangat rentan. Kerusakan kepala inilah yang menjadi penyebab utama cacat pada bayi dan anak-anak yang mendapat penyiksaan.

* Luka Dalam

Keadaan ini memungkinkan Shaken BabySsyndrome jarang ditemui pada anak-anak berusia lebih dari empat tahun. Kasus ini kebanyakan ditemukan pada bayi berusia kurang dari satu tahun – korban rata-rata berumur 3 hingga 8 bulan. Perdarahan pun tak ditemukan karena terjadinya luka di bagian dalam terutama kepala dan belakang mata. Sehingga seringkali tidak menunjukkan gejala-gejala yang cukup jelas. Untuk mendiagnosa SBS – sekalipun sulit — biasanya dengan melihat adanya perdarahan di retina mata (yang jarang dijumpai sekalipun bayi terjatuh), tulang tengkorak yang patah/retak, pembengkakan otak, hematoma subdural (pengumpulan darah yang menekan permukaan otak), patah/retaknya tulang iga atau tulang di lengan dan kaki, memar di kepala, leher, atau dada.

Parahnya, kondisi ini seringkali tak bisa diperbaiki. Pada kasus yang cukup parah, terjadi kematian bayi (hampir 50 persen). Sekalipun bayi mampu bertahan, ia mungkin akan menderita cacat tubuh dan mental. Misalnya kebutaan parsial atau total, kehilangan pendengaran, pembengkakan dan kerusakan otak, celebral palsy, atau kemunduran mental.

Lantas apa yang membuat SBS sangat berbahaya? Hanya satu jawaban untuk pertanyaan itu, kerusakan otak total. Menurut Jane Crowley, PsyD, psikolog rehabilitasi pediatrik, informasi yang tersimpan di dalam otak bayi masih sedikit dan kapasitas berkembangnya juga belum maksimal. Hal ini mengakibatkan kemampuan adaptasi otak mudah terganggu. Misalnya, anak yang penglihatannya tidak bagus tidak akan mampu belajar melalui observasi. Akhirnya seluruh kemampuan belajarnya akan menurun. Perkembangan bahasa, penglihatan, keseimbangan, koordinasi motorik akan terpengaruh jika anak-anak menderita SBS.

Berita baiknya, bayi tetap dapat menjalani pengobatan meski mengalami SBS. Ada tiga terapi yang saling terkait dan bisa dilakukan orang tua jika anak mengalaminya yaitu medis, perilaku, dan pendidikan. Selama dalam perawatan medis, anak-anak biasanya mendapatkan terapi bahasa dan terapi bicara, terapi penglihatan, terapi fisik, terapi tugas (anak diberi tugas/pekerjaan tertentu), dan pelayanan pendidikan khusus.

Nah, ketika menghadapi bayi, pastikan kondisi Anda tetap tenang dan emosi terkendali. Jika amarah sudah mencapai ubun-ubun, tenangkanlah dulu perasaan itu setelah itu barulah mendekatinya. PG

——————————————————————————————————
Mencegah Shaken Infant Syndrome :

1. Peraturan pertama: Jangan mengguncang-guncang anak dibawah usia dua tahun, apapun alasannya.
2. Pastikan kepala bayi terjaga dengan baik ketika sedang bermain, menggendong, atau memindahkannya dari suatu tempat.
3. Pastikan orang-orang di sekitar Anda mengetahui bahaya menimang terlalu keras.
4. Belajar apa yang harus dilakukan ketika bayi Anda menangis tiada henti. Semua bayi banyak menangis selama beberapa bulan pertama.

——————————————————————————————————
Bermain yang Membahayakan :

1. Melempar” bayi ke udara dengan cukup keras secara berulang.
2. Berlari ketika sedang menggendong bayi di punggung atau bahu.
3. Naik pesawat” yaitu bayi berhadapan dengan Anda ketika duduk di kaki atau di lutut lalu mengayun-ayunkannya seolah-olah menaiki pesawat.
4. Memutar-mutar bayi.
5. Membuat lingkaran” ketika mengayun anak dengan memegangi mata kaki.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: