MANDI Yuk MANDI..!

nakita.gif

Acara mandi mempererat jalinan kedekatan dengan orangtuanya. Inilah 8 cara membuat acara mandi jadi menyenangkan sebagaimana disampaikan oleh Tri Novida, Psi., dari Aditya Medical Center, Jakarta.

1. JADWAL TERATUR

Dengan jadwal teratur, tubuh bayi akan beradaptasi bahwa pada jam-jam tertentu tubuhnya mesti dibersihkan. Sangat mungkin bayi akan merindukan tubuhnya diusap dan dielus tangan lembut ibu. Jika hal ini terjalin terus, maka nantinya bayi akan terbiasa untuk mandi secara teratur. Tubuhnya akan merasa tidak nyaman jika belum dibersihkan, semisal tak bisa tidur nyenyak jika badannya “lengket” karena keringat. Buatlah jadwal teratur mandi bayi 2 kali sehari, pagi dan petang.

2. AJAKAN MENYENANGKAN

Meski belum mengerti bahasa secara utuh, si kecil dapat memilah, apakah ajakan orangtua menyenangkan atau tidak. Karena itu, sebelum mandi, cobalah jalin komunikasi yang hangat, apa dan kenapa dia harus mandi. Misal, “Sekarang Adek mandi dulu ya, biar tubuhnya bersih dan harum.” Buat suasana menyenangkan sebelum mandi, seperti, bernyanyi sambil melepaskan baju si kecil satu demi satu. Dengan demikian, mandi tidak hanya aktivitas membersihkan badan, melainkan juga bisa mengakrabkan hubungan orangtua dan bayi.

3. JALIN KOMUNIKASI

Komunikasi dan interaksi sebaiknya terus dijalin saat anak sudah masuk ke dalam bak mandinya. Lakukan komunikasi saat kita memijat atau membersihkan badan si kecil. Bahkan dianjurkan mengenalkan anggota badan kepadanya, mulai tangan, kaki, kepala, dan lain-lain. Teruslah berbicara dan lihatlah bagaimana ekspresi keceriaan terpancar dari wajah si mungil. Responslah setiap suara, gerakan, atau mimik muka yang diekspresikan bayi. Jangan terburu-buru saat memandikan. Nikmati semua momen mandi bersama si buah hati.

4. MAINAN MANDI

Mulai usia 4 bulan ke atas atau saat bayi sudah mampu duduk sendiri, mainan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bermain dengan mainan mandinya sehingga acara mandi menjadi semakin menyenangkan. Pilih mainan yang aman, menarik, dan membuat bayi tertarik untuk mandi. Kini banyak sekali mainan mandi yang menarik, bahkan ada mainan berupa boneka yang menjelaskan pentingnya mandi. Boneka kotor itu akan langsung bersih saat menyentuh air, tapi kembali kotor saat diangkat. Beberapa mainan mandi tidak hanya menyenangkan, tapi juga mampu menstimulasi kemampuan motorik halus, kognitif, koordinasi gerak, dan lain-lain. Bayi tidak hanya senang tapi juga terlatih kemampuan otot dan kognitifnya. Agar lebih optimal, coba eksplorasi mainan seperti mengenalkan warna. Lewat cara itu, bayi menganggap acara mandi adalah bermain. Nantinya, boleh jadi dia akan ketagihan mandi, dengan ditemani bebek dan kepiting karetnya.

5. PERHATIKAN KEAMANAN

Terjatuh, tersedak air, atau pengalaman buruk lain, akan membuat bayi trauma mandi. Itulah mengapa, hati-hati saat memandikan bayi. Peganglah tubuh bayi dengan kuat. Pilih juga perlengkapan mandi yang aman, meliputi bak yang bisa menopang badan bayi, hingga tangan ibu bisa bebas membersihkan badan maupun mengambil perlengkapan mandi. Pilih juga sabun yang tidak membuatnya alergi, dan sampo yang tidak menimbulkan rasa perih di mata.

6. MANDI BERSAMA

Mandi juga bisa menjadi ajang mempererat hubungan antarsaudara. Jika bayi memiliki kakak, alangkah baik kalau diajak mandi bersama. Nikmati momen mandi secara menyenangkan. Minta si kakak membersihkan bagian tubuh bayi, atau mengambil perlengkapan mandi buat adiknya. Dengan cara itu, pertengkaran adik-kakak bisa diminimalkan; si adik bisa merasakan kasih sayang kakak, sebaliknya si kakak juga tak akan menganggap adik sebagai ancaman, bahkan menjadi teman bermain yang menyenangkan.

7. PERLENGKAPAN MANDI LAINNYA

Kini tersedia aneka perlengkapan yang membuat acara mandi semakin mengasyikkan. Bagi bayi yang sudah besar, keberadaan perlengkapan mandi itu sangatlah membantu. Misal, ada perlengkapan mandi yang bisa memunculkan buih-buih banyak atau gelembung-gelembung air, pancuran mini, sabun kertas yang wangi, dan lain-lain.

8. WAKTU MANDI

Sering kali, acara mandi yang menyenangkan menimbulkan keluhan tersendiri buat orangtua, yakni sulitnya menghentikan acara mandi si kecil, khususnya pada bayi besar. Dia tak mau diangkat dari bak mandinya lantaran keasyikan menikmati bermain air dan mainan mandinya. Jika dipaksa, dia akan menangis. Aduh, bagaimana, nih?

Tentu saja orangtua tetap harus disiplin, tetapi juga fleksibel. Maksudnya, biarkan si kecil menikmati acara mandinya, tetapi ia juga harus diberikan “peringatan” bahwa acara mandi harus dihentikan setelah tubuhnya dibersihkan. Agar tak terjadi penolakan dari bayi, lakukan ritual pascamandi yang tak kalah menyenangkan. Bukankah acara memakaikan baju juga bisa dilakukan sambil bernyanyi, bercakap-cakap, dan lain-lain yang menyenangkan?

BOLEHKAH BAYI MANDI AIR DINGIN?

Idealnya, suhu air mandi pas buat tubuh bayi, tidak terlalu panas atau kelewat dingin. Masalahnya, banyak orangtua yang terkesan menolak memandikan bayinya dengan air dingin. Padahal, tidak masalah bayi dimandikan dengan air dingin. Sebab, tubuh bayi memiliki mekanisme tersendiri yang bisa menahan air dingin. Bahkan dalam situasi tertentu, misal, suasana di luar sangat terik, acara mandi air dingin sangat dianjurkan.

Yang penting, segera keringkan tubuh bayi setelah dia mandi air dingin. Dengan demikian, tubuhnya terbebas dari suhu dingin yang membahayakan. Lihat juga kesiapan bayi. Jika badannya terlihat tidak menggigil, bolehlah ia dimandikan dengan air dingin. Hal lain yang perlu diperhatikan, adakah riwayat alergi dingin? Jika ya, sebaiknya bayi tidak dimandikan air dingin karena bisa membuatnya pilek.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: