Keputusan Terlambat, Bayi pun Lewat

parent-guide.jpg

Sindrom gawat napas sering dijumpai pada bayi baru lahir terutama bayi prematur atau bayi berat lahir rendah. Sayangnya, penyakit yang satu ini kadang-kadang kurang mendapat perhatian dan penanganan yang serius. Padahal dengan penanganan yang tepat dan cepat, bayi Anda akan sehat dan selamat.

Usia kehamilan belum cukup tapi jabang bayi mendesak harus segera dilahirkan ( pada keadaan kondisi ibu dengan penyakit tertentu dan/atau kondisi gawat janin) . Akibatnya, tak jarang kelahiran yang lebih awal ini membawa beberapa masalah. Tak hanya bayi yang lahir belum cukup bulan (prematur) tapi bayi dengan berat lahir rendah pun berpotensi mengalami komplikasi. Sebab, bayi-bayi yang tergolong prematur ini belum memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan dunia luar. Selain itu, organ-organ tubuhnya pun belum sempurna.

* Mati, Cacat Fisik dan Mental

Salah satu organ yang belum sempurna yakni paru-paru. Ketaksempurnaan ini sering menyebabkan sindrom gawat nafas yang kadang juga dialami oleh bayi lahir cukup bulan. Dr. Riadhy B. Prasetyo, SpA, spesialis anak dari RS Mitra Keluarga Bekasi, menduga adanya riwayat penyakit ibu saat hamil yang menyebabkannya. Makanya, diperlukan konsultasi seksama agar tak membahayakan bayi pada saat lahir nanti. “Kegawatan ini bisa berakibat kematian atau cacat fisik dan mental di masa mendatang.”

Kerap kali ditemui bayi yang mengalami sindrom gawat nafas mengalami kematian. Berdasarkan terminologi kedokteran, sindrom gawat nafas memiliki beberapa pengertian. Salah satunya adalah penyakit Membran Hialin. Penyakit ini cukup banyak dijumpai pada bayi prematur tetapi tidak cukup banyak rumah sakit dan dokter di negeri ini yang dapat menanganinya, kondisi ini disebabkan karena tidak lengkapnya sarana/peralatan medis dan kurangnya tenaga terampil dokter anak.

Berdasarkan literatur, Riadhy menjelaskan bahwa membran hialin adalah suatu kumpulan gejala klinik gawat napas pada bayi baru lahir disebabkan oleh kurangnya surfaktan paru yang merupakan hasil produksi sel-sel (I)pneumatosit granulosa(I). Sel yang mulai diproduksi janin sekitar 24-28 minggu kehamilan ini berfungsi mempertahankan alveoli paru agar tetap mengembang pada saat bernapas.

Tak hanya bayi prematur saja yang beresiko terkena sindrom ini. Bayi cukup bulan pun berisiko. Secara umum resikonya, kata Riadhy, sekitar 75% untuk bayi baru lahir yang lahir kurang bulan (kurang dari 32 minggu). Sedangkan 10-50% biasanya dialami oleh bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram. Uniknya, sindrom ini lebih sering dijumpai pada bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan.

* Gejala Awal

Agar tak terlambat menanganinya cobalah kenali gejala awal sindrom ini. Riadhy yang pernah memperdalam penyakit ini di Australia menyebutkan beberapa tanda-tanda awalnya. Sesak napas, bayi merintih, frekuensi pernapasan cepat lebih dari 60 kali per menit, terdapat tarikan pada dinding dada, dan kulit kebiruan (sianosis) merupakan awalnya. Gejala ini timbul pada 24 jam pertama setelah lahir dengan gradasi yang berbeda-beda. “Tetapi gejala yang selalu timbul adalah gejala sesak nafas,” tegas Riadhy.

Gejala-gejala itu muncul karena organ paru tak matang. Saat dilahirkan lazimnya paru anak sudah berfungsi normal. Namun karena kurangnya bulan maka terjadi ketaknormalan organ paru. Berikut adalah keadaaan yang mempengaruhi pematangan/maturasi paru-paru dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya penyakit membran hialin:

1. Faktor ibu. Beberapa komplikasi selama kehamilan bisa mempengaruhi pematangan paru. Penyakit hipertensi kronis, hipertensi renal, diabetes melitus (D-R), adiksi obat (heroin,morfin), anemia kronis, dan keadaan nutrisi yang buruk.
2. Faktor janin. Terhambatnya maturasi paru-paru disebabkan keadaan hidrops fetalis (kelainan rhesus/gol darah) dan anensefalus (tanpa tulang tengkorak).
3. Faktor luar. Konsumsi obat-obatan tertentu saat kehamilan bisa mempercepat atau sebaliknya menghambat maturasi paru.

Apapun faktor yang menyebabkan bayi Anda mengalami penyakit membran hialin biasanya ada dua terapi yang sering digunakan, terapi pematangan paru oleh dokter kandungan sebelum persalinan dan pemberian surfaktan setelah bayi dilahirkan. Pemberian surfaktan bisa mengurangi masa perawatan di Unit Perawatan Intensive Neonatal (NICU). Pemberian terapi surfaktan hanya dilakukan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas NICU yang lengkap seperti: ventilator mekanik, monitor jantung dan paru, mesin analisis gas darah, laboratorium dan unit radiologi .

Namun jika bayi Anda mengalami tanda-tanda penyakit membran hialin seperti yang telah ditulis diatas dan rumah sakit tidak memiliki fasilitas NICU, mintalah rujukan ke rumah sakit lain paling lambat satu jam pertama setelah kelahiran. Hal ini untuk mencegah kekurangan oksigen terlalu lama yang bisa berakibat fatal. Keputusan yang cepat dan tepat bisa menyelamatkan bayi Anda.

——————————————————————————————————
Terapi untuk Penderita Membran Hialin

1. Terapi pematangan paru dilakukan oleh dokter kandungan pada kehamilan yang disertai komplikasi. Mencegah terjadinya kelahiran prematur berarti mencegah membran hialin. Jika kondisi ini tidak bisa dihindari, ibu biasanya diberi corticosteroid sebelum persalinan.
2. Terapi surfaktan dilakukan segera pada bayi penderita membran hialin. Sayangnya harga surfaktan relatif mahal sekitar US $ 1000. Substansia ini digunakan sebagai terapi pencegahan (profilaksis) maupun terapi penyelamatan (rescue therapy) terhadap sindrom gawat nafas khususnya penyakit membran hialin.

Self-care Tips :

Jika kehamilan Anda berisiko memunculkan terjadinya kelahiran prematur, mintalah dokter untuk memeriksa perkembangan paru-paru bayi dan mempersiapkan perawatan Anda dan bayi. Yang paling penting, lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar Anda mendapat bayi yang sehat. Selain itu, identifikasi masalah bisa dilakukan sedini mungkin.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: