Kenali Faktor Penentu Fertilisasi

parent-guide.jpg

Pembuahan yang sukses tidak mungkin terwujud jika hanya dilakukan oleh satu pihak, laki-laki atau wanita saja. Banyak faktor lain yang ikut menentukan terjadinya kehamilan.

Ketika seseorang memutuskan menikah, salah satu tujuannya adalah mendapatkan keturunan. Tetapi kehamilan tidak datang begitu saja. Diperlukan usaha tim agar kehamilan terjadi. Awalnya, kehamilan ditandai dengan pembuahan (fertilisasi) yaitu bertemunya sel sperma (spermatozoa) dengan sel telur (ovum). Kemudian, sel telur yang telah dibuahi sel sperma melekat pada selaput lendir rahim (nidasi).

Masalahnya, pertemuan sel telur dan sel sperma dipengaruhi oleh banyak faktor. Keberhasilan pembuahan ini, meskipun terjadi di dalam tubuh wanita, juga ditentukan oleh peran pria. Singkatnya, masalah pembuahan bisa datang dari pihak wanita maupun pria. Sayangnya, hal inilah yang kadang tidak dipahami sehingga menimbulkan perselisihan ketika kehamilan tak kunjung muncul. Simak informasi berikut agar Anda dan pasangan mengetahui faktor-faktor yang menentukan keberhasilan fertilisasi.

  • Faktor Penentu pada Pria

Agar menjadi ayah dari seorang anak, calon ayah harus memiliki jumlah sperma yang cukup, berkualitas dan bergerak cepat. Dan pastinya, ia bisa melakukan hubungan seks secara normal.

  • High-Quality Sperm

Sel sperma dihasilkan oleh testikel yang dilindungi scrotum (kulit buah pelir) untuk mempertahankan suhu testikel sehingga bisa menghasilkan sperma yang sehat dan berkualitas. Agar suhu testis tetap optimal dan aliran darah lancar, hindari pemakaian celana dalam atau celana panjang ketat. Kenaikan suhu menyebabkan turunnya produksi sperma dan sperma akan mati jika panas terlalu tinggi.

Sperma berkualitas baik memiliki jumlah sekitar 20-200 juta sel sperma milimeter dan volumenya 2-3 cc setiap ejakulasi. Dari jumlah tersebut, menurut Dr. Johanes Benarto, SpOG dari RSIA Hermina Daan Mogot, minimal 50% sperma harus bergerak. Dari jumlah tersebut, 50% sperma memiliki morfologi normal — memiliki kepala oval dan berekor panjang. Sedangkan sperma tergolong abnormal jika kepalanya besar, kecil, runcing atau bengkok, dan lehernya keriting atau dobel.

Agar sperma yang dihasilkan berkualitas, saluran vasdiferen harus normal dan tidak tersumbat. Adanya varises di sekitar testis (varicocele) akan menghambat produksi dan aliran sperma.

  • Fungsi Seksual

Selama sperma berada di dalam vagina, sel sperma bisa membuahi sel telur. Itulah sebabnya calon ayah harus bisa ereksi. Sekalipun pasangan Anda mengalami ejakulasi dini, peluang pembuahan masih ada sperma asal sperma tumpah di dalam vagina. Begitu sampai di vagina, sel sperma akan berenang sendiri menuju saluran telur dan bertemu sel telur.

  • Penentu Kesuburan Wanita

Keberhasilan pembuahan pada wanita dipengaruhi oleh kondisi organ-organ reproduksi, seperti ovarium, saluran telur, rahim, dan mulut rahim. Faktor lainnya adalah kondisi di luar raham dan di dalam rongga panggul.

  1. Memproduksi Telur
    Kehamilan hanya akan terjadi jika ada sel telur untuk dibuahi. Untuk itu, ovarium harus bisa menghasilkan sel telur. Saat ovulasi, ovarium melepaskan satu sel telur, 14 hari sebelum masa haid berikutnya. Periode ini hanya terjadi satu kali dalam satu siklus menstruasi. Namun, wanita tidak selalu menghasilkan telur. Jadi, kata Johanes, tidak setiap siklus haid menghasilkan telur.
  2. Nol Gangguan Saluran Telur
    Sel telur yang dilepaskan ovarium akan ditangkap oleh jari-jari tuba (fimbriae). Nah, kalau fimbriae tersumbat, telur tidak bisa masuk ke saluran telur. Tentunya, pembuahan tidak berlangsung.
  3. Nir-Iinfeksi Luar Rahim & Rongga Panggul
    Sel sperma harus mampu bertahan selama perjalanan melewati sistem reproduksi Anda, dimulai dari mulut rahim. Lendir rahim (cervical mucus) di mulut rahim tidak boleh terlalu kental sebab menghalangi jalannya sperma. Bila tidak ada hambatan, sperma akan mencapai rongga rahim. Perjalanan sperma menuju saluran telur akan terganggu jika di dalam rongga rahim ada myom.

Sekalipun pembuahan berhasil belum tentu menghasilkan kehamilan. Hal ini biasanya disebabkan gangguan di dalam rahim seperti endometriosis (selaput lendir memasuki jaringan lain di dalam rongga panggul). Gangguan lain bisa berupa infeksi TORCH (toksoplasma, rubela, sitomegalus, dan herpes simpleks virus I dan II).

Faktor Pria dan Wanita

  1.  Sanggama Tepat
    Senggama sebaiknya dilakukan pada masa subur, saat sel telur sedang dilepaskan. Sebab, sel telur hanya berumur 24 jam. Tetapi, sperma bisa bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama 3-5 hari. Itulah sebabnya, sanggama bisa dilakukan 3-5 hari sebelum masa ovulasi.
  2. Posisi Sanggama
    Apapun posisi sanggamanya, tidak menutup terjadinya kehamilan. Namun, tumpahnya sebagian besar sperma membuat sebagian calon orangtua kuatir jumlahnya tidak cukup untuk membuahi sel telur. Padahal saat ejakulasi, sperma akan langsung “ditangkap” oleh lendir kental yang dihasilkan saat masa subur. Tak perlu posisi sanggama khusus atau mengangakat kaki usai sanggama. Cukup berbaring beberapa saat setelah sanggama agar sperma sempat berenang menuju saluran telur. Bila Anda masih belum yakin, posisi misionari (man on top) memungkinkan sperma berada lebih dekat dengan mulut rahim.
  3. Kebiasaan Merokok
    Peluang kehamilan pada wanita perokok berkurang 40 persen. Sedangkan pada pria, merokok mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak. PG

——————————————————————————————————

Cara Mengetahui Masa Subur :

  •  Ukur Suhu Tubuh
    Selama 2-3 kali siklus haid, ukur suhu tubuh selama 5 menit. Pengukuran dilakukan setelah bangun tidur dan sebelum Anda beraktivitas. Lalu, buat diagram hasil pengukuran dari hari ke hari. Menjelang masa subur, suhu tubuh biasanya naik 0,5 derajat. Hal ini menandakan sedang terjadi ovulasi.
  • Periksa Cairan Vagina
    Cara ini paling gampang untuk menentukan masa subur. Masukkan jari ke dalam vagina hingga mulut rahim. Mendekati masa subur biasanya lendir lebih banyak. Rekatkan jari yang ada lendirnya dengan jempol, lalu tarik. Jika benang lendir semakin panjang, berarti sel telur sedang dilepaskan.
  • Kalender Ovulasi
    Siklus haid wanita umumnya 28 hari. Beberapa wanita memiliki siklus lebih panjang, pendek, bahkan tetap. Nah, masa subur biasanya 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Jika siklus tidak teratur, ambil siklus terpanjang dan terpendek. Misalnya siklus terpanjang 30 hari dan terpendek 27 hari, maka masa subur berkisar 13 – 15 hari sebelum haid.
  • Tes Ovulasi
    Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar Luteinizing Hormone (LH) dalam air seni. Dengan tes praktis ini, Anda bisa mengetahui peningkatan kadar LH. Setelah titik ini, sel telur biasanya dilepaskan dalam 24-48 jam.



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: