Jika Bayi ASI Eksklusif Sakit-sakitan…

parent-guide.jpg

Katanya bayi ASI Eksklusif, kok sakit melulu?”

Untuk sebagian orangtua yang menyusui bayinya secara eksklusif, kenyataan bahwa bayi sakit-sakitan bisa amat menyesakkan dada. Bukan karena adanya komentar-komentar sumbang seperti di atas. Tapi lantaran memikirkan kondisi bayinya, dan mungkin juga karena merasa ‘sia-sia’ telah memperjuangkan ASI Eksklusif. Ya, mengapakah bayi ASI Eksklusif bisa sakit-sakitan?

Kebutuhan Bayi Tak Hanya ASI
Agar jarang sakit, apa yang kita butuhkan? Tentu makan makanan yang sehat (bersih dan bergizi seimbang), olahraga serta istirahat yang cukup. Mungkin kita juga perlu menambahkan lingkungan yang bersih, serta ‘batin dan pikiran yang tenang’. Dari sini, bisa kita lihat bahwa supaya jarang sakit kita tak bisa hanya  mengandalkan makanan sehat.

ASI, tak ada yang meragukan sedikit pun, mengandung nutrisi seimbang untuk bayi per individu. Juga mengandung antibodi and sel-sel untuk melindungi bayi terhadap infeksi, serta mengandung faktor-faktor pertumbuhan yang membantu mematangkan sistem kekebalan, otak dan organ-organ lain. Tapi cukupkah kita hanya mengandalkan ASI – dengan segala kelebihannya – untuk  menjaga agar bayi tidak sakit?

Tentu tidak. Kita juga perlu mengupayakan hal-hal lain yang tak kalah penting. Kita perlu: memastikan agar orang yang sehari-hari merawat bayi dalam keadaan sehat dan menjaga kebersihan; memastikan kebersihan dan kesehatan lingkungan bayi; menjaga kebersihan tubuh dan perlengkapan bayi tiap hari; memberi bayi kesempatan bergerak badan agar peredaran darahnya lancar dan tidak kegemukan; mengajak bayi berjalan-jalan agar terkena sinar matahari pagi dan mendapat udara segar; memantau perkembangan dan kondisinya secara teratur (cukupkah kenaikan berat badannya, cukup seringkah buang air kecilnya, normalkah buang air besarnya); melindungi bayi dari gigitan serangga atau binatang berbahaya, polusi udara dan air, sengatan panas matahari, terpaan angin dan hujan; memastikan istirahatnya cukup dan nyaman, serta memberi bayi sentuhan, kasih sayang, perhatian dan perlindungan yang dibutuhkan bayi dengan tulus, agar bayi merasa aman, tenang dan nyaman. Sudahkah kita melakukannya?

ASI Hanya Membantu
Jack Newman, MD, FRCPC, penulis buku Guide to Breastfeeding menjelaskan bahwa tidak semua bayi yang disusui tumbuh sehat dan kuat. “Seorang bayi tidak harus disusui untuk tumbuh ceria, sehat dan kuat, tapi disusui itu membantu,” tegasnya dalam handout-nya yang berjudul How to Know a Health Professional is not Supportive of Breastfeeding.

Susuilah bayi kita secara eksklusif, dan ingat kata-kata Robert P. Lindeman, MD, PhD pakar pulmonologi anak dari Klinik Natick Pediatrics, Amerika Serikat: “Bayi-bayi jatuh sakit. Inilah kenyataan hidup.” PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: