HAUS PALSU

nakita.gif

Si kecil baru setengah jam yang lalu menyusu, eh tak lama kemudian ia sudah minta menetek lagi. Benar haus enggak, sih?


Itulah salah satu tanda bahwa bayi mengalami haus palsu. Gejala ini cukup menyesatkan karena ibu bisa saja menganggap bayinya masih kurang minum. Ibu juga jadi sering kurang tidur lantaran si bayi maunya menetek terus. Padahal sebenarnya bayi hanya “ngempeng” karena sudah kenyang. Masalahnya lagi, kondisi tersebut pada akhirnya kerap memicu pemberian susu formula dan menggagalkan program ASI eksklusif.

GEJALA & TANDA

Gejala-gejala yang timbul bukan karena rasa haus dan lapar dapat disebut gejala palsu. Apa sajakah itu?

* bayi minum susu secara terburu-buru, tidak sabar.

* sering minta menetek (kurang dari 1,5 jam)

* sering ngempeng pada payudara ibu.

Kondisi itu sekali lagi terkadang bukan lantaran dia haus melainkan karena bayi merasakan ketidaknyamanan pada tubuhnya. Apa penyebab ketidaknyamanan itu? Umumnya rasa sakit akibat saluran cernanya yang masih belum sempurna (lihat boks). Bisa juga karena popok basah, dan kedinginan atau kepanasan meskipun terkadang alasan ini juga tidak tepat.

Selain “gejala haus palsu” juga ada istilah “tanda haus palsu”, yakni gerakan dan tanda pada bayi yang sebenarnya tidak berhubungan dengan rasa haus tetapi orangtua menganggap itu sebagai tanda bayinya kurang minum. Misal, “refleks mengisap” (bila disentuh pipinya, bayi akan menoleh mengikuti arah tangan seperti ingin diisap), lidah sering menjulur-julur, memasukkan tangan ke mulut, timbul gerakan mengecap pada mulut bayi dan sebagainya. Tanda tersebut bukan merupakan rasa haus. Terbukti setelah minum banyak tanda tersebut masih kerap dilakukan bayi.

Akibat sering menunjukkan “gejala haus palsu” dan “tanda haus palsu” biasanya bayi mengalami “overfeeding“. Bayi mendapatkan jumlah ASI melebihi kebutuhan normal nutrisinya, sehingga berat badan si kecil tampak melesat (bertambah melebihi 750 gram dalam 2 minggu).

PASTIKAN BUKAN HAUS

Karenanya, bila ditemukan tanda dan gejala haus palsu, orangtua mesti memastikan bahwa keadaan itu bukan karena bayi haus. Kalau si kecil sudah minum banyak, tapi kurang dari 1,5 jam kemudian menangis, coba gendong bayi dan timang-timang dulu. Bila tangisannya berkurang bisa dipastikan dia tidak haus atau lapar. Berikut hal lain yang mesti diperhatikan:

* Kalau setelah ditimang bayi masih rewel, cermati apakah produksi ASI memang kurang. Bila dianggap produksi ASI tidak memadai perlu dilakukan pendekatan untuk mencari penyebabnya kalau perlu konsultasikan ke dokter.

* Jika yang terjadi adalah karena gangguan saluran cerna, tidak perlu khawatir biasanya akan membaik di atas usia 3­6 bulan. Dalam perjalanannya menuju usia itu, si kecil harus dijauhkan dari pencetus alerginya.

* Penyebab alergi makanan yang sering terjadi adalah asupan yang dikonsumsi ibu. Beberapa jenis makanan ternyata dapat memengaruhi bayi. Menghindari kacang, ikan laut, dan buah-buahan tertentu ternyata dapat meminimalisasi keluhan si kecil. Solusinya adalah mencari pengganti dari kelompok makanan yang sama misalnya kacang kedelai, ikan air tawar, ikan salmon, apel, pepaya, wortel, dan sebagainya sehingga kualitas ASI tidak terganggu.

* Bagi ibu yang berbakat alergi, jauhi pencetusnya agar tidak kumat. Suka tidak suka, kondisi ibu akan memengaruhi kondisi bayi yang sedang disusui.

GANGGUAN SALURAN CERNA

Salah satu penyebab haus palsu adalah gangguan pada saluran cerna bayi. Keadaan ini sering terjadi karena saluran cerna yang belum terbentuk dan bekerja sempurna. Biasanya dengan pertambahan usia terutama di atas usia 3 bulan, gangguan ini akan membaik. Gangguan yang lebih sering terjadi pada bayi-bayi dengan bakat alergi ini biasanya akan diikuti gejala-gejala lain seperti sering muntah atau gumoh, kembung, cegukan, buang angin keras, rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB lebih dari 4 kali per hari atau BAB tidak tiap hari dan sering mengedan. Gangguan ini biasanya semakin meningkat saat malam hari. Ini menjawab mengapa bayi sering rewel dan lebih sering ingin menetek pada malam hari. Kondisi ini kerap disertai bercak putih seperti jamur di lidah, bibir kering, juga gangguan hidung dan kulit.

BUKTI ASI CUKUP

Jika ibu belum yakin 100% apakah ASI-nya cukup atau tidak, buktikan dengan cara ini:

1. Waktu untuk menyusui tidak terlalu lama atau tidak lebih dari 30 menit.

2. Bayi umumnya lebih tenang, tidak rewel dan dapat tidur pulas.

3. Bayi biasanya tidak terlalu sering menyusui. Umumnya jarak menyusui sekitar 2­3 jam. Pada bayi yang kemampuan minumnya tidak banyak, interval tersebut akan menjadi lebih singkat, yaitu 1,5­2 jam.

4. Penambahan berat badan bayi terbilang baik. Kecuali tentu bila bayi tersebut memiliki penyakit atau kelainan bawaan, seperti bayi yang memiliki risiko gagal tumbuh. Ini tentu kasus yang lain lagi.

TIP MENAMBAH PRODUKSI ASI

1. Jangan langsung memberikan susu formula kepada bayi. Lebih sering bayi mengisap puting susu maka produksi ASI akan meningkat.

2. Cobalah menyusui dengan payudara pertama selama kurang lebih 10 menit, kemudian payudara kedua selama kurang lebih 20 menit. Alasannya, di awal pada payudara pertama mungkin bayi lebih kuat menyusu.

3. Saat menyusui, ibu harus dalam keadaan tenang, santai, jangan tegang (stres) dan dalam suasana yang nyaman. Ketegangan dan kecemasan akan menghambat produksi dan keluarnya ASI.

4. Mulailah menyusui dari payudara yang terakhir disusukan. Pindahkan bayi ke payudara berikutnya setelah 10-20 menit secara berganti-ganti.

5. Ibu harus banyak beristirahat, cukup gizi makanan dan banyak minum.

6. Hindari merokok karena merokok mengurangi produksi ASI.

7. Gunakan alat kontrasepsi (KB) yang tidak memengaruhi produksi ASI.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: