Cerdaskan Janin? Musik Boleh, Asupan Gizi Lebih Penting

parent-guide.jpg

Musik klasik membuat nyaman ibu hamil. Tetapi, musik klasik tak serta merta membuat bayi bakal cerdas.. Masih ada cara lain untuk melejitkan kemampuan otak bayi selama kehamilan.

Musik klasik membuat nyaman ibu hamil. Tetapi, musik klasik tak serta merta membuat bayi bakal cerdas.. Masih ada cara lain untuk melejitkan kemampuan otak bayi selama kehamilan.

Seorang ibu muda duduk di kursi goyang sedang membaca sebuah buku cerita dengan suara keras. Samar-samar terdengar alunan musik kalisik Mozart. Tempo lembut musik Mozart itu mengiringi gerakan kursi goyangnya. Sejurus kemudian, dengan lembut ia menatap ke arah perutnya. Anehnya, tak ada bayi di pangkuannya. Tapi, si ibu masih waras. Paparan di atas hanyalah ‘adegan klasik’ yang menggambarkan hubungan ibu-anak. Calon bayinya masih berada di dalam rahim. Si ibu muda berharap kisah di buku dan alunan musik klasik itu akan memacu perkembangan otak dan tubuh calon buah hatinya. Benarkah?

Belum Terbukti Jelas

Memang ada sejumlah penelitian yang menjelaskan kaitan musik/suara dan janin. Seperti dilakukan oleh spesialis kebidanan, Michael Odent, di sebuah desa kecil di Perancis misalnya. Di kliniknya ia biasa mengadakan pertemuan dengan sekelompok ibu-ibu hamil diiringi dengan alunan denting piano. Odent terkadang mengajak para pasiennya itu bernyanyi bersama dengan iringan pianonya.

Atau yang dilakukan oleh bidan Rosario N. Rozada dari kota Valencia, Spanyol. Rosario membentuk dan menfasilitasi kelompok paduan suara yang beranggotakan para ibu hamil. Di klinik tempatnya bekerja, Rosario memimpin kelompok vokal itu sebanyak 2 kali sepekan. Tujuan Rosario membentuk kelompok paduan suara itu sederhana saja ; agar waktu tidur janin dalam sepekan minimal ‘terganggu’ dua kali. “Dengan begitu janin-janin itu akan bangun dan ikut bernyanyi,” jelas Rosario.

Kalau Odent dan Rosario melakukannya pada ibu hamil, di dalam negeri, Hermanto Tri Juwono dan timnya tahun 2002 mencobanya pada tikus hamil. Seperti dikutip Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan, RSUD Ulin Banjarmasin, dr Pribakti B SpOG, Hermanto dkk memperdengarkan musik klasik Mozart, gamelan sampai dangdut. Setelah distimulasi seperti itu, pertumbuhan sel-sel otak bayi dari ibu tikus itu diteliti. Hasilnya, musik Mozart memberi peningkatan jumlah sel lebih tinggi. Musik gamelan nomor dua tertinggi, sedangkan musik dangdut peningkatannya paling rendah.

Sekadar Stimulasi

Lalu apakah penelitian dan terapi-terapi di atas semakin memperkuat fakta musik mencerdaskan otak janin? Merangsang perkembangan sel otak ya, tapi tidak serta merta langsung mencerdaskan. Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr. Francis Raucher, Dr. Gordon L. Shaw dari University of California Irvine, AS, tahun 1993 pernah meneliti saraf-saraf di otak para mahasiswanya. Penelitian itu menghubungan efek musik Mozart dengan kemampuan spasial para mahasiswa. Efek Mozart itu terbukti meningkatkan kemampuan spasial (pengamatan) mahasiswa.

Begitu pula hasil penelitian sejumlah pakar neurologi di Belanda yang membuktikan janin berusia matang tak hanya bisa ‘mendengar’ suara tapi juga ‘belajar.’ Dengan menggunakan mesin USG mereka melihat reaksi janin. Tapi atas penelitian ini, mereka tidak bisa menyimpulkan apakah ‘pembelajaran awal’ ini berefek terhadap kecerdasan janin di kemudian hari kelak.

Efek musik hanya diyakini dapat menimbulkan efek psikologis seperti bergairah, tenang atau damai. Terhadap pertumbuhan sel otak, para ahli saraf maupun psikologi menyimpulkan kalau stimulasi—apapun bentuknya, bukan hanya musik—memang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak. Semakin dini dirangsang maka akan semakin baik.

Soal tingkat kecerdasan, yang lebih dominan mempengaruhi adalah faktor nature (gen atau keturunan). Akan semakin cerdas lagi bila ada faktor nurture (asuhan), yang didalamnya termasuk stimulasi.

Kalaupun Mozart dalam usia 4 tahun sudah mampu menggubah lagu itu karena ayahnya—yang menjadi musisi kerajaan—termasuk individu yang cerdas. Belum lagi rangsangan yang diberikan kepadanya sejak ia di kandungan ibunya. Ibaratnya, wadah untuk menampung kepintarannya sudah tersedia sejak janin. Lalu, setelah lahir, wadah itu semakin berkembang dan terisi penuh karena adanya stimulasi.

Gizi dan Hidup Sehat, Lebih Penting

Jadi Anda boleh saja memperdengarkan musik—apapun jenisnya, tapi tak perlu berharap banyak dari situ. Jauh lebih penting bagi Anda adalah memperhatikan pola hidup sehat baik fisik maupun psikis. Lise Eliot, Ph.D., pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School, AS, mengatakan perkembangan struktur otak bayi lebih dipengaruhi oleh pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan :

1. Jauhi Rokok, Alkohol, dan Obat Terlarang

Ketiganya, selain merusak otak janin juga berpotensi memberi problem belajar dan perilaku calon bayi.

2. Perbanyak Kolin.

Nutrisi ini mengoptimalkan pembentukan dua saraf utama–septum (sekat hidung) dan hippocampus—untuk belajar dan mengingat. Penuhi kebutuhan kolin 450 mg kolin per hari, dari telur, daging sapi, dan produk susu. Saat menyusui nanti tambah konsumsinya menjadi 550 mg per hari.

3. Kontrol Pertambahan Berat Badan

Kenaikan berat badan hingga 10 – 15 kilogram selama hamil, menurut riset National Institute of Health, AS, akan menghasilkan anak-anak dengan IQ lebih tinggi dibanding ibu yang lossweight atau overweight. Ibu hamil yang overweight, umumnya menghasilkan bayi yang besar pula.

4. Olahraga

James F. Clapp, M.D., dokter spesialis anak dari Case Western Reserve University, Cleveland, AS, membandingkan anak-anak yang ibunya tetap berolahraga selama hamil dengan anak-anak yang ibunya tak berolah raga. Ternyata, pada usia 5 tahun, hasil tes kecerdasan umum dan keterampilan bahasa lebih tinggi pada anak-anak yang ibunya selalu berolahraga.

5. Makanan Bergizi Seimbang.

Diet sehat merupakan keharusan. Semakin baik asupan nutrisi Anda, pertumbuhan otak bayi semakin baik. Untuk memastikan tidak kekurangan nutrisi pembangun otak, minum suplemen setiap hari, terutama yang diformulasi khusus untuk ibu hamil dan makan diet yang bervariasi.

6. Jaga Kesehatan

Banyak virus sangat berbahaya bagi janin tetapi calon ibu sering tak menunjukkan gejala terinfeksi virus. Itulah sebabnya, Anda sebaiknya sering mencuci tangan, menghindari berbagi makanan dengan batita dan anak kecil, dan melaporkan gejala yang muncul ke dokter.

Bila masih ingin mendengarkan musik klasik dan membacakan buku untuk janin, tidak apa-apa. Toh, tak ada efek buruk. PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: