10 Yang MENGKHAWATIRKAN Pada BAYI

nakita.gif

Apa kata Dr. Rudy Firmansyah B. Rifai, Sp.A., tentang kekhawatiran itu? Spesialis anak dari RSAB Harapan Kita Jakarta ini, memaparkannya untuk kita.

1. SERING TERKEJUT

Setiap mendengar suara keras atau gerakan, tubuh si kecil tiba-tiba tersentak. Dia langsung melengkungkan punggung dan menjatuhkan kepala. Kedua lengan dan kakinya pun ditangkupkan ke tengah badan. Kekagetan ini jelas bukan merupakan penyakit, apalagi bentuk kelainan. Itu hanyalah bagian dari refleks moro, yang akan menghilang di usia 3 hingga 6 bulan.

Asal tahu saja, di awal kehidupannya, sistem saraf pusat dan otak bayi belum berkembang. Refleks merupakan salah satu andalan bayi untuk bertahan hidup. Refleks juga dianggap sebagai gerakan motorik yang penting bagi bayi baru lahir. Melalui refleks ini, kelak si bayi akan mengembangkan kemampuan motoriknya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan normal.

2. BADAN SERING GEMETAR

Apakah itu tandanya si kecil kedinginan? Belum tentu. Itu merupakan bagian dari adaptasi bayi di dunia barunya. Maklum, sebelumnya bayi hidup di dalam rahim yang sempit. Begitu berada di luar rahim, bayi belum bisa mengendalikan anggota tubuhnya. Timbullah kondisi tubuh yang bergemetar. Setelah 1-2 bulan, gangguan ini umumnya berangsur-angsur menghilang.

Orangtua baru menaruh curiga bayi mengalami kedinginan jika: bayi menggigil, kulitnya terlihat belang-belang, merah campur putih, atau timbul bercak-bercak, bayi pasif, atau kondisi yang lebih parah, bibir dan ujung jari-jari membiru. Bayi juga umumnya menangis keras jika tubuhnya kedinginan.

3. KULIT KEPALA BERNANAH

Maklum saja Bu, itu terjadi lantaran gesekan-gesekan di kulit kepala saat lahir. Selanjutnya timbullah lecet, merah-merah, bahkan muncul nanah. Ibu tak perlu cemas dan pusing. Bersihkan saja dengan air hangat. Setelah itu, teteskan obat antiseptik secara merata. Nanti, luka itu akan hilang sendiri.

Hal yang sama berlaku untuk benjolan-benjolan di kulit kepala. Benjolan berisi cairan bahkan darah itu tidaklah berbahaya. Hal ini terjadi karena tekanan di jalan lahir dan akan menghilang sendiri. Terkecuali, jika terjadi pada kelahiran sulit atau kelahiran dengan vakum.

4. KERAK KEPALA

Kepala bayi kadang dipenuhi kerak. Ini bukan penyakit kulit, melainkan kelainan pada kulit kepala bayi yang disebabkan kelenjar lemak kulit yang aktif. Cara mengatasinya mudah saja, cukup olesi dengan minyak kelapa atau baby oil, lalu biarkan semalaman hingga kerak menjadi lunak. Esoknya, kerak itu akan mudah dibersihkan dengan air hangat. Beres, kan.

5. RUAM PIPI

Pipinya sering tampak kemerahan. Bisa karena makanan/minuman yang dimuntahkan. Bisa juga lantaran tetesan ASI atau makanan lain. Umumnya ini terjadi jika ibu tak lekas membersihkan. Itulah mengapa, bersihkan pipi atau mulutnya dengan air hangat.

Selain itu, jaga pula kebersihan perlengkapan tidur bayi. Jika kotor, baik terkena muntahan atau sebab lain, segera cuci. Pilih juga pakaian atau perlengkapan yang tidak menyebabkan alergi.

6. KENTUT MELULU

Gangguan kecil ini terjadi karena udara di saluran pencernaan tak bisa keluar ke atas maupun ke bawah. Terjadilah sembelit udara, yang menyebabkannya sering buang angin. Ini tak berbahaya.

7. KULIT BERSISIK

Kulitnya cukup kering. Gunakan sabun yang kelembapannya cocok untuk bayi. Atau disarankan memakai sabun yang mengandung minyak alami. Bisa juga dengan menambahkan minyak ke dalam air mandinya. Agar kelembapan kulit si kecil tetap terjaga, gunakan baby oil atau baby lotion. Gunakan pelembab bayi yang cocok.

8. KULIT MEMERAH

Entah mengapa, begitu lahir, timbul bintik-bintik merah kuning seperti jarum pentul di kulit. Persis seperti biang keringat. Jangan cemas dulu, gangguan ini tak berbahaya. Penyebabnya, kelenjar pada waktu bayi dalam kandungan tertutup, kemudian membuka. Nah, setelah lahir, kelenjar ini kadang tertutup oleh lilin. Lilin itu berfungsi melindungi bayi di dalam air ketuban. Itu sebab, begitu lahir mandikan bayi dengan hati-hati. Jangan menggosok secara berlebihan. Hari-hati juga dalam memilih sabun.

9. SERING CEGUKAN

Berbeda dengan orangtua, cegukan pada bayi bukan merupakan tanda penyakit. Cegukan terjadi karena kontraksi pada sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dan rongga perut (diafragma). Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Biasanya cegukan akan hilang sendiri dan tidak membahayakan.

Untuk mengatasinya, cukup berikan ASI. Atau jika bayi sudah besar, berikan air hangat bercampur gula. Tak berapa lama, cegukan akan hilang sendiri.

10. BERNAPAS GROK… GROK….

Keberadaan lendir di paru-paru membuat napas si kecil berbunyi. Bunyi yang dikeluarkan sebagai pertanda sekresinya berlebihan. Pada bayi berbakat alergi, produksi lendir akan meningkat jika ibu mengonsumsi makanan pemicu alergi. peningkatan lendir juga bisa terjadi karena ada infeksi semisal tertular flu dari lingkungan sekitarnya.

Asal, tak ada demam dan tidak mengganggu aktivitas bayi, bunyi kasar tadi tidaklah berbahaya. Ini karena tubuh bayi sendiri sebetulnya adalah “pabrik” lendir, namun dia tak bisa mengeluarkannya karena refleksnya belum baik.

Selain itu, orangtua juga bisa mengeluarkan lendir bayi. Caranya dengan meletakkan bayi pada posisi tengkurap, kemudian tepuk-tepuk punggungnya. Jika lendirnya banyak, bayi akan muntah sendiri. Posisi tengkurap merupakan posisi tepat, karena saluran napas jadi lebih rendah. Lendir pun secara otomatis akan turun ke arah mulut.





    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: