10 Trik agar Air Liur Menitik

parent-guide.jpg

Jika tidak ingin bayi tumbuh menjadi anak yang susah makan atau kegemukan, usahakan ia punya selera terhadap makanan padat sejak dini.

Mulai usia 6 bulan bayi harus dikenalkan makanan padat sebagai makanan tambahan, sambil terus disusui sampai usia 2 tahun. Pemberian makanan padat sangat penting, terutama untuk menjaga keseimbangan zat-zat gizi – karbohidrat, protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral, serta serat – dalam menu harian bayi.
Sadar pentingnya pemberian makanan padat, orangtua biasanya akan sangat senang dan lega jika bayinya memiliki appetite for food, yakni nafsu atau selera makan. Nah, apa saja trik (cara) untuk membuat bayi berselera makan dan menitikkan liurnya?

1. Kurangi frekuensi menyusui. Untuk bayi usia 6-9 bulan, pemberian ASI (atau susu lainnya) sebaiknya dikurangi sampai tinggal 2 kali sehari: pagi sekitar jam 06.00 dan malam sekitar jam 22.00. Dengan menghilangkan pemberian susu di siang hari, bayi akan merasa lapar sehingga berselera memakan makanan padat.
2. Beri jarak cukup antara menyusui dengan pemberian makanan padat. Setelah puas menyusu di awal pagi, bayi usia 6-9 tahun diperkirakan masih merasa kenyang sampai 4 jam berikutnya. Maka, makanan padat pertama untuk hari itu (disarankan bubur susu, karena selera bayi mungkin masih dibayang-bayangi cita rasa susu) sebaiknya diberikan sekitar jam 10.00. Jika lambungnya tidak berisi susu lagi, bayi kemungkinan lebih berselera makan.
3. Variasikan wujud dan tekstur. Sejak dikenalkan makanan tambahan, bayi sebaiknya tak cuma diberi bubur-buburan. Ini untuk menghindarkan kemungkinan timbulnya kebosanan dan tidak berkembangnya selera terhadap makanan lainnya. Berikan bayi tim saring (yang teksturnya lebih kental dibanding bubur), juga buah-buahan serta biskuit renyah sebagai camilan. Variasi wujud dan tekstur makanan juga akan merangsang kemampuan bayi mengunyah dan menelan.
4. Beri jarak yang cukup antara pemberian makanan padat. Bayi usia 6-9 bulan sebaiknya mendapat makanan padat yang ‘berat’ tiga kali sehari: bubur susu (satu kali, pagi hari) dan tim saring (dua kali, siang dan petang). Ketiga jenis makanan tersebut berbahan utama makanan pokok, sehingga bisa mengenyangkan perut bayi selama kurang lebih 4 jam. Untuk itu, jadwal pemberian makanan padat yang berat sebaiknya berjarak 4 jam: sekitar jam 10.00, jam 14.00 dan jam 18.00. Di samping itu, bayi sebaiknya juga mendapat camilan dua kali sehari (pagi dan sore). Jarak yang dianggap cukup untuk memberikan camilan adalah di tengah-tengah dua waktu makan makanan berat: jam 11.30-12.00 (disarankan buah-buahan) dan jam 16.00 (disarankan biskuit).
5. Kurangi jumlah gula. Rasa manis dan kadar karbohidrat yang tinggi pada gula membuat bayi cepat merasa kenyang, sehingga tidak berselera lagi menyantap makanan lain yang seharusnya dimakan dan baik untuk tubuhnya. Perlu diketahui, susu yang dijual untuk bayi sudah ditambahkan gula agar lebih enak rasanya, sehingga dapat mengurangi selera makan bayi. Jika bayi terpaksa diberi susu formula yang tidak mungkin dipisahkan lagi gulanya, kurangilah pemberian gula dalam makanan padat bayi. Misalnya, buatkan bubur susu tanpa gula. Jika selera makan bayi sangat buruk, kurangi gula dari semua makanannya. Lakukan pengurangan sedikit demi sedikit supaya bayi tidak menyadari perubahan rasa pada makanannya.
6. Tingkatkan terus ‘kekasaran’ tekstur makanan. Untuk meningkatkan selera makan, khususnya terhadap makanan bertekstur kasar, bayi usia 9 sebaiknya makin ‘diperkasar’ makanannya. Sekedar contoh, bubur susu diselang-seling dengan bubur-buburan yang lebih kasar seperti bubur ayam, bubur sayuran, bubur tempe-tahu dan sebagainya (cara ini sekaligus melatih bayi untuk melepaskan diri dari bayang-bayang cita rasa susu). Tim saring diganti dengan tim yang tidak disaring.
7. Perkaya terus variasi cita rasa makanan. Bayi yang hanya disodorkan makanan manis tidak akan pernah berselera terhadap makanan asin, gurih, pedas, pahit, asam atau getir. Semakin kaya variasi rasa makanan bayi, semakin kaya seleranya. Latihlah bayi memakan semua jenis makanan sejak awal. Untuk mengenalkan makanan baru kepada bayi, colek atau ambil sejumput dengan ujung jari kita yang bersih dan usapkan ke lidah bayi. Lihat reaksinya. Jika bayi meringis, mengatupkan mulut rapat-rapat dan melepehkannya, berhentilah dan coba lagi lain kali. Jika bayi mau menelannya, berarti ia siap mengenalnya lebih jauh.
8. Pijat. Bayi yang dipijat, menurut para pakar pijat bayi, akan mengalami peningkatan aktivitas pada salah satu syaraf otaknya. Peningkatan aktivitas syaraf ini menaikkan kadar enzim penyerapan pada saluran pencernaan bayi, sehingga proses penyerapan makanan jadi lebih baik. Jika proses penyerapan makanan lebih baik, dengan sendirinya proses pengosongan lambung menjadi lebih cepat, dan bayi jadi lebih cepat lapar. Bukankah rasa lapar adalah pemicu selera makan yang hebat?
9. Suasana makan yang encouraging. Bayi akan memiliki selera makan yang baik jika makan dalam suasana yang mendukung. Yang dimaksud suasana mendukung adalah suasana yang merangsang bayi untuk mencoba sendiri berbagai makanan. Paling tidak diperlukan tiga unsur untuk menciptakan suasana yang mendukung. Pertama, tersedianya aneka makanan untuk dicoba. Kedua, adanya pendamping yang mampu memberi contoh selera makan yang baik. Ketiga, tidak ada hambatan atau pengganggu. Paksaan atau tuntutan dapat menghambat semangat anak untuk mencoba. Rngsangan audiovisual berlebihan, misalnya tayangan televisi, bisa mengganggu konsentrasi anak terhadap makanan.
10. Stimulasi yang cukup. Bayi yang mendapat cukup rangsangan untuk melakukan berbagai beraktivitas akan lebih banyak memakai kalori di dalam tubuhnya, dibanding bayi yang kurang mendapat rangsangan. Biarkanlah bayi merangkak ke mana ia mau, sepanjang tidak membahayakan, dan bukannya mengurungnya dalam boks atau kotak bermain. Ajaklah bayi menyanyi sambil bertepuk tangan, melempar bola, dan bukannya mendiamkannya saja. Tiap aktivitas yang dilakukan bayi akan membakar kalorinya, dan akan berkontribusi pada timbulnya rasa lapar. PG




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: