Yang Kanan ‘Makanan’, Yang Kiri ‘Minuman’…

parent-guide.jpg

Anggapan bahwa ‘payudara kanan berisi makanan, yang kiri minuman’ membuat bayi dipindahkan ke payudara kedua meski belum tuntas menyusu payudara pertama.

“Kalau menyusui jangan hanya sebelah. Harus dua-duanya. Sebab payudara sebelah kanan ‘berisi nasi’, yang kiri ‘berisi air’…”
 
Pernah mendapat nasehat senada? Nasehat tersebut kerap ditafsirkan dan dijalankan sebagai berikut oleh ibu menyusui: susui bayi beberapa menit di payudara yang satu, lalu cepat pindahkan ke payudara sebelahnya. Kalau tidak, bayi tidak mendapatkan ‘makanan’ dan ‘minuman’ secara seimbang. Benarkah? 
 
Tidak Benar 
Literatur dan para pakar menyusui menyebutkan, air susu ibu (ASI) mengandung zat-zat antiinfeksi, zat-zat pertumbuhan, protein, lemak, zat besi, vitamin dan air dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan bayi. Tidak pernah disinggung perbedaan kandungan antara ASI dari payudara kiri dan payudara kanan. Kalau pun ada perbedaan, paling-paling pada jumlah volumenya. Ini terkait dengan perbedaan ‘kapasitas produksi’ dan ‘daya simpan’ masing-masing payudara. Beberapa ibu mengalami bahwa payudara sebelah kanan lebih banyak ASI-nya, sementara ibu lainnya sebaliknya. Ada juga yang tidak mengalami perbedaan. Semua ini tergantung payudara mana yang lebih sering disusukan/dikosongkan.   
 
Penelitian tentang konsentrasi timah di dalam air susu ibu di Riyadh, Arab Saudi dapat menguatkan ‘kesamaan’ antara ASI dari payudara kanan dan kiri. Dalam publikasi penelitian tersebut dikatakan, konsentrasi timah yang terukur di dalam ASI dari payudara kanan dan kiri menunjukkan tingkat yang serupa, yaitu rata-rata 0,768 ± 0,45 dan 0,693 ± 0,38 mikrogram per desiliter. Penelitian ini diadakan atas kerjasama College of Applied Medical Sciences, King Saud University, King Khalid University Hospital, dan College of Sciences-Riyadh. Penelitian tentang kandungan kafein dalam ASI juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara ASI dari payudara kanan dan payudara kiri.       
 
Tidak Harus Dua-duanya!

Anggapan bahwa ibu menyusui harus selalu menggunakan kedua payudara tiap menyusui, menurut Lisa Marasco – assistant area professional liaison La Leche League (LLL – organisasi pendukung menyusui) wilayah Southern California/Nevada, Amerika Serikat – adalah mitos belaka. “Lebih penting membiarkan bayi menyelesaikan payudara pertama, meski itu berarti bayi tidak mau mengisap payudara kedua pada kesempatan menyusu yang sama.” 
 
Alasannya, imbuh Marasco, hindmilk (ASI akhir yang kaya lemak) didapatkan secara berangsur ketika payudara dikosongkan. “Bayi yang dipindah terlalu cepat ke payudara kedua bisa-bisa kekenyangan foremilk (ASI awal yang rendah kalori) dari kedua payudara, dan bukannya mendapatkan keseimbangan normal foremilk dan hindmilk. Akibatnya, bayi gelisah (karena mudah lapar) dan pertambahan berat badannya kurang.”
 
Ternyata kasihan sekali bayi-bayi kalau tak dibiarkan menyusu di satu payudara sampai puas. Bukannya dapat ‘nasi dan air’ sekaligus, malah kelaparan dan kurus! PG
 

About these ads



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: